Showing posts with label intermezzo. Show all posts
Showing posts with label intermezzo. Show all posts

Sunday, July 1, 2012

[curcol] Telak......

'
'
'
Huhuhu..... bener2 ga nyangka, bener2 deh rela2in begadang tadi malam ternyata berakhir 'sendu'. Gemesss rasanya....... meski mata udah melotot nahan kantuk, berharap ada keajaiban, hikss...ternyata pertandingan tadi malam adalah final yang berakhir dengan anti klimaks.

Skor 4-0 bener2 diluar dugaan, bayanganku paling ngga kalopun kalah 2-1 lah... tapi kenyataannya ga tercipta 1 golpun dari itali, pffhh...itali yang banyak diprediksi orang akan memberikan perlawanan sengit seperti yang mereka tunjukkan ketika mengalahkan Jerman di semifinal lalu ternyata tidak terbukti. justru Spanyol langsung mengambil kendali permainan.

Tertawa penuh kemenangan dari adikku, hhh.... belum lagi BB trang tring.... ngenye2 karena aku jagoin Itali, merugi..... harusnya bisa dapat pulsa gratis gagal...(
Padahal sesiangan udah janian nobar, bela2in semalam bikin cemilan and nyediain kopi buat yg pada nonton, ga sebanding rasanya, begitu pertandingan mulai, suasana rumah pun mulai heboh dengan teriakan, kehebohan terjadi ketika 30menit di babak pertama gol cepat dari David Silva bersarang di gawang itali, wuaaa........ panik.com..... berharap itali mampu mengejar ketinggalannya. Tapi lagi2 harapan buyar,  ehh...Itali kebobolan lagi setelah gol dari Alba di penghujung babak pertama, ampunnn.......
Suasana makin heboh.
Hmmm.... mencoba menghibur dalam hati, gpp masih ada babak kedua, bahkan sempet pasang status di BB, still hope.... :P

Masuk ke babak kedua, bener2 masih berharap Azzuri  mampu bangkit, sayangnya di babak kedua, permainan Itali makin mendem, bener2 ga ada serangan berbahaya ke gawang Casillas. Sebaliknya Spanyol malah menambah keunggulan dibabak kedua ini, setelah gol ketiga diciptakan oleh melalui gol Fernando Torres di menit 84 dan klimaksnya gol terakhir dari Juan Mata tiga menit kemudian. Akhirnya, skor 4-0 untuk Spanyol berakhir hingga peluit panjang dibunyikan.

                                              Andrea Pirlo & Balotelli bersedih

Wuaaa....lengkap sudah, kemarin jagoin portu ternyata portu gagal, kemudian terobati setelah itali menang atas Jerman, eh..sekarang balik sedih lagi, setelah Itali kalah telak dari spanyol, bener2 deh.....

Tapi emang kok tadi malam spanyol main bagus, viva spanyol..... team yg membuktikan pada dunia bisa memang 3x berturut2......


Thursday, June 28, 2012

[curcol] Go Azzuri... ^__^

'
'
'
Yess.... akhirnya terbayar sudah, rela deh 2malam begadang  dan tadi malam balas kekalahan portu kemarin trus mantengin tv demi azzuri sayang... he..eh......

Kalo ada yang bilang kurang kerjaan, sampe setting alarm segala, demi ga kebablasan... ahhh 
EGP deh..
Doooh.... ini masalah hidup dan mati, tsaaahhh... lebay.... hehe ga segitunya sih.

Yuappp... kebiasaanku adalah baru akan mantengin si kulit bundar ini begitu menjelang perempat final, semi final dan puncaknya final, kalo masih babak penyisihan sih lewat2 aja... hehe...

Dan puncaknya pas kemarin semifinal, dendam kesumat ceritanya setelah portu dikalahin spanyol melalui penalti. Doohh.... padahal nih mata udah ngantuk2... tapi demi ronaldo teteup dijabanin deh melek sampe subuh, dan hasilnya..hikkksss...portu pulang kampung.
Langsung bb trang tring2 meski tengah malem, senyum kemenangan buat yg megang spain, dudullll...

Belum kapok semalem lanjut lagi, kali ini berani pegang Italy setelah hampir semua orang jagoin Jerman. Nope...teteup yakin team Azzuri yang menang.... imbalannya pulsa 100 buat yg menang... hahaha.... dosa nih...  Adikku bilang taruhan dosa kalo kalah, kalo menang mah ngga dosa, wkwkwk.... sebaliknya buatku dosa kalo taruhannya uang kalo pulsa mah ngga... hehehe... :D

So kesimpulannya, bahagiaaa banget pagi ini, ngantuk terbayar setelah semalem liat Azzuri lolos final dan 1 jul nanti ketemu spain....
Ahhh.... teteuppp... jagoin Azzuri donk.....hmmm... mudah2an nanti di final Mario Balotelli dan Cassano serta beberapa pemain lain bermain seperti saat melawan Jerman.... semogaaa....



================
**curcol only nih.....



Wednesday, February 15, 2012

[curcol] mendampingi ketika sakaratul maut

http://silatama.com/wp-content/uploads/kematian.jpg


Baca postingan teh icho tentang kematian
kematian jadi teringat saat sabtu lalu aku nemenin kaka sepupuku disaat2 terakhirnya menghembuskan nafas, sungguh sebuah pemandangan yang memilukan. Aku bener2 jadi saksi ketika kaka sepupuku sakaratul maut, nadi makin lama makin lemah, tensi makin drop dan akhirnya dokter menyatakan meninggal setelah sebelumnya terjadi kengototan dari budeku yang meyakini kalo anaknya belum meninggal.

Semua terjadi di ruang ICU. Sabtu subuh itu aku ditelpon oleh Ibuku yang ngabari kalo anaknya bude masuk ICU dari kemarin, dan segera aja Ibu pergi menjenguk diantar oleh adikku Mama Tika. Siangnya setelah jemput Kaka Bimba akupun menyusul ke RS. Sampe RS aku langsung menuju ruang ICu tempat dimana kaka sepupuku dirawat. Sungguh memilukan, melihat kaka sepupuku tergolek tak berdaya, dalam keadaan tidak sadar, kedua tangan diikat, seluruh alat2 kedokteran menempel ditubuhnya, selang di hidung dan mulut, bahkan kedua mata kaka sepupuku itu ditutup kain kasa karena kaka sepupuku tidak bisa merem secara alami.

Sampai aku disana aku belum bisa bertanya diagnosa apa sebernya, menurut bude, awalnya kaka datang ke RS dengan keluhan tidak bisa pub dan tidak bisa pipis, setelah di periksa lab, dokter tidak mengizinkan kaka sepupuku pulang langsung meminta untuk rawat inap dan langsung masuk IMC (intermediate care). Padahal kondisi kaka sepupu saat itu masih sadar, dan besokannya kondisi kaka sepupu makin drop kemudian dipindahkan ke ICU sampai seperti diatas aku ceritakan.

Saat aku menjenguk aku sempet ketemu dengan dokter yang menangani kaka sepupuku, dan sempet berbicara dengan beliau, menurut dokter kondisi kaka udah parah, dan sangat kritis, kalo bicara kesempatan hidup sudah sangat tipis, bahkan katanya dokter lagi obat2an yang diberikan dokter saat itu udah sangat maximal, namun belum juga memberi progress yang significant malah makin kesini kondisi kaka sepupu makin drop.

Dan jadilah hari itu aku diminta oleh Ibuku untuk mengurus semuanya karena Bude dan Pakde masih shock dan ga bisa berpikir jernih. Saat dokter mengatakan bahwa pasien tidak boleh ditinggal dan harus ditunggui karena segala kemungkinan bisa terjadi, maka akulah yang diutus untuk menemani kaka sepupuku di ruang ICU. Kulihat dokter dan suster bolak balik kedalam ruang ICU mengecek kondisi kaka sepupu, selama aku disitu kondisi kaka sepupu makin menurun dan ga stabil, tensi dan tekanan darah drop, bahkan di layar beberapa kali sempet menunjukan angka 0 dalam artian sudah sangat kritis. Tepat jam 2 aku pamit sebentar ke suster untuk izin sholat, selesai sholat niatnya aku mau makan, dan belilah makanan dan dibungkus, maksudnya mau makan diruang tunggu aja, baru aja aku sampe atas dan mau makan, tiba2 ada telpon, aku diminta segera ke ruang ICU karena pasien gawat. Saat aku tiba di ruang ICU, kulihat suster sedang menekan2 dada pasien, dokter disitu bilang kalo kondisi pasien sudah diambang kematian, beberapa kali tampak di layar tidak ada pergerakan, saat itu alat2 masih terpasang, dokter bilang lagi jika alat bantu nafas dicopot pasien sudah meninggal, kontan aku langsung ngejerit ga percaya, dokter minta keluarga yang lain kumpul, segera aku panggil bude dan pakde juga ibud an sodara2 lain yang kebetulan ada, kami semua kumpul di ruang ICU. Dokter mengatakan hal yang sama kepada bude dan pakde, serta merta bude pakde ga percaya kalo anaknya meninggal, oleh dokter diberi penjelasan, tetep aja bude pakde ga percaya dan minta dokter terus mengusahakan. Hal terakhir yang dilakukan dokter adalah membiarkan pasien selama 10menit tanpa diberi bantuan alat untuk memastikan bahwa pasien benar2 sudah meninggal, hal ini dilakukan karena pakde dan bude masih ga mempercayai jika anaknya dinyatakan udah meninggal, ketika akhirnya 10menit waktu yang diberikan berakhir dan pasien sama sekali ga bereaksi, dilayar juga sudah tidak ada pergerakan, menangislah bude dan pakde.

2kali aku menyaksikan kejadian sakaratul maut, pertama saat alm abah dan kedua alm kaka sepupuku. Benerannya ga tega, dan jadi parno, kadang jadi membayangkan diri sendiri dalam kondisi seperti itu, ya Allah betapa berartinya kesehatan, betapa berartinya hidup yang hanya sementara ini, betapa banyak hal yang belum dapat aku lakukan sebagai umatmu yang baik.

Dan diagnosa terakhir penyakit kaka sepupuku adalah chrons disease.
Sebuah sakit yang menurut dokter bisa ditangani sejak dini padahal, namun karena ketidak tauan pasien dan kurang awarenya pasien sehingga menimbulkan sakit ini menjadi kronis.

Doaku untuk kaka sepupuku, semoga beliau dilapangkan jalannya diampuni segala dosanya, diberi tempat yang baik disisi Allah, amin...


Monday, December 19, 2011

[copass] Ibuku Bukan Babysitter Bagi Buah Hatiku


*****
'
'
'
==> tulisan ini saya copass dari link kompasiana

di copass sesuai asli, tanpa tendesi apapun.... sekedar untuk share, sebuah tulisan yang menginspiratif, mengharu biru, teringat Uti aka Ibuku tersayang....
Luv u uti..... selamat hari Ibu, 22 Dec nanti....



*****************************************************************************

Ibuku Bukan Babysitter Bagi Buah Hatiku

OPINI | 19 December 2011 | 18:34 974 32 6 dari 6 Kompasianer menilai inspiratif

13242944251838291217

Ilustrasi: Google Image

Berbahagialah kita yang saat ini masih memiliki ibu. Ibu adalah sosok yang selalu memberikan kedamaian dalam hidup. Kasih sayangnya tak pernah pupus dimakan waktu. Menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan yang tak terkira. Kita akan bisa merasakan bagaimana cinta dan sayangnya kita terhadap buah hati kita pada saat kita menjadi seorang ibu.

Karena itu sudah sewajarnya dan seharusnya kita membalas semua kasih sayangnya dengan selalu membahagiakannya selama sisa hidupnya. Kita ingin agar orang yang telah membesarkan kita dengan keringat dan airmatanya, di masa tuanya bisa merasakan ketentraman dan kedamaian. Hanya satu kebahagiaannya, ia ingin melihat buah hatinya tumbuh dewasa dan hidup bahagia. Ia pun ingin melihat tumbuh kembang cucunya dengan sejuta harapan bahwa mereka mampu menjadi penerus generasi orangtua mereka.

Mungkin di antara kita pernah ada menyaksikan seorang nenek yang sedang menggendong cucunya. Nenek yang tampak letih itu dengan senyum mengembang tanpa kenal lelah mengasuh si kecil dengan penuh kesabaran. Terkadang ia mengajak main si kecil, menyuapi si kecil makan, memandikannya atau meninabobokan cucunya dengan penuh kasih sayang. Semua yang dilakukannya sungguh tanpa pamrih.

Sementara ibu dari bayi mungil itu tengah sibuk dan berkutat dengan pekerjaannya di kantor atau sedang berada di luar rumah. Bahkan mungkin hampir seharian. Bisa kita bayangkan betapa lelahnya tubuh renta itu mengasuh cucunya di rumah sambil menantikan kehadiran anak atau ibu dari cucunya itu pulang.

Terkadang himpitan dan tuntutan ekonomi membuat kita merasa berat untuk menghadirkan seorang baby sitter atau Pembantu Rumah Tangga (PRT) untuk menjaga dan mengasuh buah hati kita selama kita beraktifitas di luar rumah. Idealnya, kehadiran nenek atau ibu kita adalah hanya sebagai pengawas bagi babysitter atau PRT tersebut dalam menjaga dan mengasuh cucunya atau buah hati kita.

Mungkin di antara kita juga memiliki pertimbangan lain. Bukan masalah materi atau kemampuan dalam menggaji baby sitter atau PRT, namun lebih kepada rasa kepercayaan dan kenyamanan. Kita merasa bahwa buah hati kita akan lebih aman bila diasuh sendiri oleh neneknya ketimbang oleh Babysitter atau PRT.

Melihat kenyataan tersebut, mungkin bagi sebagian orang menganggap hal itu sudah biasa bila nenek begitu menyayangi cucunya. Namun terkadang kita lupa akan satu hal. Ketika kita telah berumah tangga dan memiliki keluarga kecil. Ada suami dan anak-anak yang lucu dan sehat, namun peran ibu kita masih terus berjalan dalam kehidupan kita.

Kita lupa bahwa ibu kita sudah saatnya duduk manis dan hanya menyaksikan perkembangan cucunya. Ingatlah, tubuh tua itu telah letih sekian lama membesarkan kita hingga akhirnya kita memiliki kehidupan sendiri. Mungkin kita lupa bagaimana memperlakukan ibu sebagaimana mestinya. Ibu kita hanya seorang yang telah lanjut usia. Bukan masanya lagi baginya untuk mengurus dan mengasuh bayi/anak kecil.

Betapapun sayang dan cintanya ibu kita terhadap anak dan cucunya, namun bukan berarti kita bisa merasa lega menitipkan buah hati kita pada sosok tua itu. Bukan berarti kita bisa leluasa membiarkan ibu kita yang memandikan atau menyuapi cucu-cucunya. Jangan biarkan kesibukan kita sebagai wanita karier melupakan hal tersebut. Ingatlah satu hal, tubuh tua itu telah letih dan sudah saatnya ia menghabiskan sisa hidupnya dengan rasa damai tanpa harus direpotkan mengurus cucu-cucunya.

Perlu kita ingat bahwa ketika kita memutuskan untuk membina rumah tangga dan hidup mandiri, konsekwensi hidup tanpa campur tangan orang tua, mau tidak mau harus kita hadapi. Hidup itu pilihan. Kita dihadapkan pada sebuah pilihan, antara tetap berkarier atau menjadi ibu rumah tangga. Sekalipun berat meninggalkan buah hati kita pada Babysitter atau PRT yang notabene orang lain, namun percayalah dengan kekuatan doa dan sejuta keyakinan di hati bahwa Tuhan akan senantiasa menjaga buah hati kita di manapun dan dengan siapapun ia berada.

Sahabat, apalah arti kekayaan dan kehebatan yang kita miliki bila kita masih memperlakukan ibu kita layaknya Babysitter atau pengasuh bagi putera-puteri kita. Sesungguhnya, ibu kita tak pernah mengeluh sepanjang hayatnya. Ia tak pernah menampilkan wajah letihnya. Yang ada di hatinya adalah ia ingin mengasuh dan membesarkan cucu kesayangannya dengan tangannya sendiri. Seolah-olah cucunya itu adalah anaknya sendiri.

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Itulah fakta yang kita hadapi saat ini. Kelak kita akan merasakan betapa berat perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Karena cinta dan kasih sayang seorang ibu tak pernah lekang oleh waktu. Di masa tuanya kini, sudah saatnya kita sebagai anak menyaksikan ibu yang kita kasihi dengan sepenuh hati hidup dengan tenang dan damai.  Di sisa hidupnya, jangan pernah kita biarkan ia merasakan kelelahan dalam membesarkan buah hati kita.

Ibu, jasamu sungguh tiada terkira. Tak satupun kata yang sanggup melukiskan betapa cinta dan kasih sayangmu melebihi apapun di muka bumi ini. Izinkanlah aku untuk membalas semua cinta kasihmu. Apapun yang kuberikan untukmu selama ini tak sebanding dengan curahan kasih sayangmu kepadaku. Tulus kasihmu mengalir tiada henti setiap waktu. Ibu, izinkan kucium dan kupeluk engkau, sekedar ingin kuungkapkan betapa aku sangat menyayangimu.

Tulisan ini kupersembahkan untuk ibuku tercinta. Semoga ia selalu sehat dan Tuhan berkenan memberiku kesempatan untuk selalu membahagiakannya.

I love you, mom… really really love you.

Selamat Hari Ibu.


Monday, November 21, 2011

[curcol-bunda] Nyaris menang.....

Masih belum bisa tidur, bingung mau ngapain.... Suntuk...mending curcol malam2.... meluapkan perasaan sejenak...

Hmmm..menguras tenaga setelah nonton pertandingan Indo Malay barusan.... Sejak ba'da magrib udah stand by depan tv, ditemenin teh anget dan cemilan.... siap adu teriak... siap lompat2...

Menit2 awal pertandingan, puasss banget karena Indonesia unggul lebih dulu lewat gol Gunawan Dwi Cahyo (teteupp..ganteng..)  pada menit kedua. Dari tengah kotak penalti, Gunawan menanduk bola hasil sepak pojok Okto, dan bola masuk sudut kanan atas gawang Fahmi. Dan...golllll....... spontan teriak dan lompat2.....
Selepas gol Gunawan, permainan berubah. Malaysia berusaha mengendalikan permainan dengan penguasaan bola dan Indonesia kesulitan merebut bola dan membangun koordinasi permainan yang rapi, wuaaa..... Indonesia terancam....

Selanjutnya..makin rame makin seruuuu.... publik Senayan bungkam ketika Malaysia mencetak gol penyama dari serbuan si Baddrol dan berakhir dengan sundulan si Asrarudin (kalo ga salah...)
Hiksss...akhirnya 1 - 1.

Dan Skor 1-1 bertahan sampai babak pertama selesai. Dibabak kedua sempet terjadi gol dari Ferdinand tapi dianulir wasit karena Okto dalam posisi offside. Malaysia juga sempat mencetak gol, tapi juga tidak sah karena offside. Gemesss......

Perpanjangan waktu yang ada ga membuat skor berubah, dannnnnn akhirnya penalti. Sedihhh... karena timnas U-23 Indonesia kalah 4-5 dalam adu penalti dalam final Sea Games melawan Malaysia dan gagal merebut emas.

Meski Titus Bonai yang menjadi penendang penalti pertama suskes mengemban tugasnya namun pemain Malasia, Mahali, membuat kedudukan seimbang 1-1.Makin deg2an.... ketika tendangan kedua, Gunawan, gagal menciptakan gol karena bola membentur tiang gawang sementara Malaysia membobol gawang Indonesia dan akhirnya kedudukan  sama setelah Egi berhasil menyarangkan bola dan mendapat harapan karena tendangan algojo ketiga Malaysia ditahan kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga. Pemain Indonesia U23 sementara unggul, tapi kemudian disamakan lagi oleh Fadhli. Dan eksekutor terakhir tendangan Ferdinand  ditahan oleh kiper Malaysia namun selanjutnya eksekutor terakhir dari pemain Malaysia yaitu Baddrol, tendangannya masuk ke gawang dan menjadi penentu hasil pertandingan. Disini pasti yang paling sedih adalah Gunawan dan Ferdinand, gimana tidak, Gunawan lah yang menyarangkan gol melalui sundulannya di menita awal pertandingan tapi begitu kesempatan penalti diberikan dia malah ga berhasil, sama seperti Ferdinand yang berhasil membuat gol tapi kemudian dianulir karena offside, dan ketika giliran u/ eksekutor dalam penalti malah gagal. Hiksss.....

Wuaaa.... sempet ga percaya, ketika akhirnya Garuda Muda kalah 4-5 dari Harimau Malaya..... Selanjutnya nangisss..... spontan.... si Kaka bingung liat emaknya mewek.... wuaaa........ kecewa iya, tapi mau gimana.... pastinya team U23 udah berjuang habis2an... main 90menit ditambah perpanjangan waktu 30 menit... pastinya menguras tenaga dan energi. Bolak balik di tv pun disorot para penontong yang kecewa, menangis... dannnn ajaib.... stadion GBK langsung sepiii.. saat penyerahan medali kepada pemenang...bangku penontong nyaris kosong......

Sedih iya kecewa pasti... begitu buka lappy malah gregetan... iya Indo kalah tapi kenapa trus bersliweran status yang ga enak dibaca sih.... Aku ga punya FB tapi ayah punya dan ketika ayah nunjukin status orang2... rasanya makin sumpekkk... wedewww..... Garuda Muda udah main bagus kali... udah habis2an.. siapa juga mau kalah... kalo kita kecewa apalagi mereka yang main.... mereka juga pasti kecewa dan sedih.. tuh Andik sampe nangis....

*tetep ga setuju liat status orang2.....

 Apapun itu... aku tetep dukung timnas....

Garuda "tetap" di dadaku


**end.....

 

================

*puasss bisa nulis malem2.... buat yg ga berkenan baca... maaffff.....

Saturday, November 19, 2011

[Intermezzo] Kepincut Diego.... ^__^

  Diego??
Hmm.. pertama kali liat tampangnya langsung kepincut. Haha..tampang2 bad boy... and ditunjang postur tubuh yang menjulang, rambut model "Indian Mohawk" plus wajah brewok.... sukaaa banget liat gayanya.. sosok Diego Michiels bernomor punggung 24 juga punya "sex appeal",  emberrr..brondong satu ini yang usianya baru 21th, punya daya pikat
yang kuat buat lawan jenisny, pastinya.... nih buktinya.....



Siapa sih dia??


Spt aku kutip dari seputar-indonesia.com, Diego adalah seorang pemain naturalis, wajahnya yang garang saat di lapangan, sekarang jadi idola baru para pendukung timnas U-23, khususnya buat kaum hawa. Kini, perjuangannya menjadi warga negara Indonesia (WNI) terbalas dengan terpilihnya pemain berusia 21 tahun itu dalam pasukan Rahmad ’RD’ Darmawan. Tidak tanggung-tanggung, pemain yang saat ini tergabung dengan Pelita Jaya itu adalah pemain kepercayaan RD di sisi kiri pertahanan timnas U-23.



Berikut biodata Diego,

Nama Lengkap : Diego Michiels

Lahir : Deventer, 8 Agustus 1990

Posisi : Gelandang, Defender

Tinggi : 178 cm

Berat Badan : 65 kg

Orang tua : Ayah (Indonesia) dan Ibu (Belanda)


Jiaahhh..lengkap bener ya datanya....
Ga apalah, namanya lagi kepincut, anggep aja euforia sea games..... *maksa....

Btw semalam liat penampilan Diego waktu melawan Vietnam, wuaaa..makin sukaaa.... Energik banget dia...larinya juga cepet banget....
Mudah2an besok di laga Final, Diego sang bad boy bisa tampil lagi saat melawan Malaysia.....

Irfan Bachdim mah lewaaatttt.........







====================
*tulisan iseng siang2.....

Saturday, October 15, 2011

(intermezzo) iseng ini mah...

hihihi.....dasar iseng, ini lah ulah adik iparku yang behasil ngebujuk n make over si kaka jadi kaya gini.....

Wednesday, June 8, 2011

[Intermezzo] Feel in love

 

Emang deh kalo lagi feel in love rasanya gimanaaa gitu…….

Yang ada Cuma kangen.. seneng…….

Kangen.... seneng….. bolak balik gitu mulu, wuaaa…….

 

Loelebay ahhhh….. haha… J

 

Pokoknya SUKAAA…  aja liat pict ini….

I luv  J2K…

 

.

.

.

Sstt… boleh dunk ber-intermezzo dikit ditengah kerjaan yang menumpukkkkkk…… daripada mumet sendiriii.... ho..oh...

peace….

Sunday, May 22, 2011

[memory] kaya gemblong….

 

Gara2 ikutan mode, terkesan maksain diri dan ga ‘eling’ apakah mode itu sesuai dengan diri kita ato tidak, jadinya malah di ‘ledek’ anak sendiri deh.

Bermula penasarannya aku sama jilbab arab yang belakangan lagi in banget, trus ceritanya beli daleman tsb, bolak balik nyoba dan matut depan cermin, ada perasaan ga pede, wuaa.. kok wajahku jadi mbulet begini ya…. Padahal kalo liat dina lorenza di tv kok dia keren bgt pake daleman arab, trus di kereta tiap hari liat cewek2 pake kaya gitu kok bagus ya… termasuk Mama Tika juga yang keliatan bagus pake daleman arab itu, ho-oh.. bikin aku makin penasaran….

 

Akhirnya setelah selama ini hanya berani mematut depan cermin, ceritanya Sabtu kemarin pas antar si Kaka skul, aku pakelah daleman arab itu, dannn….. inilah reaksi yang terjadi…

 

Situasi : sambil mematut di cermin, sibuk pake jilbab dan dalemannya.

“Gimana yah, cantik ga bunda pake ciput arab ini?”

“Emang kenapa kok sekarang pakenya kaya gitu, yang biasa aja kenapa?”

“Ditanya kok balik nanya yah?”

“ Hehe…. Kalo mau jawaban yang jujur tanya ke Jibran aja gimana?”

 

Berikutnya,

“Kaka… sini deh… gimana Ka, Bunda pake jilbab kaya gini cantik kan??”

Si Kaka sibuk merhatiin Bundanya, tiba2…

“Cantik kok  Bunda… “

Wuaa…. Langsung pede denger jawaban si Kaka…., kemudian aku berjongkok dan mencium pipi chubby si Kaka…. Dan bilang makasih…

Reaksi berikutnya si Kaka malah nowel2 pipiku dengan gemas… “Cantik bunda… kaya gemblong…”

 

Cantik kaya gemblong… maxudnya????

 

*tersangka si Gemblong ga pede mau majang fotonya cukup manekin aja yang dipajang, hehe…. J\

 

pic fr.here

 

 

Tuesday, March 29, 2011

[Story] Menangkap basah “pengutil”

 

Hari Minggu lalu, agenda pasca tgl 25 pastinya ke Tip Top u/ Belanja bulanan. Pengalaman yang sudah2, jika tgl 25 nya jatuh saat week end sudah pasti situasi di Tip Top bakal rame dan penuh pengunjung, so diputuskan kami belanja malam hari menjelang Tip Top tutup dengan asumsi kalau malam pengunjung sudah sepi dan cari parkiran juga gampang. Jadilah malam itu kami baru berangkat dari rumah setengah 9 malam.

 

Sampai di Tip Top hampir jam 9, si Kaka sudah tertidur di mobil namun langsung bangun begitu dikasih tau udah sampai Tip Top, segera aku belanja sesuai dengan catatan yang telah aku siapkan,

Alhamdulillah meski rame tapi ga terlalu padat, so masih cukup nyaman lah buat berbelanja.

Setengah jam berikutnya aku udah ada di antrian kasir, waktu udah menunjukan pk setengah 10 malam, pintu masuk Tip Top pun sudah mulai ditutup, yang artinya tidak menerima lagi pengunjung berikutnya, kasir hanya akan melayani mereka yang sudah ada di dalam swalayan.

Antrian di kasir cukup panjang seperti ular melingkar, beberapa security nampak berjaga2 di sekitar kasir, bergantian dengan ayah aku antri di kasir, sementara si Kaka asyik nangkring di atas trolly.

Sesaat masih dalam antrian aku terlupa sesuatu barang yang belum dibeli, ”Yah, sebentar ya aku mau ke rak sabun dulu, lupa belum beli sabun mandi Kaka nih.” pamitku pada ayah.

Segeralah aku menuju rak2 sabun, begitu sabun yang kuinginkan kutemui segera aku ambil dan kembali ke antrian, sesaat mau balik ke antrian, sekelebatan aku melihat seorang mbak2 di sebelahku memasukkan sesuatu barang yang diambil dari trolly belanjaannya kedalam tasnya. Hah? Aku sempet kaget. Tapi aku yakin ga salah lihat, aku yakin banget kalo mbak2 tsb benar2 memasukan barang ke dalam tasnya, reflek aku pandangi si Mbak2 tsb, seolah dia sadar ada yang memperhatikannya, mata kami saling bertatapan, aku masih aja melongo dan ga percaya, sebaliknya si mbak2 tsb malah natap balik ke arahku, ga ada perasaan bersalah kalo baru saja dia ketangkap basah olehku, tatapan si mbak2 tsb malah terkesan nantangin seolah bilang, “Napa lo liat2 gw?” Wuaaa……

 

Aku pun bergegas pergi tanpa berucap sepatahpun. Sampai di antrian kasir aku cerita ke ayah tentang kejadian tsb, ayah nanya orangnya yang mana? Segera aku tunjukin, dasar ”jodoh” si mbak2  yg ngutil tadi malah bersisian ngantri di kasir, spontan aku bilang, ”Itu yah orangnya..” seruku ke ayah, si mbak2 tsb menoleh ke arah aku dan ayah, ga tau kenapa dia keliatan salting padahal sebelumnya dia terkesan nantangin aku yang mergokin dia ngutil. Si mbak2 tsb keliatan sibuk telponan sms-an, mainin HP nya.

 

Tiba giliranku sampai di meja kasir, dan sang kasir segera menghitung belanjaanku, kulihat disamping si mbak2 tsb masih nunggu antrian.
”Mbak, kalo belanja kesini bawa tas besar, memangnya tas ga dititip ya?” tanyaku setengah berbisik ke kasir yang lagi menghitung belanjaanku.

”Kenapa memangnya Bu?” tanya sang kasir.

”Hmm.... tadi saya mergokin ada orang lagi masukin barang ke dalam tasnya Mba..”

”Maksud Ibu?”

”Iya tadi ada cewek kepergok sama saya saat dia lagi masukin barang dari trolly kedalam tasnya.” jelasku.

”Orangnya yang mana Bu?”

”Itu Mba yang baju kotak2 coklat, yang lagi antri di sebelah.”

”Ibu yakin ga salah liat?” menegaskan ku.

”Yakin banget Mba.”

”Kalo gitu sebentar ya Bu..” kemudian kasir tsb berjalan kearah information desk dan kulihat dia berbicara dengan seorang laki2 entah siapa, bisa jadi kepala security, ga lama kasir tsb pun balik ke mejanya dan menyelesaikan hitungannya yang sempat terhenti.

”Sudah saya sampaikan ke security Bu, nanti dia yang akan melakukan tindakan.”

”Mbak bilang kalo tadi saya yang ngomong?”

”Ya ngga Bu, saya hanya bilang kalo ada customer yang liat ada seseorang ngambil barang.”

 

Saat aku hampir selesai transaksi di kasir dan melakukan pembayaran, kulihat di kasir sebrang si mbak2 tsb juga sudah selesai transaksi dan sudah bayar, lebih cepat transaksinya karena belanjaan dia memang sedikit. Dengan tenang dia beranjak keluar, tiba2 ada seorang laki2 berseragam biru tua datang kearah kami, ”Yang mana orangnya?” tanya laki2 tsb ke kasir.

”Itu Pak, yang barusan keluar yang pakai baju kotak2 coklat.”

Laki2 tsb pun bergegas mengejar si mbak2 tsb, ga lama dia masuk lagi kedalam swalayan bersama Mbak2 yang ngutil tadi.

Wuaaa... ketangkap nih orang, seruku dalam hati.

 

Benar aja, si Mbak2 tadi kulihat diinterogasi oleh 4 orang laki2 berseragam bairu dan seorang pramuniaga wanita. Barang belanjaannya di periksa, tas nya di geledah.

Ketika aku udah selesai bayar, dan berjalan mendorong trolly ke arah luar, kupalingkan lagi kepalaku ke si mbak2 yang dipojokan sana, yang masih diinterogasi, kemudian aku pura2 bertanya sama satpam dipintu keluar, ”Cewek itu kenapa Pak?” tanyaku.

”Dia pengutil Bu, tadi ada yang lapor dan sekarang ketangkap.”


Akhirnyaaa…….

Entah kenapa ada perasaaan puas dalam hatiku bisa mergokin  pengutil tsb kemudian melaporkannya dan sekarang dia ketangkap.

 

Dalam perjalan pulang jadilah sang pengutil menjadi topic obrolan kami, ga habis pikir, si mbak2 tsb kenapa ngutil ya? Dia cantikkkk… banget, tinggi, putih langsing, kurang apa coba? Cakep2 kok ngutil?
”Dia tuh kayanya sakit Bund, kalo liat penampilannya dia kan bukan kaya orang susah.” begitu pendapat ayah.

Hmm.. entahlah...

 

ilustrasi gmb fr : here

 

Tuesday, March 22, 2011

Bunda tolong… ada suamiiiiii……..

 

Bunda say : “suami??”

“Ya bunda, suamiiii”. He said again.

 

Bingung...... dan segera diriku setengah tergopoh2 ke ruang tengah mencoba mencari tau kenapa tiba2 Kaka teriak2 dan bilang suami.

 

“Itu loh bunda… liat di tv, ada banji(r)  gede banget,  itu “suami” kan bunda……???” serunya dengan tampang serius, dan kedua mata menatap TV tanpa kedip.

 

Whatttss… suami? What do u mean with suami Kaka??

 

Ho-oh…. Tsunami ternyata……..  

 

 

Jauh ga sih antara Tsunami dan suami???

 

 

***************

Dulu dodol =  odol2, sekarang tsunami = suami….

Doooohhh Kaka……….. u’re so cuteeeee…..

 

 

Wednesday, February 23, 2011

[Intermezzo] Berasa tua..

Pagi2 dah mellow swallow, ga tau kenapa nih…..

Ditambah temen seruangan stel MP3 Padi – sesuatu yang indah… hihi.. tambah jadi dehhhh…

Ahhh.. lebay nih.. emang kenapa sihhh??

 

Hehehe… guess why? Yuaappp Cuma gara2 ngeliat foto JK ini nih…. Baru nyadar wuaaa…. Cepetnya krucil gede, padahal baru kemarin aja rasanya liat dia belajar jalan, mimi ASI, lohhh.. sekarang liat deh fotonya, Nampak seperti anak gede kannn??

Artinya aku sbg emaknya dah tuwir dunk, ngaca deh ngaca di cermin, lihat deh pasti dah ada kerutan2 halus di sekita lingkar mata, kerutan di kening, hikss….  Jadi inget kata suami “dewasa itu pilihan, tapiii.. tua itu pasti” iya kannn???

 

So apakah itu artinya saatnya pake anti aging?? Hehehe…. Ga segitunya deh, meski di kantor tuh jualan loh product anti aging, 1 ampul 1,5jt, wuiii…… maharani….

 

Ho-oh….. baru aja mau mulai kerja, baru aja mau miting, nunggu si boss yang masih kejebak macet di jalan, aku malah nglantur, malah jadi pingin pulang ketemu JK… ho-oh.. gara2 foto ini nih….

 

Kyosha - 5months ** Jibran - 17months          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jibran - 3,8th *** Kyosha - 2,6th

 

            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kyosha - 12months *** Jibran - 24months  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

udah..udahhh....back to workkkk dunkkk