Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Monday, December 19, 2011

[copass] Ibuku Bukan Babysitter Bagi Buah Hatiku


*****
'
'
'
==> tulisan ini saya copass dari link kompasiana

di copass sesuai asli, tanpa tendesi apapun.... sekedar untuk share, sebuah tulisan yang menginspiratif, mengharu biru, teringat Uti aka Ibuku tersayang....
Luv u uti..... selamat hari Ibu, 22 Dec nanti....



*****************************************************************************

Ibuku Bukan Babysitter Bagi Buah Hatiku

OPINI | 19 December 2011 | 18:34 974 32 6 dari 6 Kompasianer menilai inspiratif

13242944251838291217

Ilustrasi: Google Image

Berbahagialah kita yang saat ini masih memiliki ibu. Ibu adalah sosok yang selalu memberikan kedamaian dalam hidup. Kasih sayangnya tak pernah pupus dimakan waktu. Menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan yang tak terkira. Kita akan bisa merasakan bagaimana cinta dan sayangnya kita terhadap buah hati kita pada saat kita menjadi seorang ibu.

Karena itu sudah sewajarnya dan seharusnya kita membalas semua kasih sayangnya dengan selalu membahagiakannya selama sisa hidupnya. Kita ingin agar orang yang telah membesarkan kita dengan keringat dan airmatanya, di masa tuanya bisa merasakan ketentraman dan kedamaian. Hanya satu kebahagiaannya, ia ingin melihat buah hatinya tumbuh dewasa dan hidup bahagia. Ia pun ingin melihat tumbuh kembang cucunya dengan sejuta harapan bahwa mereka mampu menjadi penerus generasi orangtua mereka.

Mungkin di antara kita pernah ada menyaksikan seorang nenek yang sedang menggendong cucunya. Nenek yang tampak letih itu dengan senyum mengembang tanpa kenal lelah mengasuh si kecil dengan penuh kesabaran. Terkadang ia mengajak main si kecil, menyuapi si kecil makan, memandikannya atau meninabobokan cucunya dengan penuh kasih sayang. Semua yang dilakukannya sungguh tanpa pamrih.

Sementara ibu dari bayi mungil itu tengah sibuk dan berkutat dengan pekerjaannya di kantor atau sedang berada di luar rumah. Bahkan mungkin hampir seharian. Bisa kita bayangkan betapa lelahnya tubuh renta itu mengasuh cucunya di rumah sambil menantikan kehadiran anak atau ibu dari cucunya itu pulang.

Terkadang himpitan dan tuntutan ekonomi membuat kita merasa berat untuk menghadirkan seorang baby sitter atau Pembantu Rumah Tangga (PRT) untuk menjaga dan mengasuh buah hati kita selama kita beraktifitas di luar rumah. Idealnya, kehadiran nenek atau ibu kita adalah hanya sebagai pengawas bagi babysitter atau PRT tersebut dalam menjaga dan mengasuh cucunya atau buah hati kita.

Mungkin di antara kita juga memiliki pertimbangan lain. Bukan masalah materi atau kemampuan dalam menggaji baby sitter atau PRT, namun lebih kepada rasa kepercayaan dan kenyamanan. Kita merasa bahwa buah hati kita akan lebih aman bila diasuh sendiri oleh neneknya ketimbang oleh Babysitter atau PRT.

Melihat kenyataan tersebut, mungkin bagi sebagian orang menganggap hal itu sudah biasa bila nenek begitu menyayangi cucunya. Namun terkadang kita lupa akan satu hal. Ketika kita telah berumah tangga dan memiliki keluarga kecil. Ada suami dan anak-anak yang lucu dan sehat, namun peran ibu kita masih terus berjalan dalam kehidupan kita.

Kita lupa bahwa ibu kita sudah saatnya duduk manis dan hanya menyaksikan perkembangan cucunya. Ingatlah, tubuh tua itu telah letih sekian lama membesarkan kita hingga akhirnya kita memiliki kehidupan sendiri. Mungkin kita lupa bagaimana memperlakukan ibu sebagaimana mestinya. Ibu kita hanya seorang yang telah lanjut usia. Bukan masanya lagi baginya untuk mengurus dan mengasuh bayi/anak kecil.

Betapapun sayang dan cintanya ibu kita terhadap anak dan cucunya, namun bukan berarti kita bisa merasa lega menitipkan buah hati kita pada sosok tua itu. Bukan berarti kita bisa leluasa membiarkan ibu kita yang memandikan atau menyuapi cucu-cucunya. Jangan biarkan kesibukan kita sebagai wanita karier melupakan hal tersebut. Ingatlah satu hal, tubuh tua itu telah letih dan sudah saatnya ia menghabiskan sisa hidupnya dengan rasa damai tanpa harus direpotkan mengurus cucu-cucunya.

Perlu kita ingat bahwa ketika kita memutuskan untuk membina rumah tangga dan hidup mandiri, konsekwensi hidup tanpa campur tangan orang tua, mau tidak mau harus kita hadapi. Hidup itu pilihan. Kita dihadapkan pada sebuah pilihan, antara tetap berkarier atau menjadi ibu rumah tangga. Sekalipun berat meninggalkan buah hati kita pada Babysitter atau PRT yang notabene orang lain, namun percayalah dengan kekuatan doa dan sejuta keyakinan di hati bahwa Tuhan akan senantiasa menjaga buah hati kita di manapun dan dengan siapapun ia berada.

Sahabat, apalah arti kekayaan dan kehebatan yang kita miliki bila kita masih memperlakukan ibu kita layaknya Babysitter atau pengasuh bagi putera-puteri kita. Sesungguhnya, ibu kita tak pernah mengeluh sepanjang hayatnya. Ia tak pernah menampilkan wajah letihnya. Yang ada di hatinya adalah ia ingin mengasuh dan membesarkan cucu kesayangannya dengan tangannya sendiri. Seolah-olah cucunya itu adalah anaknya sendiri.

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Itulah fakta yang kita hadapi saat ini. Kelak kita akan merasakan betapa berat perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Karena cinta dan kasih sayang seorang ibu tak pernah lekang oleh waktu. Di masa tuanya kini, sudah saatnya kita sebagai anak menyaksikan ibu yang kita kasihi dengan sepenuh hati hidup dengan tenang dan damai.  Di sisa hidupnya, jangan pernah kita biarkan ia merasakan kelelahan dalam membesarkan buah hati kita.

Ibu, jasamu sungguh tiada terkira. Tak satupun kata yang sanggup melukiskan betapa cinta dan kasih sayangmu melebihi apapun di muka bumi ini. Izinkanlah aku untuk membalas semua cinta kasihmu. Apapun yang kuberikan untukmu selama ini tak sebanding dengan curahan kasih sayangmu kepadaku. Tulus kasihmu mengalir tiada henti setiap waktu. Ibu, izinkan kucium dan kupeluk engkau, sekedar ingin kuungkapkan betapa aku sangat menyayangimu.

Tulisan ini kupersembahkan untuk ibuku tercinta. Semoga ia selalu sehat dan Tuhan berkenan memberiku kesempatan untuk selalu membahagiakannya.

I love you, mom… really really love you.

Selamat Hari Ibu.


Tuesday, January 4, 2011

Percakapan Bayi dengan Tuhan

 

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan,

 

Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil dan lemah."

 

Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

 

Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."

 

Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

 

Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"

 

Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."

 

Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"

Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."

 

Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"

 

Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."

 

Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."

 

Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

 

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

Jawab Tuhan,  ....."Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

 

ooooooOOOOooooooo

 

[Intermezzo] ♥ Renungan awal tahun.... ♥

♥♥ Just sharing to my beloved friends, semoga dapat kita renungkan bersama..

Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting kemana kita akan melangkah ..

Siapa diri kita sekarang tidak penting, yang penting kita mau menjadi siapa dengan pribadi yang bagaimana ...:)

Siapa orang tua kita tidak penting, yang penting kita mau menjadi anak yang bagaimana ...;).

Masa lalu tidak penting, yang penting hari ini dan esok ...:*.

Bagaimana orang memandang kita tidak penting, yang penting bagaimana kita memandang orang, dan bagaimana kita memandang diri kita sendiri ...

Berapa besar kepercayaan orang ditentukan oleh berapa besar kejujuran dan kredibilitas kita ...

Buah yang bagaimana yang akan kita petik ditentukan oleh bagaimana kita menanam ...:p.

Bagaimana sekarang kita berproses inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya ...

Jangan kita mengharapkan orang lain atau pasangan kita utk berubah, jika kita sendiri belum mau berubah (sikap,kata-kata,pola pikir,egois).

Sukses tidak selalu diukur dengan harta/popularitas,

Sukses juga diukur  "Kesehatan Mental",

Maka buang sikap iri,sombong,serakah,benci,menganggap rendah org lain,dll

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:

1. Waktu

2. Kata-kata

3. Kesempatan

Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:

1. Kemarahan

2. Keangkuhan

3. Dendam

Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang dalam hidup:

1. Harapan

2. Keikhlasan

3. Kejujuran

Ada 3 Hal yang paling berharga dalam hidup:

1. Kasih sayang

2. Keluarga dan teman

3. Berbuat kebajikan

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:

1. Kekayaan

2. Kesuksesan

3. Mimpi

Ada 3 Hal yang akan membentuk karakter seseorang:

1. Komitmen

2. Ketulusan

3. Kerja keras

Ada 3 Hal yang bisa membuat kita sukses:

1. Imajinasi

2. Kemauan

3. Ketekunan

Dengan memperhatikan, mencermati, dan menjalankan berbagai macam “3 hal” di atas, maka bukan mustahil Kita akan bisa meraih segala sesuatu yang dingiinkan atau yang diimpikan selama ini, Insya Allah.....

Tuesday, December 21, 2010

[share * true story] KASIH IBU YANG LUAR BIASA…

Seorang Ibu yang sudah renta duduk di kursi roda di tepi danau, ditemani oleh anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya “ itu burung apa ya nak, yang berdiri ditepi danau itu ?”

Si anak menjawab “ burung bangau bu”. Si anak menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si ibu bertanya lagi “ itu yang warna putih burung apa ya nak ?”

Dengan sedikit kesal si anak menjawab “ ya bangau juga bu ?! kan sama…!"

Kemudian si ibu kembali bertanya “ lantas, yang terbang itu burung apa ya nak kok warnanya putih ?”

Dengan nada kesal si anak menjawabkan bangau juga to bu yang lagi terbang itu ?! masak sih ibu nggak melihatnya, gimana sih..kan sama aja..!!!"

Tanpa terasa air mata menetes dari sudut mata si ibu sambil berkata lirih…

“ Dulu, beberapa tahun yang lalu ibu memangku kamu dan menjawab setiap pertanyaan dari kamu yang bertubi-tubi dengan penuh Kasih sayang, sedangkan saat ini ibu hanya bertanya tiga kali tetapi kamu sudah membentakku dua kali….”

Si anak terhenyak kaget luar biasa, kemudian terduduk diam dan menyesali perbuatannya…lalu…si anak memeluk ibunya dengan erat dan memohon maaf sebesar-besarnya……

Luar biasaaa…si ibu memaafkan dengan segala kebesaran hatinya….

Itulah cinta ibu tak ada batasnya, sedangkan cinta kita kepada orang tua sebatas kebutuhan kita….

Nah, pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang ibu kepada kita ?

Sayangilah ibu kita, ibu mertua kita, melebihi sayang kita terhadap  suami atau istri kita.

Karena biasanya penyesalan datang terlambat, kita akan kembali kepada orang tua kita ketika beliau baru saja dipanggil oleh Tuhan.

Maka dari itu sebelum semuanya terlambat, marilah kita memuaskan diri kita untuk selalu menengoknya selagi masih hidup dengan menemaninya sesering mungkin.

Dan bagi kita yang sudah ditinggalkan oleh orang tua kita, marilah kita rajin mendoakannya dan mensyukurinya tiada henti saat kita masih dalam bimbingan mereka ketika mereka masih hidup.

SELAMAT  HARI IBU….

 

Thursday, October 28, 2010

[share] Dahsyatnya Arti Sebuah Maaf

 

Setiap manusia bukanlah makhluk yang sempurna, begitupun juga dalam

menjalin setiap hubungan dengan sesamanya, baik itu sebuah

persahabatan atau sebuah hubungan yang lebih dalam seperti pacaran atau pernikahan.

Dalam menjalin sebuah hubungan pastinya ada yang disebut cekcok atau pertengkaran dan sejenisnya yang tentunya juga diselingi dengan berbagai kebahagiaan yang dapat kita rangkai seperti sebuah lagu yang terus mengalir dalam hidup ini.

Ketika kita berbuat kesalahan baik itu kepada pasangan atau sahabat kita, kadangkala kita merasa begitu sakit untuk melakukannya. rasa sakit itu tidak hanya dirasakan oleh orang yang kita lukai hatinya namun juga oleh kita sendiri.
Betapa sakitnya perasaan ini ketika kita mengetahui hubungan yang telah kita jalin selama beberapa waktu bisa tiba tiba berubah begitu saja hanya gara gara satu kesalahan yang sepele.
Namun setiap kali kita ditanya mengapa kita bisa sedemikian tega melakukan kesalahan itu, kita selalu menjawab dengan simpel
"karna aku tau itu yang terbaik, jadi aku melakukan itu" atau mungkin " aku ngga tau kalo ternyata efeknya demikian besar dan menyakitkan buat hubungan kita".
itulah alibi yang selalu kita berikan tiap kali kita berbuat salah kepada sahabat atau kekasih kita.
Kita seolah olah dibutakan oleh segala hal yang kita anggap sebagai sesuatu yang terbaik, namun sebenarnya di atas atau di balik semua itu sebenarnya yang membuat kita berbuat kesalahan adalah keegoisan kita sendiri.
Keinginan kita untuk selalu menjadi yang paling benar dan paling hebat.
Kita selalu berpikir bahwa dengan melakukan hal itu kita akan mendapatkan hasil yang kita inginkan, tapi akhirnya hal sebaliknyalah yang kita dapatkan dan justru itu membuat persahabatan atau hubungan kita dengan pasangan dan orang yang kita kasihi menjadi hancur berantakan.

Ketika semuanya berantakan apa sebenarnya yang kita cari?
Hanya satu, yaitu kata MAAF dan pengampunan dari teman atau orang yang kita kasihi.
Betapa besar dan bernilai arti kata tersebut, hingga setiap orang seolah berpikir dua kali untuk mengatakannya.
Sebuah kata yang entah begitu berarti atau hanya sebuah kata biasa yang biasanya kita ucapkan tanpa makna.
Namun ada juga saat dimana kita benar benar menyadari apa arti kata itu sesungguhnya.

Ketika kita meminta maaf bukan berarti semua akan berubah seperti sedemikan rupa seperti awalnya. Namun kata maaf hanya menghapuskan jejak yang kita buat di dalam hati orang yang kita kasihi untuk sementara. Kala kesalahan itu dibuat dan diulangi terus menerus, jejak yang kita buat itu akan muncul lagi dan akan semakin dalam.
Tentunya kita semua tidak menginginkan bahwa sebuah persahabatan dan pertemanan atau hubungan kita dengan orang lain hancur hanya gara gara kita mengabaikan apa arti kata maaf itu.

Aku juga menyadari betapa besar makna kata maaf ini.
Kata sorry atau maaf dengan mudah aku ucapkan, padahal aku sendiri baru menyadari betapa besar arti kata tersebut. Ketika kita mengucapkan kata tersebut kita berarti memiliki sebuah komitmen untuk tidak mengulangi hal yang telah kita perbuat dan menghapus segala kesalahan dan keegoisan yang telah kita ciptakan pada teman atau orang yang kita kasihi.
Begitu berat kadang untuk menyikapi sebuah kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.
Mungkin kesalahan itu begitu besar hingga kadang orang lain tidak bisa menerimanya, atau gara gara kesalahan yang kita buat, orang lain menjadi tahu siapa diri kita sebenarnya dan dengan tidak memaafkan kita mereka memiliki alasan untuk menjauhi kita dan meletakkan kita dalam posisi sebagai orang yang dibenci atau orang yang tidak disukai sama sekali.

Namun tanpa memberikan sebuah maaf dan pengampunan kepada orang lain kita sama saja dengan menciptakan sebuah kegelisahan dalam hidup. kebencian yang terus mengakar dalam hati dan pikiran kita lama lama juga akan memberikan sebuah efek negatif dalam hidup kita.
Mungkin kita memang pernah disakiti oleh orang lain namun apakah kita sadar apabila kita juga sering berbuat salah terhadap orang lain?
dan apakah kita harus meniru orang lain?
Jadi kalau orang lain berkenan memaafkan kita, kita juga akan melakukan hal yang sama pada orang yang bersalah pada kita dan sebaliknya bila orang lain tidak berkenan memaafkan kita, kita juga akan melakukan hal yang sama pula?

Sekecil atau sebesar apapun kesalahan kita atau kesalahan orang lain, kita harus belajar menyadari bahwa kita sebagai manusia pastilah makhluk yang tidak sempurna. bukan makhluk yang mampu mengerti dan memahami perasaan orang lain dengan mudahnya. kita adalah makhluk yang masih perlu belajar akan segala sesuatunya. bagaimana kita harus bersikap berucap atau berperilaku adalah salah satunya.
Namun apabila kita tidak berkenan untuk memaafkan orang lain kita sama saja dengan orang yang tidak mau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berubah, namun kita juga harus mengingat bahwa kelak ketika kita mengucapkan kata tersebut, kita harus benar benar mengerti apa arti sesungguhnya dari kata tersebut bahwa kita memiliki sebuah komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah kita buat.

Itulah arti kata maaf dan betapa besar efek yang kita ucapkan hanya dari mengucapkan satu kata tersebut. (Inilah lesson yang aku dapat di hari ini dari seorang sahabat baik yang mana yang makin aku rasakan keberadaannya, tengkyu dear.. thank you so much… )

'Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (QS. Ali- Imran : 134). 

Untuk bisa memaafkan orang lain dengan ikhlas, kita harus bisa memahami perbedaan bukan menyamakan perbedaan. Seringkali pergesekan terjadi ketika kita berbeda persepsi 
dengan orang lain,dan kita memaksakan supaya persepsi orang itu sama dengan kita, begitupun sebaliknya. Sehingga bila persamaan persepsi itu tidak terjadi, 
kita sakit hati karena merasa orang lain tidak bisa memahami kita. Sudah sunatullah setiap manusia mempunyai perbedaan.
 
Perbedaan pendapat, perbedaan selera, perbedaan kehendak, perbedaan kepentingan, perbedaan fisik dan lain sebagainya. 
Bahkan dua orang kembar identik sekalipun pasti ada perbedaannya. Sehingga lumrah saja jika seseorang mempunyai persepsi yang berbeda dan menyikapi 
sesuatu pun berbeda dengan kita.
 
Setelah kita memahami perbedaan itu, untuk bisa memafkan orang lain kita harus belajar mendengarkan orang lain tanpa menghakimi. (PR besar buat ku.. L)  
Seringkali kita  berpura-pura mendengarkan padahal di dalam hati kita sudah menghakimi dan tidak memberikan kesempatan kepada orang lain 
untuk menjelaskan latar belakang kenapa ia melakukan semua itu. Analoginya dan bisa dimengerti, ketika ada pertanyaan, Mengapa Allah menciptakan telinga 2 , 
satu di kanan dan satu di kiri sementara Dia menciptakan mulut hanya 1? Karena kita diminta untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
Selain itu agar bisa memaafkan orang lain dengan ikhlas, janganlah selalu mengingat-ingat kesalahannya. 
Tapi ingatlah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan terhadap kita. Percayalah,  kebaikannya masih lebih banyak daripada kesalahannya. 
Tentunya diperlukan kejujuran dan kerendahan  hati kita untuk  mengakui kebaikan orang tersebut. 
Mudahan kedepannya aku bisa lebih bijak melihat semua permasalahan bukan hanya dari sudut pandang aku semata, 
dapat sedikit melonggarkan idealisme yang aku miliki, dan meyakini bahwasanya manusia itu berbeda.
 
Buat sahabat ku terkasih, terima kasih untuk semua nilai positif yang diajarkan ke aku selama ini, 
banyak hal yang aku dapat dari hubungan ini yang aku pikir lebih dari sekedar pertemanan. 
Semoga Allah senantiasa memberi rahmat dan Hidayah buat dirimu.
  

Wednesday, October 27, 2010

[intermezzo] Batu Kecil Pembawa Pesan

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat keatas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada dibawahnya. Pekerja berteriak-teriak tapi temannya tidak dapat mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja. Semua usahanya menjadi sia-sia saja.

Oleh karena itu, untuk menarik perhatian teman yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya tersebut. Setelah koin tersebut dilemparkan, untuk sejenak temannya berhenti bekerja, memungut uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usaha kedua pun memperoleh hasil yang sama...

Tiba-tiba ia mendapatkan ide. Dia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah temannya. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menyampaikan pesan kepada teman kerjanya yang dibawah...



Pesan Moral :
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk melimpahi kita dengan berkah, tetapi itu tidak cukup membuat kita menengadah kepada-Nya.

Karena itu, agar kita selalu mengingat-Nya, Tuhan kadangkala menjatuhkan 'batu kecil' kepada kita."

 

*******************************

smoga senantiasa selalu istiqomah...

Sunday, October 17, 2010

[Share & Renungan] Mengunduh Bahagia... ♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥

Hidup ini adalah hitam putih, hidup ini adalah pertukaran luka dengan bahagia, iya intinya bahwa hidup ini tidak selamanya bahagia, ada airmata pasti ada tawa, ada cemoohan pasti ada pujian begitu terus silih berganti, kalau bahagia tentu tak ada yang perlu di bicarakan, bahkan beberapa sahabat saya melupakan saya ketika bahagia tapi tak mengapa santai aja, hehehe.

Gelisah, merasa sendiri, merasa tak disayang lagi, merasa paling menderita padahal hanya putus cinta, merasa ditinggalkan oleh orang orang tercinta padahal hanya 1 yang pergi dan masih ada 20 lagi yang nunggu   iya semua perasaan yang bikin saya cepat tua kadang hadir tanpa bisa saya hindari, tersadar bahwa saya memang hanya manusia biasa yang juga punya airmata, punya gelisah, dan gelisah itu datang karena saya yang mendatangkan loh, mengizinkannya mengacak acak indahnya hidup saya, biasanya begitu …  karena saya suka dikasihani, saya suka mengeluh, saya suka banget tuh dapat perhatian dari orang orang yang mengaku mencintai saya, dan caranya agar diperhatikan yah “cari perhatian” hehehe, kesian deh lo De, cari perhatian ALLAH aja De !!

Padahal saya sering sekali bilang bahwa jiwa ini milik ALLAH dan guru mengaji saya selalu bilang De, hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenang  artinya ya hanya ALLAH yang mampu membuat gelisah dan rasa menderita  sedih  itu hilang kan yah? harusnya saya gak perlu takut ditinggalkan oleh seluruh cinta cinta dunia ketika saya tahu bahwa ALLAH tidak pernah meninggalkan saya…

 Iya, ALLAH lah pengusir resah dan menggantinya dengan bahagia, lalu bagaimana mengusir resah dan menggantinya dengan bahagia, caranya simple panggil si bahagia, UNDUH-LAH BAHAGIA, download rasa senang, software-nya adalah SHALAT.  Dan jadikan shalat dan sabar sebagai penolongmu…

Iya shalat lah alat bahagia itu, sumber ketenangan itu, apa ada yang lain? Berita tahu saya jika itu ada  

Kemudian pertanyaan selanjutkan adalah, shalat yang bagaimana tuh De, yang mampu membuat bahagia dan tenang?” Shalatlah dengan hati, Shalatlah shalat yang memutuskan perpisahan dari dunia. Bukankah ALLAH tidak akan terasa hadirnya bila urusan dunia menggelayut dalam hati, maksudnya adalah saat shalat saya sibuk memikirkan dunia (kekasih, pekerjaan, jodoh, sahabat yang curhat, Ayah yang keras, ehm cape yah dunia ini emang bikin cape deh) maka saya tidak menghadirkan ALLAH dishalat saya,

Shalat yang model gini dijamin tak akan menolong saya, dan memang bukan yang ini, bukan shalat yang begini, tapi shalat yang menghadirkan ALLAH, shalat yang mempersembahkan hati saya kepada ALLAH, sudah kah saya shalat dengan hati? atau cuma jungkir balik dan pikiran kemana mana… nauzubillahimindzalik.

Shalat yang bagaimana sih yang bisa nolong? Shalatlah dengan taubat, dengan janji tak akan lagi mengulang kesalahan kesalahan masa lalu, yang biasa menyakiti pacar sudahlah, yang biasa mendzalimi orang lain stoplah, yang biasa sombong jangan teruskan, dan kenanglah semua kesalahan ini saat shalat, Menangis dan mengemislah kepada ALLAH, memohon ampunan atas gulungan ombak dosa seraya berucap, “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.”

Usai shalat, jangan ulangi maksiat yang pernah kita lakukan. Berjanji lah sama ALLAH, “ya ALLAH maksiat yang itu terakhir ya ALLAH, dan jangan biarkan saya sesat setelah ENGKAU beri petunjuk maka shalat yang ini yang bisa menjadi penolong, kalau saat shalat meraung raung nangis terus abis shalat balik maksiat yah gak akan ditolong ALLAH lah… shalat di masjid pulangnya pacaran, turun tangga masjid gandengan tangan yah silahkan tanya hati nurani, shalat yang seperti tadi itu bisa jadi penolong ketika saya sedih gak?

Kemudian selesaikah semua gelisah setelah shalat, pasti ada rasa enteng sedikit tapi cukupkah mengingat ALLAH diatas sajadah yang gak lebih dari 5 menit ini, jawabannya gak cukup. Lanjutkan dengan dzikir, ALLAH tak akan pernah meninggalkan saya setelah itu deh, hati tenang selalu karena selalu teringat ALLAH, ketika gelisah itu datang lagi, ketika sesak didada kambuh, ketika rasa sepi mengelayut lagi, maka saya mengunduh bahagia dengan dzikir … LANJUTKAN hehehe, kampanye.

 Dan sebagai indikator bahwa download saya berhasil adalah saya akan memiliki ciri ciri hamba yang diterima shalatnya, yang shalatnya telah menjadi penolongnya dunia dan akhirat:

Cahayanya bagaikan cahaya matahari. Aku lindungi dia dengan kekuasaan-Ku. Aku perintahkan malaikat menjaganya. Aku jadikan cahaya dalam kegelapannya. Aku berikan ilmu dalam ketidaktahuannya. Perumpamannya dibandingkan dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga.”

Jadi mulai sekarang jangan cuma pinter mengunduh lagu dan film, tapi undulah bahagia, undulah kasih sayang ALLAH, cinta ALLAH, tak ada yang lain yang lebih membahagiakan selain ALLAH kan yah? irhamnna ya ALLAH..

Shalatlah JJ

 

 ************************

copass  asli  dan apa adanya sesuai email yang dikirim seorang sahabat baik ku pagi tadi….

Thx dear…… hmmm…. jadi malu….. renungan nya cukup menyentil L

 

Mencoba membela diri, adakalanya saat gundah seseorang tetep butuh support bukan, dari pasangan, saudara atau teman dan sahabat bukan?? Iya aja dehhhh…. JJ

Wednesday, September 22, 2010

Subhanallah...

Silahkan liat dan buktikan... syaratnya hanya satu, harus konsen ya.....

 

See the black dots in the middle for 10sec and look the nearest plain wall ...

 

SUBHANALLAH....

Tuesday, August 31, 2010

[Renungan] Sekeping hati saat menghitung hari..

Hari ini masuk hari ke 22, menghitung hari berjalan menuju hari H… tidak terasa nanti malam sudah malam ke 23, malam ganjil. Apakah nanti malam adalah malam 1000 bulan? Waallahualambishowab .

Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah. Semua amal kebaikan kita akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Diantara keistimewaan bulan ramadhan yaitu adanya subuah malam yang sangat istimewa. Malam yang lebih utama dari seribu bulan, sebuah malam yang telah dianugrahi oleh Allah SWT kepada hamba terpilih. Malam itu adalah Lailatul Qadar.

Yang pasti, ada 1 yang membuat ku mellow, menghitung hari menuju hari nan Fitri, dengan hari2 yang tersisa, seperti refleksi diri sendiri, apa yang sudah aku lakukan selama ramadhan ini? Apakah ada peningkatan ibadah? Apakah ada hal2 yang membuat aku menjadi lebih baik?

Ahhh…. mengapa masih harus bertanya, bukankah lebih baik memanfaatkan hari yang tersisa ke depan untuk melakukan hal2 yang lebih baik, hal2 yang dapat mempertebal keimanan?

Ahhh… mengapa saat perasaan salah mendera, di satu sisi muncul perasaan lainnya seolah sebagai bujukan untuk, ajakan dan bujukan yang simple, keinginan untuk menyelesaikan PR kuker lebih besar, keinginan untuk kembali hunting oleh2 lebaran dan Belanja semakin besar, keinginan untuk mempercantik rumah dan beres2 rumah semakin besar, keinginan untuk mengiyakan acara buka bersama di luar yang artinya meninggalkan kebersamaan dirumah makin kuat, meski kemarin2 aku selalu sukses menolak itu semua?

Idul Fitri sebentar lagi tapi aku masih jalan ditempat….

 

Berucap lebih mudah daripada implementasinya, aku yakini itu…

 

Ahhh…… apakah pantas jika akhirnya aku mengganggap diri ku sebagai orang terpilih yang mendapat Hidayah Lailatul Qodar??

***********semangattttt.....

Wednesday, July 21, 2010

H-20

Ga berasa, hampir setahun berlalu, banyak peristiwa yang hilir mudik menghampiri dan penuh cerita. Yuapp… hampir setahun yang lalu dan 20 hari lagi hari itu akan tiba, ga sabar rasanya menanti masa2 itu… Ya Allah… berilah kesehatan dan umur panjang untuk aku, kami dan keluarga untuk menyambut hari besar-Mu

 

Ahhh… ramadhan segera tiba, kurang 20 hari lagi, rinduuuuu dalam hati menggema, aktivitas dini hari menyambut sahur, ahhh… masih terasa setahun yang lalu. Ramadhan nan indah, setahun lalu ramadhan yang benar2 istimewa, bagaimana tidak aku ambil cuti 1 bulan dari kantor, ramadhan full di rumah, buka puasa setiap hari bersama ayah ditemani Jibran, yuaappp..cuti tahun lalu bukan tanpa misi, memang ada misi khusus aku mendampingi Jibran treatment dalam menghadapi sakitnya.

Alhamdulillah ikhtiar itu membawa hasil yang baik, treatment Kaka berhasil, ramadhan di rumah setiap hari full bersama Jibran, bagai hadiah istimewa yang tak ternilai…

Selesai sahur, ke mesjid u/ shalat shubuh, tadarus sama ayah tanpa dihinggapi rasa terburu-buru karena harus berangkat kantor, belanja sayur dan belanja bukaan, jam 2 siang udah sibuk di dapur masak u/ bukaan, setiap hari full 1 bulan puasa di rumah, membuat makanan dan masakan sendiri u/ sahur dan buka, nikmaaatt.. banget rasanya. Ayahpun nampak semangat untuk menyegerakan sampe rumah setelah jam kantor demi mengejar agar bisa buka bersama di rumah.

 

Namun ramadhan kali ini kembali ke aktivitas kantor, setelah sahur pasti siap2 untuk berangkat kantor, pulang kantor pun buru2 agar cepet sampe rumah, biar bisa buka di rumah, namun macetnya Jakarta siapa yang bisa menduga, yang sering terjadi buka puasa tetep di jalan, dan ayah pun lebih memilih buka puasa di kantor, karena akupun belum sampe rumah. Sabtu-Minggu menjadi hari istimewa untuk kami, bisa sahur bersama tanpa buru2, dan buka puasa bersama di rumah. Hmm… pastinya semua setuju weekend adalah hari istimewa buat pasutri yang bekerja….

(buat FTM, akyu... jelaous niyy.. enaknya kalian bisa khusu puasa dirumahhhh... huhuhu...)

 

H-20….

Tinggal menghtitung hari. Alhamdulillah ga punya utang puasa, udah lunas euy… yipiieee…

Persiapkan jasmani, persiapkan pikiran, buang jauh pikiran2 negatif, semangat menyambut ramadhan, semangat menyambut bulan nan suci…

Semoga kita semua diberi barokah dan hidayah….

Semoga kita semua bisa melalui dan melaksanakan puasa dengan khusu, segala doa dan keinginan di jabah Allah SWT,

Amien…

 

H-20… sungguh aku rindu ramadhan….

 

Tuesday, February 23, 2010

Jablai Sejati

Kuberitahu kau kini

 

tentang siapa sebenarnya jablai sejati

kilau bening mata-mata kecil anak-anak panti

yang menyambutmu sepenuh  hati

langkah-langkah mungil terhuyung menghampiri

mengulurkan tangan dengan tatap kosong

berharap kau sudi ‘tuk menggendong

 

anak-anak panti

anan-anak? Ah… tidak semua

coba dekap dan hirup aromanya

sebagian masih bayi, kukira

tak sampai usia 2 tahun, kurasa

 

Anak-anak panti

adalah “Jablai Sejati”

jarang dibelai dalam arti hakiki

telingaku dibisiki

anak-anak panti

rata-rata korban orangtua tak berhati

bergelut demi masalah dan kepentingan diri

lalu berlupa dari memeluk buah hati sendiri

 

Ayolah, ayolah….….

lakukan sesuatu mumpung harimu masih cerah

bukankah kepada mereka kita wajib bersedekah?

atau kau  hanyut dalam aneka kenduri duniawiyah?

atau kau menganggap ini Cuma fardhu kifayah?

kalau begitu kau memang payah!

 

Ayolah, ayolah….

pernahkah kau bayangkan tentang fantasi

dan isi mimpi-mimpi anak-anak panti?

atau kau akan berkata sinis :

Could you please mind your own business?

kalau begitu kau ini memang hedonis!

 

 

 gmb : google

======================================================= 

Copass : fr. Buku Miskin Tapi Sombong by Iwan “Bung Kelinci” Sulistiawan, page 16-17

 

note : tulisan di atas yang adalam buku bung Iwan, bener2 u/ renungan diriku pribadi dan berasa kesentil karenanya,  seolah membawaku kepdaa fakta dan realita yang ada, untuk lebih bersyukur dengan kondisiku yang ada.

semoga....