Tuesday, September 21, 2010

[Bunda] I’m not coffee lovers, so??

Ceritanya tadi siang  sekitar jam 11-an aku ada janji ketemu sama orang EO yang akan handle acara kantor. Nih EO ngajakin ketemuan di Kopi Luwak cafe. Deuuu….  Kok disindang sih?

Males argument, akhirnya setengah malas aku jalan juga ke lokasi yang dimaksud.

Begitu sampe sana, kulihat EO nya udah nunggu di sana berdua sama asistennya.

“Siang Bu.. apa kabar?”

“Alhamdulillah baik… udah lama nunggu?”

“Belum lama juga kok Bu. Silahkan Bu mau pesan apa?” ucap asistennya ke arahku sembari menyodorkan daftar menu, ga lama waitress nya datang menghampiri ke meja kami duduk.

Bingung.. mau pesen apa, secara menunya kok kopi semua, padahal bentar lagi kan waktunya lunch ya… Duh bener2 deh nih orang saltum lokasi banget. Hiks… L

 

Tau kenapa aku bingung? Iyalah aku tuh manusia yang ga bisa minum kopi, bener2 ga bisa. Dulu pernah nyoba minum kopi sedikittt,,,, langsung aja jantungku berdebar ampe keringet dingin.

Padahal aku seneng nyium aroma kopi yang wangi, sayangnya tubuh nya ga bisa nerima euyyy…

Padahal di kantor tuh ada “mesin ajaib” itu loh dispenser yang seperti di mall2 yang nyediain cappuccino, nescafe classic (pure kopi item), millo hot mix, green tea, ato cofeemate, yang tinggal teken tombolnya kemudian ajaib keluar deh jenis minuman yang kita inginkan. Nah dari mesin ajaib itu palingan hanya millo hot mix aja yang aku pilih atau green tea, sementara untuk kopinya mah ga pernah. Norak yaaa…?

 

 

Sementara di rumah semua nya coffee lovers, mulai dari ayah, adik iparku, pokoknya semuanya pecinta kopi sejati. Yang namanya kopi harus selalu tersedia, ga boleh keabisan, bisa2 ayah teriak tuh kalo sampe stok kopi kosong.

Lagi2 aku hanya bisa mupeng ngeliatin orang lain dengan asyiknya bisa menikmati kopi….  L Meski pingin nyoba tapi teteup aja ga berani lagi…. L

 

Monday, September 20, 2010

NasGor Teri Pete


Description:
Selamat pagiiii......
've you b'fast beib??
Ini dia menu b'fast yang aku buat dua hari berturut2, dengan menu sama yaitu "nasgor teri pete"
Hehehe.. kenapa 2 hari berturut2? Ya karena request yang sama dari si ayah, gara2 kemarin pagi aku buat menu b'fast ini eh tadi pagi ayah minta dibuatkan lagi... dan kebetulan persediaan pete oleh2 dari mudik kemarin emang masih ada... jadi pas lah.....
Pastinya tetep no vetsin la yauw...... :)

Ingredients:
Bumbu dihaluskan :
6 bh cabe merah keriting (buat yg suka pedas silahkan ditambahkan sesuai selera..)
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih
Garam secukupnya

Bahan Pelengkap :
1/2 bh bawang bombay iris halus
Saos tomat dan saos sambel (optional ya...)
Baso 5 butir diiris tipis (optional)
Kecap manis secukupnya
Nasi putih 2 piring (enaknya nasi yang sisa tadi malam nih..)
1 papan pete kupas diiris jadi 2
Teri Medan segengggam digoreng kering
Bawang goreng untuk taburan
Telur ayam 2 butir di goreng orak arik

Directions:
Tumis bawang bombay sampai setengah layu, lalu masukkan bumbu yang dihaluskan, sampai harum, kemudian masukan nasi putih, pete yang sudah diiris, baso dan telur, tambahkan kecap dan saos sambal juga saos tomat secukupnya (kepekatan warna kecap sesuai selera masing2 ya..)
Terakhir masukkan teri medan yang sudah digoreng, aduk lagi hingga benar2 rata, kemudian matikan kompor, taraa.... nasgor siap disajikan, jangan lupa beri taburan bawang goreng yaaa....

**sssttt..... karena ada aroma petenya hati2 ya kalo nanti BAK di kantor... hihihi.....

Thursday, September 16, 2010

Sang Pencerah

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Education
Inilah film pertama kali yang aku tonton barengan sama Jibran dan ayah. Nontonnya pun jauh banget sampe ke Cirebon, hehe.. berawal dari iklan di TV trus penasaran, dan jadilah kami mengisi libur lebaran kala mudik lalu nonton film ini. Ampunn.. ngantri tiketnya euyy ga tahan.. rupanya film ini jadi film favorit orang2 di Cirebon...

Sang Pencerah diawali kisah kelahiran seorang bayi laki-laki bernama Muhammad Darwis (Lukman Sardi) di dalam sebuah keluarga Jawa yang memiliki latar belakang lingkungan beragama Islam yang sangat kuat. Dalam pertumbuhannya, Darwis remaja (Ihsan Tarore) sering merasa aneh dengan kebiasaan lingkungannya yang seringkali mencampuradukkan kegiatan agama dengan berbagai kegiatan yang berbau mistis. Hal inilah yang kemudian menarik perhatian Darwis untuk mempelajari Islam lebih lanjut. Di usianya yang ke-15, Darwis, dengan seizin orangtuanya, pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, sekaligus mempelajari Islam langsung di tempat kelahiran agama tersebut.

5th kemudian, Darwis dewasa (Lukman Sardi) kembali ke kampung halamannya di Yogyakarta. Sesuai dengan kebiasaan mereka yang baru kembali dari Mekkah saat itu, Darwis merubah namanya menjadi Ahmad Dahlan.
Kondisi lingkungannya sendiri, yang saat itu berada di bawah bayang-bayang penjajahan Belanda, masih sama ketikapertama kali dia meninggalkan Yogya. Banyak ajaran Islam yang dalam pelaksanaannya semakin melenceng dari apa yang telah disuratkan dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits. Tak tinggal diam, Ahmad Dahlan mulai secara perlahan menyadarkan masyarakat sekitar mengenai kesalahan yang telah mereka lakukan.

Tentu saja, merubah sesuatu hal yang telah menjadi semacam adat di dalam sebuah kelompok bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ahmad Dahlan sendiri sempat mendapatkan kecaman dari seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), bahkan sering dituding sebagai seorang kyai yang sesat. Namun atas dukungan penuh istrinya, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca), keluarga, dan beberapa orang murid setianya, Ahmad Dahlan terus berusaha menegakkan akidah, termasuk dengan bekerjasama dengan organisasi modern yang banyak dinilai merupakan kelompok kafir oleh lingkungannya.

Ngga nyesel bela2in ngantri karcis demi nonton film ini, Hanung sang sutradara emang kereng banget, menceritakan kisah kehidupan Ahmad Dahlan. Ia menyajikannya dengan cara yang ringan, walaupun berisi banyak pesan-pesan yang sebenarnya jika diamati lebih dekat, berisi banyak tema yang akan dianggap berat oleh para penontonnya. Cara ini terbukti efektif, aku sbg penonton enjoy dan nyaman nontonnya, tidak seperti digurui ato merasa berat dengan pesan moral yang disampaikan dalam film ini. Tidak hanya melulu soal kehidupan Ahmad Dahlan, Sang Pencerah juga berhasil memadukan kisah drama romantis antara Ahmad Dahlan dan istrinya, sekaligus komedi di dalam penceritaannya yang membuat jalan cerita film ini semakin mudah untuk diresapi.

Pemain2nya pun keren2. Sebagai Ahmad Dahlan, Lukman bermain sangat alami. Kharismanya sebagai seorang aktor muda berbakat terlihat menyatu erat dengan karakter yang ia mainkan.
Selain Lukman, jajaran pemeran lainnya tidak kalah dalam memberikan kontribusi mereka dalam menghidupkan nyawa Sang Pencerah. Hanung berhasil mengarahkan banyak bintang muda seperti Ihsan Tarore, Joshua Suherman, Giring, Dennis Adhiswara, Ricky Perdana dan Zaskia Adya Mecca untuk bermain dan menyatu erat dengan kemampuan akting para seniornya seperti Yati Surachman, Ikranegara, Slamet Rahardjo, Agus Kuncoro hingga Sudjiwo Tewo. Benar-benar barisan pemeran impian yang terbukti sangat dapat diandalkan!

So... buat yang belum nonton, buruan nonton, kalian akan senada dengan aku, dan akan bilang, kalo film Sang Pencerah emang keren dan bagus banget.... !!

[Jibran] Dunia anak-anak - memaafkan itu indah

Mudik lalu, banyak pelajaran yang aku dapat, selain kenangan dan kumpul keluarga. Ahh.. mudik memang indah, selain melepas kangen sama semua keluarga juga jadi ajang bersantai melepas kepenatan sejenak dari rutinitas dan kesibukan kerjaan. Ahhh.. andainya mudik bisa 2minggu enak banget kali yaa… meski setelah mudik jadi meringis karena kantong kosong dan terkuras, hehehe J

 

Saat mudik kemarin, udah pasti banyak kumpul sanak keluarga, berhubung bapak mertua aka abah adalah anak tertua dan sudah tidak ada orangtua, jadilah rumah abah menjadi pusat kumpulnya semua keluarga, mulai dari Om, Tante, ponakan, sepupu, cucu semua kumpul di rumah abah.

Bisa diduga kalo anak2 pada kumpul pastilah ada yang berantem ada yang nangis, ga jauh beda yang terjadi sama Jibran kemarin.

 

Sejak awal mudik memang aku sudah persiapkan 1 tas khusus mainan Jibran untuk dibawa mudik, dengan maksud agar di sana si Kaka ga bosen dan tetep bisa enjoy.

Memang mainan tsb bermanfaat, terbukti si Kaka enjoy dengan mainan2nya tsb, namun sebaliknya saat sanak family kumpul dan lebaran, mainan2 si Kaka jadi bahan rebutan anak2 lainnya.

Mereka saling berebut pingin main dengan mainan si Kaka, dan empunya mainan keukeuh ga mau berbagi, karena mainan yg direbut oleh anak lain adalah mainan favorit si kaka, bisa ditebak berantemlah mereka, ada yang nangis, ada yang dorong2an saling mempertahankan mainan masing2. Meski kami para orangtua mencoba melerai dan ngasih tau agar main nya gantian dan tidak berebut, apa daya, tentunya nafsu anak2 untuk berebut lebih besar, tidak di dengarlah omongan para ortunya.. L

 

Ribut, iya, rame pastinya…. Namun kami semua maklum namanya anak2. Toh begitu habis berebut mereka langsung berbaikan lagi, ga pake nunggu lama mereka sudah saling bercengkrama lagi, udah saling ketawa-tawa lagi.. melupakan perkelahian yang baru aja terjadi.

 

Di sini pelajaran yang aku ambil… saat terjadi perebutan mainan antara si Kaka dan seorang anak dari salah satu family kami, tentunya aku dan ayah ngasih tau agar mainnya sama2, mainnya gantian, bener2 tanpa niat apapun, meski itu mainan si Kaka tapi tetep aja kami mengajarkan agar si kaka tidak egois dan main sendirian, namun rupanya kakeknya yakni abah rada ga terima saat mainan si Kaka di rebut oleh anak lain kemudian si kaka nangis jejeritan karena ga terima mainannya direbut, apalagi anak yang ngerebut mainan tsb posturnya lebih besar dari Jibran, tentulah Jibran ga berkutik, dan si anak yang ngerebut mainan tsb langsung lari dan bawa mainan tsb kemudian asyik main sendiri, kontan abah yang ngeliat situasi itu meradang, “Jang.. kadiyeken mainan-na, ulah kitu atuh, eta teh mainan Jibran.. kumaha sih minjem ulah maksa kitu atuh?” ucap abah dalam bahasa sunda diiringi intonasi yang tinggi sehingga terdengar seperti ngebentak.

 

Deggg.. aku dan ayah sama2 rada kaget juga, begitupun ortu si anak tsb. Melihat situasi ini, “Teu naon2 abah… engke Jibran main mainan lain..” Ayah mencoba meredam.

Namun abah teteup maksa, dan nyamperin anak tsb yang lagi asyik ngegenggam mainan si Kaka, situasi saat itu si kaka masih nangis dan minta mainannya tsb.

 

Tiba2… ortu si anak langsung merebut mainan tsb dari anaknya dan memberikannya ke Jibran, “Nih Jibran mainan nya, mainan goreng kitu, urang ge bisa meli.. huh..” lalu ngeloyor pergi sambil ngegendong anaknya. Keruan anaknya yang lagi asyik main mainan tsb kaget dan nangis saat tau mainannya direbut dan dikembalikan ke Jibran.

 

Situasi saat itu bener2 ga enak, semua terjadi begitu cepat. Aku dan ayah saling berpandangan ga tau harus gimana.

“Kajeun… kabiasaan engke na, karunya keu si jibran, disuruh ngalah2.” Seolah abah mengerti apa yang kami pikirkan, ucapan abah masih aja ngebela Jibran. Lohhh… kok jadi seperti ini akhirnya.

 

Besoknya ga sengaja kami bertemu kembali dengan ortu si anak di rumah kerabat ayah lainnya. Keliatannya si ortu tsb masih kesel ke kami, terbukti saat aku tegur, dia malah melengos pergi dan ga menjawab sapaan aku, duhhh….

Berikutnya si Kaka dan anak yg kemarin berseteru dengan si Kaka malah udah terlihat asyik main berduaan di pojokan, melihat2 kolam ikan dan penuh tawa, tanpa dendam dan lupa akan semua kalo kemarin baru aja mereka berdua rebutan mainan sampai nangis2. Mereka keliatan akur, seolah tidak ada apa2, dan tertawa lepas…

 

 

Deggg… merasa tertohok, dunia anak2 memang benar2 ajaib, bener2 suci, bener2 indah.. semua yang terjadi meski itu menyakitkan langsung mereka lupakan, tidak ada kebencian, tidak ada dendam, semua kembali normal. Berkaca pada diri sendiri, dan malu hati… kenapa aku ga bisa seperti anak2 ya, kadang saat berselisih paham dengan orang lain, meski di mulut sudah keluar kata maaf, namun dalam hati masih ada gumpalan kesal, maaf yang tidak ikhlas, dan lagi2 memaafkan dengan ikhlas itu sulit, sulit prakteknya. …..agghhhkkk.............

 

 

Gurame Pesmol aka Bumbu Kuning


Description:
Bikin pesmol kembung kan udah biasa, nah kali ini tantangannya datang dari ayah, minta dibuatkan pesmol pake ikan gurame, yang mana gurame nya nangkap langsung di kolam ikan ato balong (orang sunda bilang).
Deuuu... ayah mah ada2 aja, lagi mudik, istrinya 'dikerjai juga untuk bikin PR...
ya wesss... sbg istri yang patuh suami dan kesayangan mertua, hahaha.... berikut hasil berkutat di dapur....

Ingredients:
Bumbu dihaluskan :
5siung bawang putih
8 siung bawang merah
3 butir kemiri
1 sdt ketumbar sangrai
1/2 buku jahe
1 buku kunyit bakar
gula pasir & garam sesuai selera
NO vetsin la yauww...

bumbu pelengkap :
2 bh sereh di keprek
4 lembar daun jeruk
cabe rawit sesuai selera (kemarin ga ada cabe rawit jadilah cabe merah besar diiris tipis)
bawang goreng untuk taburan
wortel diiris tipis secukupnya - optional, (pas bikin ga ada stok wortel juga, udah abis untuk bikin sayur sop si kaka, hehe :P)

Directions:
goreng ikan gurame yg telah di bumbui dengan minyak cukup, jangan terlalu kering, biar bumbu saat dimasak meresap.
kemudian tumis bumbu halus, tambahkan air, masukan sereh dan daun jeruk, tambahkan garam & gula pasir secukupnya, tambahkan air cuka beberapa tetes saja.
kemudian masukan ikannya, untuk kuah sesuai selera ya.. masukan cabe rawit/cabe merah iris.
terakhir masukan wortel.

angkat saat bumbu sudah meresap ke ikan...
siap dihidangkan deh... yummmy....

ket foto : sesaat masih diatas wajan, langsung di foto... hihihi...

Sunday, September 5, 2010

[Family] Mudik yuuukkkkk……………

Huwaa…. Baca postingan Bu Mil jadi mupeng pingin ikutan nulis……

Mudik kemana tahun ini?? Hmm… ga jauh2 kok ke Cirebon aja kampungnya si ayah.

Rencana berangkat Rabu 8 Sept, dan balik ke Jkt 14 Sept, cukuplah seminggu di sanaJ

 

Tadi malam abis bikin kue kue dan tarawih, nyempetin packing2, sempet keder juga, kok ya barang yang mau dibawa banyak banget yaaa?? Akhirnya setelah disortir lagi, jumlah yang dibawa mendingan deh sedikit berkurang.

Total 1 trolly bag isinya pakaian aybund, 1 lagi tas traveling isinya pakaian si Kaka, mainan dan perlengkapannya.

Urusan packing pakaian emang sengaja didahulukan karena biar gampang natanya di koper, biar ga ada yang kelupaan di bawa aku sengaja bikin cek list, dan ditandain untuk barang yang udah dibawa.

Nt malam packing untuk pernak-pernik, macam obat2an, symbicort bunda ga boleh lupa pastinya, buat jaga2 kalo ditengah jalan sesek nafas, gawat kalo sampe ketinggalan, obat2an jibran, macam sanmol, thermometer, minyak telon dan kelengkapannya, sampe kasa dan betadine juga harus bawa.

Hm… untuk perlengkapan makan si kaka aku dah pesan mie Pelangi sama  Mba Diah, mudah2an hari ini sampe.

Untuk buah2an ntar aja cari di Cirebon, sementara kalo untuk di jalan udah pesen sama Uti minta dibikinin lontong ala China buat bekel si Kaka.

 

Rencana mudik tahun ini beda dengan tahun sebelumnya, kali ini kita sengaja pake Kereta ga bawa mobil, karena jadwal pulang mudik yang ga barengan, biasanya kan sebelum2nya aku dan adik iparku kalo mudik barengan jadi bisa muat dalam 1 mobil dan sekali jalan, namun… karena adik iparku baru bisa pulang tgl 9 siang, dan yang 1 lagi keukeuh pingin pulang tgl 5 Sept, dan yang satu lagi pulang bareng temen2 kuliahnya konvoi tgl 7, lohh terus kalo kita pulang bawa mobil bertiga aja, aybund plus si Kaka ayah ga mau… ayah ga mau resiko kalo berjalan hanya bertiga aja dan ga ada cowoknya, suasana mudik pula pasti macet, ga ada yang gantiin nyupir,. Hmm.. okelah kalo begitu, sepakat naik kereta aja… lagian si Kaka kan dah gede ini, ga bakal rewel, dan jadilah 5 Aug lalu aku pesan tiket kereta Argo Jati.

 

Saat dikasih tau kalo kita akan mudik naik kereta, wuaaa… exciting banget si Kaka, “Asyiikk… nanti Kaka naik Thomas ya Bunda….??” Dan tiap hari nanyaaa mulu, “Bunda kapan Kaka ke Ci(re)bon?, Kaka mau naik kereta…”

Hmm… aku sendiri udah ga sabar pingin segera mudik, ditambah hari ini suasana kantor juga dah sepi, dah banyak yang mudik, hmmm.. jadi pengen cepet2 mudik…

Mudik kali ini pasti tambah seru karena si Kaka kan dah gede, dah bisa diajak discuss maunya apa, dah ga seribet dulu waktu baby, karena banyak bawaan yang kudu dibawa, Cuma 1 yang masih aku pikirin, gimana kalo malam Kaka tidur? Maklum Cirebon itu sumpahhh panaaasss.. banget daerahnya, di sana ga ada AC pula, kebayang si Kaka gelisah bgt pastinya tidur tanpa AC, mudik sebelumnya aja saat si Kaka rewel ngamuk karena kepanasan, pake kipas angina ga mempan, terpaksa si Kaka ditidurin di mobil, kena AC baru deh tuh anak ga rewel. Hmm….. kayanya besok bakal jadi malam panjang nih ngeliat episode si Kaka rewel tidur….

Sempet cetting sama Bunda na Devan tentang ini yang kebetulan sama2 org Cirebon, ternyata sama aja, si chubby itupun ga bisa tidur karena kepanasan. Duhh anak2 sekarang yaa…. ketergantungan banget sama AC… L

 

Sementara kami mudik, alhamdulillah rumah ada yang nempatin, Abah sama Uti sepakat akan tidur di Jajar, tahun inipun gantian Mama Tika ga mudik, tanggung katanya karena Okt nanti mertuanya akan pergi Haji, jadi pulangnya ditangguhkan Okt depan aja.. Sippp.. deh.. aku ga was2 ninggalin rumah kosong.

 

Nanti malam pulang kerja  rencananya mau ke C4 Depok, belanja daging dan teri, mau bikin rendang ahh sama balado teri… bikin yang kering2an biar awet. Buat si Kaka udah pesen sama Emih (Ibu mertua) untuk stok kentang dan wortel plus telur puyuh buat makanan Kaka, lagian kan dah ada mie sayuran… J

Mudah2an semua sesuai rencana ya… amin…

 

So… buat temen2 di kesempatan ini pula aku haturkan : Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin, maap2 ya Ibu2… kalo setahun ini aku salah2 kata, salah2 comment, salah2 posting, pokoknya buat semua salah yang ada, hapunteunn…… bukan kesengajaan pastinya…..

 

 

 

 

 

 

 

Met mudik……… temans…. J

 

Wednesday, September 1, 2010

[Share] consistence for unconsistence….

Kalo ada yang bilang org Indo susah diajak disiplin pasti ada yang protes deh… hayooo…. Iya kan J peaceee......

Kalo ada yang bilang org Indo susah diajak maju, pasti sama lagi dehh…ada  yang ga terima….. bener gaa? Hehehe….

 

Hmmm… tapi ini kenyataannya yang aku temui tadi pagi… ya inilah potret Jakarta….. L

Kondisi yang Nampak di foto inilah yang kerap aku temui di KA Express Depok…..

(ssst.... foto ini aku ambil tadi padi saat otw ke kantor.)

 

salah satunya pengamen dilarang masuk, kenyataannya, tetep ada tuh pengamen di dalam gerbong,

 Jelas2, rambu2 udah di tempel di dinding kereta,

ket foto : rambu2 ini udah dipasang looohh....

Udah ada rambu, dilarang duduk di koridor lantai, kenyataannya masih ada tuh yang duduk di lantai gerbong. huaaaa…....

 ket foto : nampak  ibu2 yang duduk di koridor 

Ironisnya, Nampak di foto ada security Wanita yang berjaga-jaga, tetep aja tuh pengamen masih masuk ke gerbong,

ket foto :  keliatan difoto kan securitynya malah membelakangi pengamen....??

 

Lah trus tugas security nya apa dunk, masa Cuma lalu lalang dan berdiri di gerbong aja?
Ada pengamen masuk ga ditegur,

Penumpang duduk di gerbong ga dilarang, padahal ini salah satunya yang bikin penumpang yang mau turun susah jalan bukan, sampe kejadian kaya aku kemarin.....

Parahnya lagi disambungan gerbong pembatas antara gerbong Wanita dan pria, masih Nampak para lelaki dengan santainya ada di gerbong Wanita tsb, pls deh Pak…. Ga bisa baca atau gimana sih?? Hiksss….

Kalo untuk case ini, dan terjadi didepan mataku, wuihhh... aku sih PD aja negur tuh cowok dan ngasih tau kalo ini gerbong cewek, kalo tuh org masih cuek dan keukeuh ga pindah gerbong, aku teggur lagi, kalo masih ngeyel lagi, kata2 keramatku keluar, "Bapak tuh ga bisa baca atau ga ngerti bahsa indonesia sih? Besok2 pake BH aja Pak, biar jadi cewek sekalian??"

Hahaha.... sadis bin kejam ya... bodo deh... lah dia juga sih ditegur ga cukup sekali... ampunnn....

 

Ooooppppsss….. postingan ini hanya curhatan Pribadi ya….. sedih aja, kapan dunk Indo bisa maju, kalo orang2nya “sulit” diajak displin, trus buat apa ada larangan, kalo akhirnya kita juga yang melanggar….

 

Hmm… tarik nafas, mencoba intropeksi diri sendiri, mengaca dan merenung, kok aku complain ya, apakah aku udah menjadi Pribadi yang disiplin dan konsisten juga patuh?? Hmmm…. meski belum 100% hehe.. tapi setidaknya aku cukup tau diri dan menghormati rambu2 tsb, dan berusaha menepatinya.

Hmmm… kondisi Indo emang sudah seperti ini, krisis kepercayaan sudah mendarah daging, Negara Indo memang sudah sedemikian comlipcatednya, dan aku hanya satu Pribadi diantara pribadi2 lain yang ada dan terdaftar as WNI, artinya kita memang tidak bisa merubah Indo sesuai kehendak kita karena kita bukan pemerintah, tapiiii…. Perubahan itu itu tidak akan berhasil kalo dari diri kita sendiri tidak merubahnya, so… berbuatlah sesuai aturan.. dimulai dari sendiri…. Insya Allah… perubahan menuju kondisi lebih baik tercapai….

 

Implementasinya dan terus menjadi PR sekaligus warning untuk diriku adalah, mencoba tidak melanggar yang namanya peraturan, Insya Allah amien....

memberi contoh buat si Kaka, salah satu penerus bangsa, melalui hal2 baik...

yang mimpinya melalui si Kaka dan anak2 lain lah PR besar negara menuju kondisi yang kondusif, aman dan damai tercapai...

 

Yuukkk Ka.... tegur bunda ya kalo bunda keliru.... hihi....

 

Bersatu kita Teguh bercerai kita runtuh… merdekaa……. !!

 

**apatis nih ceritanya.......