Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Sunday, April 17, 2011

[Bunda] Nasi box buat Mama Tika

Kemarin pas Minggu, tiba2 aja Uti info kalo uti mau bikin nasi kuning buat ngelunasin nazar nya Uti ke Mama Tika. Jadi ceritanya minggu lalu Mama Tika tuh sakit, 2 hari ga masuk kerja, trus cek darah, hasil lab nya nunjukin kalo gula darah nya tinggi banget 190, wuaaa?? Kontan aku yang dikabari kaget, dan sempet ga yakin sama hasilnya.

Uti keruan aja ketar ketir dan panic banget, iyalah gimana ga panic, Mama Tika itu kan usianya baru 31th.

 

Akhirnya Sabtu minggu lalu 9 Sabtu Mama Tika cek ulang ke Lab di RS Permata cibubur, dan hasil Lab dari RS Permata ternyata kebalikannya, gula darah nya bagus tuh, dan normal. Karena inilah, Uti pun nazar, kalo hasil Lab nya bagus mau bikin nasi kuning.

Entah deh itu Lab yang pertama kenapa bisa ngawur hasilnya, padahal cek Labnya di klinik yang lumayan gede, ngeri banget euyyy.. gimana kejadiannya kalo hasil lab tsb terjadi sama org lain trus org tsb main langsung percaya aja dengan hasilnya, lalu berobat ke dokter dan dikasih obat, wuaa… obat yg seharusnya ga dikonsumsi kan malah jadi racun gara2 hasil Lab keliru… ampunnnn…..

 

Back to topic ya… karena kondisi Abah yang masih sakit, akhirnya Uti urung bikin nasi kuning dan selanjutnya dimandatorikan ke aku.

Hmm.. akhirnya kemarin Minggu jadilah kita sekeluarga ikutan makan nasi kuning, karena aku bikinnya emang dalam jumlah banyak selain buat bagiin ke tetangga.

  

Nasi dikemas dalam box, menunya berisi Nasi Kuning à Kering Tempe (resepnya disini) à ayam goreng bumbu kuning (resepnya disini) àtelur dadar suwir è irisan timun è dan krupuk

Untuk resep nasi kuning aku buat menyusul ya…

 

Taraa…. Inilah penampakannya

 

Gimana?? Penampakannya menarik kan meski sederhana…

hihi.. pede.com  

 

Monday, April 4, 2011

[PR] Pilih2 TK buat Kaka

 Inilah PR kami selanjutnya… yuaapp.. cari skul buat si Kaka.

Juni nanti si Kaka genap 4 tahun, waktu yang pas menurut kami untuk masuk TK A, setelah 1 tahun belakangan ini Kaka skul di bimba kalo pagi dan sorenya Kaka TPA, Alhamdulillah Kaka enjoy skul di Bimba, terlihat dari kematangan dirinya yang makin hari terlihat maskin dewasa dan mandiri, ga keliatan stress atau terbebani, dan buat kami itu sudah lebih dari cukup, karena awalnya kami memasukkan di Kaka ke Bimba tujuannya semata untuk bersosialisi, jika kemudian bonusnya sekarang si Kaka makin hobby baca buku apalagi dah kenal huruf dan angka, kami anggap itu bonus, toh kami sendiri tidak pernah memaksakan si kaka harus bisa calistung, toh usianya saat ini masih kecil.

 

Begitupun dengan TPA nya, diawali karena Kaka ikut2an anak tetangga yang sudah lebih dulu masuk TPA, akhirnya atas keinginan si kaka sendiri Kaka minta masuk TPA, lagi2 bonusnya kami dapat, sekarang kaka udah hafal doa2 pendek, al fatihah udah diluar kepala,  sudah tau kapan waktu sholat, bagaimana berwudhu, hmmm…. Lagi2 buat kami ini adalah hal tak terduga, karena kami pasti memantau sejauh mana Kaka mengikuti kedua kegiatan tsb, so far si Kaka bener2 enjoy, Alhamdulillah….

 

Back to topic, mencari skul, bukan perkara mudah ternyata, apalagi kami termasuk warga baru di depok, so belum banyak informasi dan pengalaman juga, mengenai skul taman kanak-kanak.

Akhirnya berbekal informasi dari segelintir orang yang kami kenal, ditambah informasi yang kami peroleh dari Om google, dimulailah dengan searching TK yang kami inginkan.

Dooh… ternyata hatiku masih membekas di Cibur, terbukti beragam TK yang kami cari lokasinya ga jauh2 dari Cibubur, berikut detailnya,

 
TK ISLAM

Al – Azhar 20 Cibubur
Jl. Jambore Raya No.9A
Telp / Fax : 021-8733918

SEKOLAH ALAM & SAINS AL – JANNAH
Jl. Jambore No. 4, Pondok Ranggon
Cipayung, Jakarta Timur
Telp : 021-8459 4514, 8459 4520

www.sekolah-aljannah.com

Sekolah Islam Cikal Harapan Citra Indah
Perumahan Citra Indah
Jl. Raya Cileungsi – Jonggol Km. 23,2
Telp : 021- 91269260, 0852-1614-9522

TKIT Gardenia
Perumahan Bukit Golf, Blok AR 75
Telp : 021-70640060, 32091179

Sekolah Generasi Rabbani ( Gen – R Islamic School )
Jl. Majelis Taklim Al-Mansyuriah,Bumi Mutiara
Villa Nusa Indah – Bojong Kulur Gn. Putri
021-82403072

www.genr-islamic-school.or.id

Al Imam Islamic School
Jl. Palem Raya Blok M/8
Limus Pratama Regensi – Cileungsi
Telp : 021-82493250

KB & TK Al Qur’an Plus Rumah Anak
Perumahan Kota Wisata
Pesona Paris Boulevard C2/7 Cibubur
Telp : 021-70040294

Shafa Marwah Islamic School
Jl. Letda Natsir No.85 Cikeas
Telp : 021-82493065, 82492908
Email :
sekolah_shafamarwah@yahoo.com

TK UMUM

KB-TK Ceria Bangsa ( Metode Pak Kasur ) Bilingual
Jl. Alternative Cibubur – Cileungsi Km.6
( 200m dari gerbang kota wisata )
Telp : 021-82490938, 7000660

Sekolah Global Mandiri Bilingual
Legenda Wisata
Jl.Transyogi Km.6 Cibubur
Telp :021-82496200,82498866
Fax : 021-82498868
www.globalmandiri.com

Little Star Learning Center & Kindergarten ( Bilingual )
Perumahan Legenda Wisata
Ruko Lillte China Blok JB 23 dan JD 18
Telp : 021-82498086,82492321
Hotline : 0815-8600-5226

Sekolah Pilar Indonesia
Jl. Dewa No.9 Ciangsana
Telp : 021-84936222/21
Fax : 021-84936221

Springfield – Raffles Hills ( Bahasa pengantar : Inggris )
Raffles Hills Cibubur
Telp : 021-8447938, 8447940
www.springfield.sch.id

TK Victory Kids ( Bahasa pengantar : Inggris )
Nusa Dua City Walk Blok CW 5 No.7
Citra Grand Cibubur
Telp : 021-7023373 / 92500411

 

Hmmm…. Dipikir2, kenapa juga aku maksain si Kaka cari skul yang jauh ya, mengingat lokasi tempat tinggal kami saat ini di Jatijajar. Terlalu memaksakan sepertinya, maka beralih lah kami mencari TK seputaran lokasi kami saja, ini lah 3 lokasi yang letaknya dekat dengan rumah kami :

 

TK Qualita

Perumahan Jatijajar blok A-18 No. 11 (blok A baru)

 

ð  TK ini langsung kami coret, meski lokasinya paling dekat dengan rumah kami, kenapa, yuapp.. karena kami ingin si kaka masuk ke sekolah Islam, bukan sekolah umum.

 

RA Darunnajah

Jl. Jatijajar 1 Rt 3/02, Cimanggis, tlp 9125543

 

ð  Secara kurikulum aku sepaham dengan TK ini, namun karena lokasinya harus ditempuh dengan ojek, dan kondisi gedungnya sempit (menurut kami), terlalu dekat dengan jalan raya, kami pun urung daftar kesini.

 

TKI Cahaya Ibu

 Jl. Kelurahan Jatijajar No 28 tlp. 021 – 87741285

 

ð    Yuappp… syukur alhamdulillah, inilah TK insya Allah yang kami pilih kenapa? Pertama lokasinya hanya beberapa menit dari rumah kami, yang pasti ini sekolah Islam, calistung memang bagian dari kurikulum tapi bukan yang pokok karena sesuai motonya mereka ingin anak2 skul dengan enjoy dan fun, tidak ada rasa terbebani, gedung sekolah cukup luas bahkan dilengkapi dengan lapangan futsal yang dibuka umum hanya saat week end saja,  1kelas max 20 murid didampingi 2 guru. Akhirnya,  Sabtu lalu kami survey kesana bareng sama ayah, ketemu dengan Bunda Ambar sang kepala sekolah, beliau menerangkan kurikulum yang ada dalam sekolah ini. Entah mengapa begitu pertama kali menginjakan kaki ke lokasi ini si Kaka langsung antusias, “Bunda… Kaka mau donk sekolah disini….”

 

Selama beberapa saat kami diajak Bunda Ambar mengelilingi lingkungan sekolah tsb, sekolah ini mempunyai metode moving class, dalam kegiatan belajarnya.

Moving Class diadakan dengan tujuan memberikan suasana belajar yang menyenangkan dan menghasilkan anak yang kreatif juga mandiri, persiapan yang dilakukan diantaranya mengatur ruang-ruang kelas TK dalam beberapa sentra, dan membagi guru sesuai dengan kemampuan yang dikembangkan dalam kurikulum TK, sehingga saat pergantian pelajaran, bukannya guru yang datang ke kelas siswa, namun siswa datang ke kelas guru.

 

Kalo ga salah ada 5 kelas yang dilaksanakan, yaitu, exploration class, sains class, imtaq (iman & takwa class), prepration class, satu lagi play ground class

Jadi nantinya dalam 1 hari anak akan menempati kelas2 tsb secara bergantian, tergantung mata pelajaran yang diajarkan, so jika mata pelajarannya tentang belajar sholat, maka anak akan masuk ke Imtaq class, berikutnya jika anak akan belajar tentang mewarnai maka anak akan masuk kedalam exploration class, begitu seterusnya.


Sebenarnya apa sih keuntungan dari Moving Class? Hmm… paling tidak ada 3 keuntungan dari Moving Class.

1. Anak menjadi tidak tergantung pada 1 guru.

Tentunya, kalo pelajarannya berbeda, baiknya diajari dengan guru yang berbeda. Gurunya cerita, suatu ketika pernah ibu gurunya sakit. Lalu guru tersebut diganti dengan guru pengganti. Anak didiknya tidak mau sekolah. Alasannya "Aku nggak mau sekolah. Itu kan bukan ibu guru aku".

2. Suasana kelas tidak monoton

Tentu saja. Pindah ruangan, akan membuat suasana tidak monoton. Hal ini cukup membantu untuk membentuk mood yang baik.

3. Anak akan mendapat pelajaran yang lebih lengkap, focus dan tidak bosan

 

Focus kenapa, yuap, karena nantinya anak2 akan belajar di ruangan yang khusus sesuai dengan pelajaran, dan buat si kaka yang gampang bosan dengan moving class dia akan terhindar dari kebosanan karena belajar dari pagi sampai siang di ruang yang sama.

 

Meski begitu aku sempet ragu juga sebenernya karena lama belajar yang dimiliki oleh sekolah ini yaitu Senin-Kamis pk. 08.00 – 11.00 Jumat pk 08.00 – 10.00, Sabtu libur. Hmm.. kebayang olehku, apakah si Kaka akan betah ya belajar selama itu, so, kuputuskan untuk trial dulu, kami ga akan memaksakan kehendak kami, kami akan liat dulu bagaimana respon si Kaka saat trial, jika si kaka enjoy kami akan teruskan namun jika tidak mungkin kami harus berpikir ulang, dan hal ini sudah kami sampaikan kepada Bu Ambar saat survey kemarin. Yuapp.. karena kami ga mau gegabah, karena nantinya si Kaka yang akan menjalani 2th bersekolah disitu (TK A lalu TK B).

 

Ohya, kemarin itu kami udah sempet ambil formulir biayanya Rp 100rb, diinformasikan juga oleh Bu Ambar u/ uang pangkalnya Rp 3.370.000 yang bisa dicicil 3x, uang SPP per bulan Rp 175.000 belum termasuk uang sumbangan POMG, hmm… buat kami ini masih standar lah, karena biaya ini untuk kegiatan setahun kedepan, artinya jika siswa ada kegiatan apapun tidak akan dipungut biaya lagi. Kalo mau ikut jemputan biayanya sebulan Rp 150.000 return, kalo hanya drop in or pulang aja Rp 75.000.

 

Duhhh….. pilih skul bikin pusing ternyata, ini baru TK, gimana nanti SD ya.. Ya Allah, semoga kami bias cepat memutuskan yang terbaik untuk si Kaka, amin…

Thursday, March 3, 2011

[Memory] Kelupaan say bday… doohh….

  

Lupaaa… kok bisa lupa ya… gara2 pagi dah dah sibuk beberes, masak air, bikin sarapan trus mandiin si kaka, rapiin baju2 yang akan dibawa “ngungsi” trus aku mandi dan beberes, kemudian gantian ayah mandi , siap2 kita berangkat, ayah panasin mobil, aku buka garasi, buka gerbang, trus gendong si Kaka yang masih ngantuk, pindahin Kaka ke dalam mobil, ambil tas dan perbekalan si Kaka, tas kerja ayah, tas aku, semua dimasukin ke mobil, super buru2, maklum aku harus ngejar kereta, kemudian berangkatlah kami menuju stasiun Pocin, sarapan di mobil, suapin ayah, suapin si Kaka, route pertama ayah drop aku ke stasiun, route berikutnya drop in si Kaka di rumah Mama Tika, rute terakhir baru kemudian ayah menuju kantor.

Hmm… udah seminggu kami lakukan rutinitas diatas, karena Uwa yang biasa ngasuh si kaka lagi mudik dan baru kembali tgl 13 mar nanti. Udah seminggu pula si Kaka bolos skul dan TPA, hiksss…

Ga hanya pagi ribetnya tapi malam juga begitu, pulang kantor ayah mampir ke Puri Cibubur jemput si Kaka, trus aku nyusul kesana, baru kemudian kita pulang bareng ke Jajar. Sampe rumah beberes lagi, siap2in masakan buat sarapan besok. Baru kemudian istirahat.


Dan biasanya setelah sampe stasiun, sambil nunggu kereta datang kebiasaan ku berikutnya adalah "absen dan telpon" si Kaka, telpon Uti dan Abah, telpon Kyosha, selalu begitu setiap hariii... tapii... sejak  HP hilang sampe sekarang aku belum pake HP lagi, kebiasaan "absen" tsb luputt...  dan gantinya nunggu sampe aku tiba di kantor kemudian pake telpon kantor untuk "absen" anakku dan absen Abah dan Ut, sementara komunikasi sama ayah via

 chatting.

Dannnn..... gara2 ga pake HP ada yang terlupa, ,(harusnya sih bukan alasan L).

Kalo aja tadi Mama Tika ga email ke aku nanyain sekarang tgl berapa, ada yg aku lupa ngga? Pastinya seharian ini aku lupa kalo today Uti bday, ho..oh…. keterlaluan…. Masa mau nyalahin HP, karena reminder alarm HP ku ga bunyi, dooohh… itu sih ngada2.

 

Segera menuju telpon di mejaku dan telpon Uti, say bday, minta maaf pastinya kalo aku kelupaan, hiksss….. “Makasih ya Mba makasih untuk doanya, iya Uti heran kan biasanya Mba Ina paling duluan ngucapin.” Begitu jawaban Uti. Hikss…. Jadi ga enak… L Maaf ya Uti..

“Mba Ina ama Mba Ika, ga  usah kasih kado apa2, doain aja Uti sehat.” Ucap Uti, deggg… kado?? Ya..ya… aku belum punya kado, lagi2 keterlaluan, kenapa bisa makin panjang “daftar dosaku”, udah lupa hari, lupa kado pula, coba kalo anakku yang ultah, pasti udah jauh2 hari aku mikirin, hikss…. beneran deh kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah..... ho-oh...


Yuappp....56tahun sudah usia Uti, rasanya baru kemarin Uti pension. Doa tulus dari ku, semoga Uti diberi kesehatan diberi keberkahan panjang umur, semoga cita2 Uti pergi tercapai, sabar menanti jatah pergi Haji 2013…amin….  Sabar2  ya Ti ngurusin Abah, 1 lagi, kaki Uti semoga lekas sembuh ya…..  biar ga kesakita kalo pas jalan, bisa antar jemput Kaka Ibang skul, antar jemput Kyosha dan nemenin Keiko main. Si sulung ini sayanggg.. banget sama Uti.

 

Sunday, February 20, 2011

[family] Bersih2 rumah yuukkss....

 

Sebenernya aku bukan termasuk orang yang rajin2 banget, males banget juga ngga, hehe.. average laahhh….

Nah berhubung selama ini kerjaan rumah tangga di rumah di handle oleh si mba, jadilah tugasku “hanya” masak. Hehe…

Tapi.. meski semua kerjaan rumah dihandle, ada 1 wilayah yang ga boleh dijamah oleh si mba, yaitu kamar kami (aybund) termasuk kamar mandi kami di kamar, kenapa?? Karena kami merasa kamar adalah ruang privacy kami, dan kami ga nyaman kalo ada orang lain yang bebenah di area ini meski Cuma nyapu ngepel ato ngosek kamar mandi, apalagi sampe masukin baju setelah disetrika kedalam lemari pakaian kami, pikiran inipun sejalan dengan suami, so jadilah untuk kamar kami, tiap harinya teteup aku yang bersihin.

 

Nah week end kalo pas ga ada acara keluarga pasti agendanya adalah kerja bakti dan beberes rumah, seperti hari Minggu kemarin. Sejak pagi aku dah bangun trus ke tukang sayur, bareng Jibran pastinya. “Bunda… ini ha(ri) Minggu kan, bunda libu(r)  kan??” hoehehe…. Apal banget nih anak, mesti kalo Sabtu Minggu pertanyaan yang keluar begitu bangun , “Ini ha(ri) Sabtu kan bunda, besok minggu kan? Bunda libu(r) kan??”

 

So, week end kali ini waktunya beres2 rumah, abis Belanja langsung bikin sarapan, nasi goreng pete… hehe…

Trus lanjut ngelap kaca, yang lumayan nguras tenaga, hehe...  rumah kami sebagian besardi design  pake jendela, jadi kebayang kan harus ngelapin 19 jendela yang ukurannya gede2… pegellll banget nih tangan.

Selanjutnya ngosek kamar mandi, hmmm…  sekalian mandiin Kaka nih, sementara emaknya mandi setelah acara ngosek kamar mandi kelar.

Ngosek kamar mandi yang bener2 ngosek ya Cuma bisa dikerjain kalo week end doang, kalo hari2 biasa palingan sambil lalu doang nyikatinnya, hehe…

Aku belajar dari cleaning service di kantor cara bersihin kloset duduk yang bener, jadi… tuh air dalam kloset di serap dulu pake lap, sehingga air kloset yang tersisa hanya sedikit, kemudian baru dibersihin pake sabun bubuk dan bebek kloset, bersihinnya cukup pake spons ato lap ya, bukan disikat,

Hehe.. aku ga jijik bersihin kloset ini sampe ke dalam2nya karena kloset ini kan yang pake Cuma kami ber3 (aku, ayah dan Jibran) sementara kalo kloset kamar mandi yang dibawah tangga, biasanya yang bersihin si Mba, hehe…

 

Selesai ngebersihin kamar mandi, lanjut masak buat makan siang, bikin yang simple aja, tumis kacang panjang, opor ayam dan tempe goreng.

Kelar masak PR selanjutnya adalah beresin lemari pakaian, hehe…. Sementara si Kaka sibuk bantu2 juga, pokoknya si Kaka ini setiaaa banget ngekor emaknya.

Ayah sendiri dari pagi udah sibuk ketrak ketrok di garasi ganti oli mobil dan kelar ganti oli, lanjut benerin pintu dapur yang belum terpasang sempurna.

 

Hmmm.. pas dzuhur istirahat trus makan, mulai ngantuk nih… ngajak si kaka untuk bobo siang, yang ada malah emaknya yang sukses ketiduran sementara si anak malah gulang guling di tempat tidur ga bisa merem sedetik pun. Hehehe….

 

Bangun tidur kuterus mandi, hehehe… ngga dink, bangun tidur PR selanjutnya dah menanti, yaitu nyabutin rumput. Ini nih yang paling males, tapiii.. kalo ga dikerjain yang ada rumput2 liar makin tumbuh ga beraturan, maklum sisa lahan yang terisa emang belum diapa2in hanya lahan bagian depan yang dah diurus “beneran” ditanamin pohon2 dan rumput gajah itupun nyuruh tukang rumput untuk nanemnya, sementara lahan samping masih bebas ditumbuhin rumput  liar… hehehe… maunya lahan samping juga ditanamin rumput gajah tapi makkk… dananya belum ada, hikss..

 

Berhubungan sama yang namanya tanaman dan Tanah adalah hal yang paling aku ga suka, jujur… Cuma 1 alasannya karena aku takut cacing, swearrr… padahal aku sukaaa..banget liat rumah orang yang banyak tanaman dan taman, ngiri banget, tapi Cuma sebatas pingin sementara terjun langsung ngurus tanaman, huwaaa… aku ngeri ama cacing, noraakkkk banget deh.

Nah kemarin itu kalo ga dicerewetin ayah karena kesel liat rumput liar dah tinggi, akhirnya dengan kepaksa aku cabutin juga, lagi2 dengan catatan kalo ada cacing aku kabur… hehe…

 

Selesai nyabutin rumput liar, istirahat sebentar, dan bikin bolu tape. Sebentar aja bikinnya karena bahan2nya dah ada, dan tape singkong juga beli di tukang lewat depan rumah.

 

Bolu mateng dah menjelang ashar, baru berasa nih badan capeee banget…. Becanda2 sama si kaka sambil main tebak gambar di bukunya, trus mandi sore, dan jemput Uti, trus mandiin si kaka deh.

Menjelang magrib ayah baru kelar benerin pintu, daaannn.. wuaaa…. Itu garasi sukses kaya kapal pecah, banyak serpihan kayu, lantainya item kena oli, hmmm… si ayah hanya beresin perkakasnya, lah trus yang bersihin garasi siapa?? Akhirnya jatuh ke akulah… gilingan menjelang magrib aku malah ngosek garasi, dibantuin Uti, jadilah sore2 itu bukannya istirahat malah sibuk nyikatin garasi, digerecokin Jibran pastinya…. Kelar baru setengah 7.

 

Hmmmm… nikmatnya week end, 2 hari ga pernah cukup……..  L

 

**gmb "nyulik" dari sini

Wednesday, October 13, 2010

[Curcol] Tentang Kaka saat “ujian” usai….

Terjawab sudah kekhawatiranku 3 minggu ini. H2C menanti hasil test tentang kondisi Kaka, alhamdulillah doa2ku terjawab. Trima kasih ya Allah, lega pastinya.

Bermula dari benjolan si Kaka dibawah leher (cerita lengkap pernah aku posting disini)

Pertama aku menduga benjolan tsb adalah mumps, namun setelah dibawa ke dokter dan diperiksa dugaan tsb gugur, dokter pun tidak meresepkan obat apapun, karena meski ada benjolan namun si Kaka tetap aktif tidak dema dan tidak ada keluhan yang berarti.

 

Sampai akhirnya kita mudik dan balik dari mudik aku baru ngeh ternyata benjolan di leher Kaka masih ada, sebesar bakso, benjolan itu akan terlihat jelas jika posisi kepala Kaka mendongak ke atas. Degg… aku kaget, terakhir visit ke dokter dokter bilang jika sampe 2 mg benjolan belum hilang segera kembali ke dokter. Maka Sabtu 18 September aku kembali ke dokter Alan dan memeriksakan kembali si Kaka. Dokter Alan kaget sekaligus heran mengapa benjolan tsb masih ada, dan jika diraba terasa besar, benjolan tsb jika disentuh bergerak dan jalan (tidak menetap). So far meski ada benjolan behave si kaka fine ga ada keluhan dan ga ngerasa sakit sama sekali. Namun bukan berarti aku bisa tenang. Dugaan berikutnya TB, tapi dokter sendiri ragu apakah benar TB, karena tidak ada keluhan yang berarti yang mengarah ke TB, akhirnya dilakukan lah test mantoux, 2 hari kemudian kamipun kembali bawa si kaka cek, dan hasil test negative, dugaan TB pun gugur. Maka untuk memastikan selanjutnya dilakukan cek darah dari hasil lab menunjukan Lekosit si kaka cukup tinggi, maka diresepkan lah AB.

AB habis dalam 5 hari, aku cek benjolan Kaka masih ada dan tidak ada perubahan, akupun kembali periksa ke RS, kemudian oleh Dokter Alan si Kaka di rujuk ke dokter spesialis bedah anak, bertemulah kami dengan dokter Catur di Herminda Depok.

Kembali si Kaka menjalani cek darah. Bolak balik cek darah membuat Jibran menjadi “biasa” melihat jarum.

Kebayang tidak? sekali cek darah di pergelangan lengan 1 ampul darah disedot dari tubuh Jibran.

Jujur aku paling tidak tega melihat proses ini, saat pemeriksaan darah menjadi tanggung jawab Ayah, sementara aku udah pasti ga tega dan mewek….. L

“Kaka ayah pangku ya, trus lengan Kaka disuntik apke jarum, darahnya diambil, okayyy..” Ayah berkata memberi pengertian ke Jibran.

“(Sa)kit ga yah?” tanya Jibran polos.

“Ahhh.. tenang…. Ga sakit kok, sakitnya kaya digigit semut, Kaka pernah kan digigit semut…… tenang aja Ka, kan ada Ayah ama Bunda nemenin Kaka.”

Ajaib……. Doktrin dan motivasi Ayah membuat jibran tenang dan ga menangis sedikitpun,
“Awww…” hanya itu yang keluar dari mulut Jibran saat jarum besar disuntikkan ke lengan kanannya.

“Bunda kenapa nangis?” seru Kaka saat memergoki aku yang menangis haru melihat si Kaka demikian tenangnya diambil darah.

“Ga (sa)kit kok, kan bi(ar) Kaka cepet (sem)buh….”

Ahhhh… nak…. Bageurrr pisan… kamu bener2 cooperative, Bunda salut sama kamu nak….

 

1 jam kemudian hasil cek darah Jibran keluar, diketahui lekosit Kaka masih tinggi, padahal sebelumnya Kaka sudah minum AB yang diresepkan dokter Alan, akhirnya kembali si Kaka  diresepkan AB untuk ke 2 kalinya. Kali ini dosisnya dinaikkan. Dokter Catur bilang, jika setelah AB habis, namun benjolan masih ada dan tidak kempes maka tindakan selanjutnya adalah rencana biopsy. Saat dokter menyampaikan hal itu aku dan suami kaget dan shock, biopsy? Ahhh…. terus terang aku masih trauma, November tahun lalu aku menemani Abah untuk biopsy dan benar2 H2C menunggu hasil biopsy Abah, dan kekhawatiranku menjadi nyata, hasil biopsy Abah seperti dugaan dokter sebelumnya, selanjutnya Abahpun operasi.

Ya Allah…… aku ga siap…

“Dok, apakah tidak ada cara lain selain biopsy?” tanyaku ke dokter Catur.

“Biospy adalah cara yang akurat untuk mengetahui penyebab benjolan tsb Bu.”

“Artinya Jibran akan dibius kan dok?”

“Ya Bu, bius total, biar jibran bisa tenang saat biopsy itu dilakukan.”

“Maaf Dok, tapi saya tidak siap.. kasian Jibran masih kecil.”

“Bu, lebih kasian lagi kalau kita menunda dan tidak meneruskan pemeriksaan ini.”

“Saya trauma dok..”

“Maksud Ibu?”

“Tahun lalu ayah saya di biopsy dan akhirnya di operasi…jujur saya masih trauma dengan ruang OK dan sejenisnya.”

“Hm… Ibu tenang saja, biopsy adalah jalan terakhir, Ibu berdoa saja semoga dalam seminggu ini setelah Jibran minum AB, benjolan tsb kemps, dan Ibu kembali  bawa Jibran control ya..”

 

Keluar dari ruang dokter aku benar2 cemas, khawatir dan semua perasaan jadi satu. Kupeluk tubuh anakku, mendekapnya lebih erat seolah tidak ingin melepasnya.

“Tenang Bunda, kita masih punya waktu seminggu, Insya Allah, dalam seminggu benjolan Kaka kemps…tetep berpikir yang positif, dan yakin bahwa Jibran akan baik2 aja.” Hibur ayah yang melihatku terus menangis.

Support yang sama yang aku terima dari Neng cantik. Bolak balik si Neng sms dan membesarkan hatiku, bahwa si Kaka ga apa2, si Kaka pasti sehat.

Hmmm… meski support tsb menyejukan hatiku, namun tetap aja aku ga bisa membohongi perasaanku, kecemasan itu terus melanda. Berkali kucoba membuang jauh2 ketakutanku tsb, berdoa dan berdoa semoga tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan.

 

Tiba akhirnya 5 hari AB yang diminum Kaka habis, sesaat sebelum berangkat ke dokter ku cek leher Kaka dan kuminta Kaka mendongakan kepala ke atas, surprise…. Benjolan tsb tidak keliatan, benjolan yang sebelumnya sebesar bakso, itu mengempes, alhamdulillah….. mudah2an penglihatanku ga salah.

5 hari selama mengkonsumsi AB, terus terang aku ga berani mengecek2 atau meraba2 leher Kaka, selain aku cemas, aku ga berani jadi tambah parno.  L L L

 

Sampai di ruang dokter Catur, aku bener2 tegang, sementara si kaka terlihat tenang dan tetep ceria.

“Kaka mau dipe(riksa) lagi ya Om, Kaka boboan di(si)ni kan Om..” seru Kaka exciting dan segera naik ke tempat tidur berbentuk mobilan, begitu melihat dokter memegang stetoskop.

Alhamdulillah… Bu, lihat, benjolan Jibran udah kempes kan beda dengan minggu lalu.”

Aku dan ayah saling berpandangan dan kemudian tersenyum lega,

“Benar kah Dok?” tanyaku mencoba meyakini.

“Ya Bu.. Jibran sehat, Jibran ga apa2 kok, Hmm.. bisa dimengerti Bu jika Ibu khawatir, namanya juga seorang ibu, catatan dari saya, terus maintenance dan jaga pola makan Jibran, dan tetap waspada jika sewaktu2 benjolan tsb membesar lagi, jika dilihat dari historical Jibran HB Jibran ini termasuk rendah Bu….  HB yang rendah jika dibiarkan bisa membuat daya tahan tubuh anak cepat drop, itu artinya si anak bisa mudah sakit dan terjangkit virus. Saya tidak akan merespkan obat apa2, karena HB Jibran meski rendah maih bisa ditolerir, yang penting asupannya yang masuk ke tubuh jibran harus diperhatikan ya Bu.”

 

Alhamdulillah……… keluar dari ruang praktek dokter tak henti2nya kuucap syukur, semua kuasa-Mu ya Allah…. Trima kasih ya Allah…..

 

Dan akhirnya, sekarang Jibran kembali rutin mengkonsumsi buah Beet. Air perasan beet setiap pagi jadi minuman wajib buat si Kaka, alhamdulillah si Kaka memang anak bageur… Beet yang rasanya langu itu tidak sekalipun ditolak si kaka, dia selalu menghabiskan perasan buah beet yang kusodorkan ke arahnya. Ahh.. nak… kamu membuat bunda bangga…..

Pola makan si Kaka pun terus aku maintenance…. Cemilan buah2an semakin aku perbanyak stoknya, maklum untuk sayuran meski doyan Jibran termasuk pemilih.

Ahhh…seolah tau kegelisahan Bundanya, Jibran benar2 membuat aku bangga, bagaimana tidak dalam sehari 2 bh pisang sunpride, 4bh markisa, 1bh jeruk habis dijadikan cemilan, belum lagi maniaknya si kaka sama salak, yang ga keitung deh berapa banyak salak yang dia makan saking doyannya, makasih ya Nak….. JJ

Untuk sayuran masih jadi PR, karena sayuran yang dia doyan hanya sayuran tertentu macam sayur bayam, dan sayur sop, tapi gpp, toh selain sayuran dia demen banget sama ikan, Ikan Lele dan kembung tetap menjadi favoritnya. Selebihnya minum susu itupun hanya kadang2 palingan dalam sehari hanya 1 kotak UHT aja dia minum.

 

Hmmm…. memang benar, melihat anak sakit, orang tua akan lebih sakit.

Alhamdulillah aku dikelilingi oleh org2 yang senantiasa selalu mensupport aku, ayah yang amat tenang dan selalu mensupport aku, keluarga yang ga henti2nya mendoakan, teman2 di MP, tengkyu  buat Jeng Wind atas semua supportnya, buat Neng cantik Neng cantik juga yang rela malem2 digangguin sms ku…. Lup u all…..

 

October 14, 2010 ** catatan Bunda yang berusaha optimis, “ujian” 1  sudah selesai, dan tengah berusaha menyelesaikan “ujian” berikutnya…. Insya Allah….  meski sesaat kurasakan kebahagiaan ini dan bersiap segera menghapus mendung berikutnya yang kini tengah melanda, Insya Allah....

 

 

 

[Renungan] Sesungguhnya Sesudah Kesulitan itu Ada Kemudahan

5.  Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7.  Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
8.  Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(QS.94:5-8)

 

Banyak perubahan yang dialami seseorang setelah ia mengalami ujian. walaupun perubahan itu ada yang bersifat baik atau sebaliknya. Sebenarnya setiap orang yang hidup, ia pasti akan diuji, baik ujian yang bersifat fisik maupun mental, lahir maupun batin. sehingga tidak ada seorang pun yang hidup didunia terhindar dari ujian. Ujian2 yang diberikan Allah kepada manusia akan selalu diberikan menurut kadar dan kemampuan. Allah Maha Mengetahui pastilah Dia akan bijaksana dalam memberikan ujian terhadap seseorang.

Ini bukti bahwa Allah SWT tidak akan pernah memberikan kesulitan yang tidak bisa diselesaikan oleh hamba-Nya. Dan tiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. tergantung pada usaha yang kita lakukan dalam mencapainya. Cepat dan lambatnya pencapaian akhir keinginan ada di tangan kita. Usaha yang kta lakukan sudah sedemikian keras dan optimal, ditambah keyakinan dan percaya diri yang besar. Padahal kita belum tahu hasil apa yang akan kita peroleh nanti. Namun, Allah sesungguhnya tidak akan melihat hasil, tetapi proses dalam mencapai hal itu. Karena Allah sudah tahu, di saat kita mengoptimalkan potensi kta itu berarti kita bersungguh2 dan berpasrah pada-Nya. Dan akhirnya nanti pasti tidak akan mengecewakan kita dan inilah yang terbaik bagi kita

Analoginya dalam kasus seorang siswa yang tengah menghadapi ujian semester. sebenarnya ujian adalah sebuah tes perbandingan kemampuan seseorang. Dimana ada kalanya tes itu berhasil, namun ada juga yang merasa gagal. jika berhasil ia akan mendapatkan nilai yang bagus, begitu jg sebaliknya. Namun parameter keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai2 yang keluat setelah ujian, namun banyak sekali aspek yang dapat ditinjau. ujian tidak hanya sebagai alat penghasil nilai, namun bisa jg berfungsi untuk menganalisa kekurangan yang ada pada diri kita. semakin banyak seseorang mendapat ujian, maka ia pun akan terbiasa dengan hal2 yang rumit. sehingga akan sangat memungkinkan untuk menghasilkan suatu pemecahan masalah yang lebih cermat, cepat , dan tepat di dalam kehidupan nyata. Semakin sering seseorang gagal, maka peluang dia untuk berhasil semakin besar….

akhir kata ujian hanyalah sebuah momen khusus yang diberikan kepada menusia, sehingga ia mampu mengambil hikmah dari ujian tersebut. dan hikmah tsb akan muncul bila kita berusaha maksimal untuk mencapainya. dan percaya lah bahwa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana yang mana tidak akan memberikan segala sesuatu yang tidak menurut kemampuan dan kadarnya. Waallhualam bishowab..

Janji Allah untuk memberikan kemudahan setelah kesulitan bukanlah dengan serta merta saja tanpa usaha. . Ada dua syarat yang diberikan Allah swt. agar setiap kesulitan itu menimbulkan kemudahan, yaitu:

 

Pertama : Kerja keras...

”Apabila kamu telah selesai dari suatu urusan,kerjakanlah dengan sungguh sungguh urusan yang lain”(QS.94:7). Umpamanya seorang mahasiswa yang mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan biaya study, maka dia termotifasi untuk memikirkan apa yang dapat dikerjakannya untuk mendapatkan dana biaya study, setelah berfirkir panjang maka dia memutuskan akan bekerja keras untuk mengikuti kursus computer umapamnya, atau  setiap sore pulang kuliah, atau dihari minggu dan hari libur dia bekerja keras untuk bertani atau beternak, atau keterapilan lainnya. Setelah bekerja keras itulah kemudahan tersebut akan lahir sebagai hasil dari kerja kerasnya tersebut.

 

Kedua: Optimis (penuh pengharapan).

“Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS.94:-8). Setelah bekerja keras hendaklah diiringi dengan jiwa yang optimis penuh pengharapan kepada Allah dengan banyak berdoa menggantungkan harapan kepada-Nya. Karena bagaimanapun usaha seseorang tanpa izin dan taufiq Allah  usaha itu tidak akan ada hasilnya, karena yang menentukan hasil itu adalah Yang Maha Kuasa. Kita hanya berusaha, dan berharap agar Allah memberkati usaha kita sehingga mendatangkan hasil sesuai dengan harapan kita.

 

Demikianlah, apabila kesulitan itu dihadapi dengan berfikir positif dan bekerja  keras dan diiringi dengan jiwa yang optimis penuh pengharapan, maka setiap kesulitan yang kita hadapi akhirnya akan melahirkan kemudahan yang kita harapkan.

 

Life is hard, but it's still fun.

Sunday, September 5, 2010

[Family] Mudik yuuukkkkk……………

Huwaa…. Baca postingan Bu Mil jadi mupeng pingin ikutan nulis……

Mudik kemana tahun ini?? Hmm… ga jauh2 kok ke Cirebon aja kampungnya si ayah.

Rencana berangkat Rabu 8 Sept, dan balik ke Jkt 14 Sept, cukuplah seminggu di sanaJ

 

Tadi malam abis bikin kue kue dan tarawih, nyempetin packing2, sempet keder juga, kok ya barang yang mau dibawa banyak banget yaaa?? Akhirnya setelah disortir lagi, jumlah yang dibawa mendingan deh sedikit berkurang.

Total 1 trolly bag isinya pakaian aybund, 1 lagi tas traveling isinya pakaian si Kaka, mainan dan perlengkapannya.

Urusan packing pakaian emang sengaja didahulukan karena biar gampang natanya di koper, biar ga ada yang kelupaan di bawa aku sengaja bikin cek list, dan ditandain untuk barang yang udah dibawa.

Nt malam packing untuk pernak-pernik, macam obat2an, symbicort bunda ga boleh lupa pastinya, buat jaga2 kalo ditengah jalan sesek nafas, gawat kalo sampe ketinggalan, obat2an jibran, macam sanmol, thermometer, minyak telon dan kelengkapannya, sampe kasa dan betadine juga harus bawa.

Hm… untuk perlengkapan makan si kaka aku dah pesan mie Pelangi sama  Mba Diah, mudah2an hari ini sampe.

Untuk buah2an ntar aja cari di Cirebon, sementara kalo untuk di jalan udah pesen sama Uti minta dibikinin lontong ala China buat bekel si Kaka.

 

Rencana mudik tahun ini beda dengan tahun sebelumnya, kali ini kita sengaja pake Kereta ga bawa mobil, karena jadwal pulang mudik yang ga barengan, biasanya kan sebelum2nya aku dan adik iparku kalo mudik barengan jadi bisa muat dalam 1 mobil dan sekali jalan, namun… karena adik iparku baru bisa pulang tgl 9 siang, dan yang 1 lagi keukeuh pingin pulang tgl 5 Sept, dan yang satu lagi pulang bareng temen2 kuliahnya konvoi tgl 7, lohh terus kalo kita pulang bawa mobil bertiga aja, aybund plus si Kaka ayah ga mau… ayah ga mau resiko kalo berjalan hanya bertiga aja dan ga ada cowoknya, suasana mudik pula pasti macet, ga ada yang gantiin nyupir,. Hmm.. okelah kalo begitu, sepakat naik kereta aja… lagian si Kaka kan dah gede ini, ga bakal rewel, dan jadilah 5 Aug lalu aku pesan tiket kereta Argo Jati.

 

Saat dikasih tau kalo kita akan mudik naik kereta, wuaaa… exciting banget si Kaka, “Asyiikk… nanti Kaka naik Thomas ya Bunda….??” Dan tiap hari nanyaaa mulu, “Bunda kapan Kaka ke Ci(re)bon?, Kaka mau naik kereta…”

Hmm… aku sendiri udah ga sabar pingin segera mudik, ditambah hari ini suasana kantor juga dah sepi, dah banyak yang mudik, hmmm.. jadi pengen cepet2 mudik…

Mudik kali ini pasti tambah seru karena si Kaka kan dah gede, dah bisa diajak discuss maunya apa, dah ga seribet dulu waktu baby, karena banyak bawaan yang kudu dibawa, Cuma 1 yang masih aku pikirin, gimana kalo malam Kaka tidur? Maklum Cirebon itu sumpahhh panaaasss.. banget daerahnya, di sana ga ada AC pula, kebayang si Kaka gelisah bgt pastinya tidur tanpa AC, mudik sebelumnya aja saat si Kaka rewel ngamuk karena kepanasan, pake kipas angina ga mempan, terpaksa si Kaka ditidurin di mobil, kena AC baru deh tuh anak ga rewel. Hmm….. kayanya besok bakal jadi malam panjang nih ngeliat episode si Kaka rewel tidur….

Sempet cetting sama Bunda na Devan tentang ini yang kebetulan sama2 org Cirebon, ternyata sama aja, si chubby itupun ga bisa tidur karena kepanasan. Duhh anak2 sekarang yaa…. ketergantungan banget sama AC… L

 

Sementara kami mudik, alhamdulillah rumah ada yang nempatin, Abah sama Uti sepakat akan tidur di Jajar, tahun inipun gantian Mama Tika ga mudik, tanggung katanya karena Okt nanti mertuanya akan pergi Haji, jadi pulangnya ditangguhkan Okt depan aja.. Sippp.. deh.. aku ga was2 ninggalin rumah kosong.

 

Nanti malam pulang kerja  rencananya mau ke C4 Depok, belanja daging dan teri, mau bikin rendang ahh sama balado teri… bikin yang kering2an biar awet. Buat si Kaka udah pesen sama Emih (Ibu mertua) untuk stok kentang dan wortel plus telur puyuh buat makanan Kaka, lagian kan dah ada mie sayuran… J

Mudah2an semua sesuai rencana ya… amin…

 

So… buat temen2 di kesempatan ini pula aku haturkan : Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin, maap2 ya Ibu2… kalo setahun ini aku salah2 kata, salah2 comment, salah2 posting, pokoknya buat semua salah yang ada, hapunteunn…… bukan kesengajaan pastinya…..

 

 

 

 

 

 

 

Met mudik……… temans…. J