Sunday, October 17, 2010

[Share & Renungan] Mengunduh Bahagia... ♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥

Hidup ini adalah hitam putih, hidup ini adalah pertukaran luka dengan bahagia, iya intinya bahwa hidup ini tidak selamanya bahagia, ada airmata pasti ada tawa, ada cemoohan pasti ada pujian begitu terus silih berganti, kalau bahagia tentu tak ada yang perlu di bicarakan, bahkan beberapa sahabat saya melupakan saya ketika bahagia tapi tak mengapa santai aja, hehehe.

Gelisah, merasa sendiri, merasa tak disayang lagi, merasa paling menderita padahal hanya putus cinta, merasa ditinggalkan oleh orang orang tercinta padahal hanya 1 yang pergi dan masih ada 20 lagi yang nunggu   iya semua perasaan yang bikin saya cepat tua kadang hadir tanpa bisa saya hindari, tersadar bahwa saya memang hanya manusia biasa yang juga punya airmata, punya gelisah, dan gelisah itu datang karena saya yang mendatangkan loh, mengizinkannya mengacak acak indahnya hidup saya, biasanya begitu …  karena saya suka dikasihani, saya suka mengeluh, saya suka banget tuh dapat perhatian dari orang orang yang mengaku mencintai saya, dan caranya agar diperhatikan yah “cari perhatian” hehehe, kesian deh lo De, cari perhatian ALLAH aja De !!

Padahal saya sering sekali bilang bahwa jiwa ini milik ALLAH dan guru mengaji saya selalu bilang De, hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenang  artinya ya hanya ALLAH yang mampu membuat gelisah dan rasa menderita  sedih  itu hilang kan yah? harusnya saya gak perlu takut ditinggalkan oleh seluruh cinta cinta dunia ketika saya tahu bahwa ALLAH tidak pernah meninggalkan saya…

 Iya, ALLAH lah pengusir resah dan menggantinya dengan bahagia, lalu bagaimana mengusir resah dan menggantinya dengan bahagia, caranya simple panggil si bahagia, UNDUH-LAH BAHAGIA, download rasa senang, software-nya adalah SHALAT.  Dan jadikan shalat dan sabar sebagai penolongmu…

Iya shalat lah alat bahagia itu, sumber ketenangan itu, apa ada yang lain? Berita tahu saya jika itu ada  

Kemudian pertanyaan selanjutkan adalah, shalat yang bagaimana tuh De, yang mampu membuat bahagia dan tenang?” Shalatlah dengan hati, Shalatlah shalat yang memutuskan perpisahan dari dunia. Bukankah ALLAH tidak akan terasa hadirnya bila urusan dunia menggelayut dalam hati, maksudnya adalah saat shalat saya sibuk memikirkan dunia (kekasih, pekerjaan, jodoh, sahabat yang curhat, Ayah yang keras, ehm cape yah dunia ini emang bikin cape deh) maka saya tidak menghadirkan ALLAH dishalat saya,

Shalat yang model gini dijamin tak akan menolong saya, dan memang bukan yang ini, bukan shalat yang begini, tapi shalat yang menghadirkan ALLAH, shalat yang mempersembahkan hati saya kepada ALLAH, sudah kah saya shalat dengan hati? atau cuma jungkir balik dan pikiran kemana mana… nauzubillahimindzalik.

Shalat yang bagaimana sih yang bisa nolong? Shalatlah dengan taubat, dengan janji tak akan lagi mengulang kesalahan kesalahan masa lalu, yang biasa menyakiti pacar sudahlah, yang biasa mendzalimi orang lain stoplah, yang biasa sombong jangan teruskan, dan kenanglah semua kesalahan ini saat shalat, Menangis dan mengemislah kepada ALLAH, memohon ampunan atas gulungan ombak dosa seraya berucap, “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.”

Usai shalat, jangan ulangi maksiat yang pernah kita lakukan. Berjanji lah sama ALLAH, “ya ALLAH maksiat yang itu terakhir ya ALLAH, dan jangan biarkan saya sesat setelah ENGKAU beri petunjuk maka shalat yang ini yang bisa menjadi penolong, kalau saat shalat meraung raung nangis terus abis shalat balik maksiat yah gak akan ditolong ALLAH lah… shalat di masjid pulangnya pacaran, turun tangga masjid gandengan tangan yah silahkan tanya hati nurani, shalat yang seperti tadi itu bisa jadi penolong ketika saya sedih gak?

Kemudian selesaikah semua gelisah setelah shalat, pasti ada rasa enteng sedikit tapi cukupkah mengingat ALLAH diatas sajadah yang gak lebih dari 5 menit ini, jawabannya gak cukup. Lanjutkan dengan dzikir, ALLAH tak akan pernah meninggalkan saya setelah itu deh, hati tenang selalu karena selalu teringat ALLAH, ketika gelisah itu datang lagi, ketika sesak didada kambuh, ketika rasa sepi mengelayut lagi, maka saya mengunduh bahagia dengan dzikir … LANJUTKAN hehehe, kampanye.

 Dan sebagai indikator bahwa download saya berhasil adalah saya akan memiliki ciri ciri hamba yang diterima shalatnya, yang shalatnya telah menjadi penolongnya dunia dan akhirat:

Cahayanya bagaikan cahaya matahari. Aku lindungi dia dengan kekuasaan-Ku. Aku perintahkan malaikat menjaganya. Aku jadikan cahaya dalam kegelapannya. Aku berikan ilmu dalam ketidaktahuannya. Perumpamannya dibandingkan dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga.”

Jadi mulai sekarang jangan cuma pinter mengunduh lagu dan film, tapi undulah bahagia, undulah kasih sayang ALLAH, cinta ALLAH, tak ada yang lain yang lebih membahagiakan selain ALLAH kan yah? irhamnna ya ALLAH..

Shalatlah JJ

 

 ************************

copass  asli  dan apa adanya sesuai email yang dikirim seorang sahabat baik ku pagi tadi….

Thx dear…… hmmm…. jadi malu….. renungan nya cukup menyentil L

 

Mencoba membela diri, adakalanya saat gundah seseorang tetep butuh support bukan, dari pasangan, saudara atau teman dan sahabat bukan?? Iya aja dehhhh…. JJ

Wednesday, October 13, 2010

[Curcol] Tentang Kaka saat “ujian” usai….

Terjawab sudah kekhawatiranku 3 minggu ini. H2C menanti hasil test tentang kondisi Kaka, alhamdulillah doa2ku terjawab. Trima kasih ya Allah, lega pastinya.

Bermula dari benjolan si Kaka dibawah leher (cerita lengkap pernah aku posting disini)

Pertama aku menduga benjolan tsb adalah mumps, namun setelah dibawa ke dokter dan diperiksa dugaan tsb gugur, dokter pun tidak meresepkan obat apapun, karena meski ada benjolan namun si Kaka tetap aktif tidak dema dan tidak ada keluhan yang berarti.

 

Sampai akhirnya kita mudik dan balik dari mudik aku baru ngeh ternyata benjolan di leher Kaka masih ada, sebesar bakso, benjolan itu akan terlihat jelas jika posisi kepala Kaka mendongak ke atas. Degg… aku kaget, terakhir visit ke dokter dokter bilang jika sampe 2 mg benjolan belum hilang segera kembali ke dokter. Maka Sabtu 18 September aku kembali ke dokter Alan dan memeriksakan kembali si Kaka. Dokter Alan kaget sekaligus heran mengapa benjolan tsb masih ada, dan jika diraba terasa besar, benjolan tsb jika disentuh bergerak dan jalan (tidak menetap). So far meski ada benjolan behave si kaka fine ga ada keluhan dan ga ngerasa sakit sama sekali. Namun bukan berarti aku bisa tenang. Dugaan berikutnya TB, tapi dokter sendiri ragu apakah benar TB, karena tidak ada keluhan yang berarti yang mengarah ke TB, akhirnya dilakukan lah test mantoux, 2 hari kemudian kamipun kembali bawa si kaka cek, dan hasil test negative, dugaan TB pun gugur. Maka untuk memastikan selanjutnya dilakukan cek darah dari hasil lab menunjukan Lekosit si kaka cukup tinggi, maka diresepkan lah AB.

AB habis dalam 5 hari, aku cek benjolan Kaka masih ada dan tidak ada perubahan, akupun kembali periksa ke RS, kemudian oleh Dokter Alan si Kaka di rujuk ke dokter spesialis bedah anak, bertemulah kami dengan dokter Catur di Herminda Depok.

Kembali si Kaka menjalani cek darah. Bolak balik cek darah membuat Jibran menjadi “biasa” melihat jarum.

Kebayang tidak? sekali cek darah di pergelangan lengan 1 ampul darah disedot dari tubuh Jibran.

Jujur aku paling tidak tega melihat proses ini, saat pemeriksaan darah menjadi tanggung jawab Ayah, sementara aku udah pasti ga tega dan mewek….. L

“Kaka ayah pangku ya, trus lengan Kaka disuntik apke jarum, darahnya diambil, okayyy..” Ayah berkata memberi pengertian ke Jibran.

“(Sa)kit ga yah?” tanya Jibran polos.

“Ahhh.. tenang…. Ga sakit kok, sakitnya kaya digigit semut, Kaka pernah kan digigit semut…… tenang aja Ka, kan ada Ayah ama Bunda nemenin Kaka.”

Ajaib……. Doktrin dan motivasi Ayah membuat jibran tenang dan ga menangis sedikitpun,
“Awww…” hanya itu yang keluar dari mulut Jibran saat jarum besar disuntikkan ke lengan kanannya.

“Bunda kenapa nangis?” seru Kaka saat memergoki aku yang menangis haru melihat si Kaka demikian tenangnya diambil darah.

“Ga (sa)kit kok, kan bi(ar) Kaka cepet (sem)buh….”

Ahhhh… nak…. Bageurrr pisan… kamu bener2 cooperative, Bunda salut sama kamu nak….

 

1 jam kemudian hasil cek darah Jibran keluar, diketahui lekosit Kaka masih tinggi, padahal sebelumnya Kaka sudah minum AB yang diresepkan dokter Alan, akhirnya kembali si Kaka  diresepkan AB untuk ke 2 kalinya. Kali ini dosisnya dinaikkan. Dokter Catur bilang, jika setelah AB habis, namun benjolan masih ada dan tidak kempes maka tindakan selanjutnya adalah rencana biopsy. Saat dokter menyampaikan hal itu aku dan suami kaget dan shock, biopsy? Ahhh…. terus terang aku masih trauma, November tahun lalu aku menemani Abah untuk biopsy dan benar2 H2C menunggu hasil biopsy Abah, dan kekhawatiranku menjadi nyata, hasil biopsy Abah seperti dugaan dokter sebelumnya, selanjutnya Abahpun operasi.

Ya Allah…… aku ga siap…

“Dok, apakah tidak ada cara lain selain biopsy?” tanyaku ke dokter Catur.

“Biospy adalah cara yang akurat untuk mengetahui penyebab benjolan tsb Bu.”

“Artinya Jibran akan dibius kan dok?”

“Ya Bu, bius total, biar jibran bisa tenang saat biopsy itu dilakukan.”

“Maaf Dok, tapi saya tidak siap.. kasian Jibran masih kecil.”

“Bu, lebih kasian lagi kalau kita menunda dan tidak meneruskan pemeriksaan ini.”

“Saya trauma dok..”

“Maksud Ibu?”

“Tahun lalu ayah saya di biopsy dan akhirnya di operasi…jujur saya masih trauma dengan ruang OK dan sejenisnya.”

“Hm… Ibu tenang saja, biopsy adalah jalan terakhir, Ibu berdoa saja semoga dalam seminggu ini setelah Jibran minum AB, benjolan tsb kemps, dan Ibu kembali  bawa Jibran control ya..”

 

Keluar dari ruang dokter aku benar2 cemas, khawatir dan semua perasaan jadi satu. Kupeluk tubuh anakku, mendekapnya lebih erat seolah tidak ingin melepasnya.

“Tenang Bunda, kita masih punya waktu seminggu, Insya Allah, dalam seminggu benjolan Kaka kemps…tetep berpikir yang positif, dan yakin bahwa Jibran akan baik2 aja.” Hibur ayah yang melihatku terus menangis.

Support yang sama yang aku terima dari Neng cantik. Bolak balik si Neng sms dan membesarkan hatiku, bahwa si Kaka ga apa2, si Kaka pasti sehat.

Hmmm… meski support tsb menyejukan hatiku, namun tetap aja aku ga bisa membohongi perasaanku, kecemasan itu terus melanda. Berkali kucoba membuang jauh2 ketakutanku tsb, berdoa dan berdoa semoga tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan.

 

Tiba akhirnya 5 hari AB yang diminum Kaka habis, sesaat sebelum berangkat ke dokter ku cek leher Kaka dan kuminta Kaka mendongakan kepala ke atas, surprise…. Benjolan tsb tidak keliatan, benjolan yang sebelumnya sebesar bakso, itu mengempes, alhamdulillah….. mudah2an penglihatanku ga salah.

5 hari selama mengkonsumsi AB, terus terang aku ga berani mengecek2 atau meraba2 leher Kaka, selain aku cemas, aku ga berani jadi tambah parno.  L L L

 

Sampai di ruang dokter Catur, aku bener2 tegang, sementara si kaka terlihat tenang dan tetep ceria.

“Kaka mau dipe(riksa) lagi ya Om, Kaka boboan di(si)ni kan Om..” seru Kaka exciting dan segera naik ke tempat tidur berbentuk mobilan, begitu melihat dokter memegang stetoskop.

Alhamdulillah… Bu, lihat, benjolan Jibran udah kempes kan beda dengan minggu lalu.”

Aku dan ayah saling berpandangan dan kemudian tersenyum lega,

“Benar kah Dok?” tanyaku mencoba meyakini.

“Ya Bu.. Jibran sehat, Jibran ga apa2 kok, Hmm.. bisa dimengerti Bu jika Ibu khawatir, namanya juga seorang ibu, catatan dari saya, terus maintenance dan jaga pola makan Jibran, dan tetap waspada jika sewaktu2 benjolan tsb membesar lagi, jika dilihat dari historical Jibran HB Jibran ini termasuk rendah Bu….  HB yang rendah jika dibiarkan bisa membuat daya tahan tubuh anak cepat drop, itu artinya si anak bisa mudah sakit dan terjangkit virus. Saya tidak akan merespkan obat apa2, karena HB Jibran meski rendah maih bisa ditolerir, yang penting asupannya yang masuk ke tubuh jibran harus diperhatikan ya Bu.”

 

Alhamdulillah……… keluar dari ruang praktek dokter tak henti2nya kuucap syukur, semua kuasa-Mu ya Allah…. Trima kasih ya Allah…..

 

Dan akhirnya, sekarang Jibran kembali rutin mengkonsumsi buah Beet. Air perasan beet setiap pagi jadi minuman wajib buat si Kaka, alhamdulillah si Kaka memang anak bageur… Beet yang rasanya langu itu tidak sekalipun ditolak si kaka, dia selalu menghabiskan perasan buah beet yang kusodorkan ke arahnya. Ahh.. nak… kamu membuat bunda bangga…..

Pola makan si Kaka pun terus aku maintenance…. Cemilan buah2an semakin aku perbanyak stoknya, maklum untuk sayuran meski doyan Jibran termasuk pemilih.

Ahhh…seolah tau kegelisahan Bundanya, Jibran benar2 membuat aku bangga, bagaimana tidak dalam sehari 2 bh pisang sunpride, 4bh markisa, 1bh jeruk habis dijadikan cemilan, belum lagi maniaknya si kaka sama salak, yang ga keitung deh berapa banyak salak yang dia makan saking doyannya, makasih ya Nak….. JJ

Untuk sayuran masih jadi PR, karena sayuran yang dia doyan hanya sayuran tertentu macam sayur bayam, dan sayur sop, tapi gpp, toh selain sayuran dia demen banget sama ikan, Ikan Lele dan kembung tetap menjadi favoritnya. Selebihnya minum susu itupun hanya kadang2 palingan dalam sehari hanya 1 kotak UHT aja dia minum.

 

Hmmm…. memang benar, melihat anak sakit, orang tua akan lebih sakit.

Alhamdulillah aku dikelilingi oleh org2 yang senantiasa selalu mensupport aku, ayah yang amat tenang dan selalu mensupport aku, keluarga yang ga henti2nya mendoakan, teman2 di MP, tengkyu  buat Jeng Wind atas semua supportnya, buat Neng cantik Neng cantik juga yang rela malem2 digangguin sms ku…. Lup u all…..

 

October 14, 2010 ** catatan Bunda yang berusaha optimis, “ujian” 1  sudah selesai, dan tengah berusaha menyelesaikan “ujian” berikutnya…. Insya Allah….  meski sesaat kurasakan kebahagiaan ini dan bersiap segera menghapus mendung berikutnya yang kini tengah melanda, Insya Allah....

 

 

 

[Renungan] Sesungguhnya Sesudah Kesulitan itu Ada Kemudahan

5.  Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7.  Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
8.  Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(QS.94:5-8)

 

Banyak perubahan yang dialami seseorang setelah ia mengalami ujian. walaupun perubahan itu ada yang bersifat baik atau sebaliknya. Sebenarnya setiap orang yang hidup, ia pasti akan diuji, baik ujian yang bersifat fisik maupun mental, lahir maupun batin. sehingga tidak ada seorang pun yang hidup didunia terhindar dari ujian. Ujian2 yang diberikan Allah kepada manusia akan selalu diberikan menurut kadar dan kemampuan. Allah Maha Mengetahui pastilah Dia akan bijaksana dalam memberikan ujian terhadap seseorang.

Ini bukti bahwa Allah SWT tidak akan pernah memberikan kesulitan yang tidak bisa diselesaikan oleh hamba-Nya. Dan tiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. tergantung pada usaha yang kita lakukan dalam mencapainya. Cepat dan lambatnya pencapaian akhir keinginan ada di tangan kita. Usaha yang kta lakukan sudah sedemikian keras dan optimal, ditambah keyakinan dan percaya diri yang besar. Padahal kita belum tahu hasil apa yang akan kita peroleh nanti. Namun, Allah sesungguhnya tidak akan melihat hasil, tetapi proses dalam mencapai hal itu. Karena Allah sudah tahu, di saat kita mengoptimalkan potensi kta itu berarti kita bersungguh2 dan berpasrah pada-Nya. Dan akhirnya nanti pasti tidak akan mengecewakan kita dan inilah yang terbaik bagi kita

Analoginya dalam kasus seorang siswa yang tengah menghadapi ujian semester. sebenarnya ujian adalah sebuah tes perbandingan kemampuan seseorang. Dimana ada kalanya tes itu berhasil, namun ada juga yang merasa gagal. jika berhasil ia akan mendapatkan nilai yang bagus, begitu jg sebaliknya. Namun parameter keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai2 yang keluat setelah ujian, namun banyak sekali aspek yang dapat ditinjau. ujian tidak hanya sebagai alat penghasil nilai, namun bisa jg berfungsi untuk menganalisa kekurangan yang ada pada diri kita. semakin banyak seseorang mendapat ujian, maka ia pun akan terbiasa dengan hal2 yang rumit. sehingga akan sangat memungkinkan untuk menghasilkan suatu pemecahan masalah yang lebih cermat, cepat , dan tepat di dalam kehidupan nyata. Semakin sering seseorang gagal, maka peluang dia untuk berhasil semakin besar….

akhir kata ujian hanyalah sebuah momen khusus yang diberikan kepada menusia, sehingga ia mampu mengambil hikmah dari ujian tersebut. dan hikmah tsb akan muncul bila kita berusaha maksimal untuk mencapainya. dan percaya lah bahwa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana yang mana tidak akan memberikan segala sesuatu yang tidak menurut kemampuan dan kadarnya. Waallhualam bishowab..

Janji Allah untuk memberikan kemudahan setelah kesulitan bukanlah dengan serta merta saja tanpa usaha. . Ada dua syarat yang diberikan Allah swt. agar setiap kesulitan itu menimbulkan kemudahan, yaitu:

 

Pertama : Kerja keras...

”Apabila kamu telah selesai dari suatu urusan,kerjakanlah dengan sungguh sungguh urusan yang lain”(QS.94:7). Umpamanya seorang mahasiswa yang mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan biaya study, maka dia termotifasi untuk memikirkan apa yang dapat dikerjakannya untuk mendapatkan dana biaya study, setelah berfirkir panjang maka dia memutuskan akan bekerja keras untuk mengikuti kursus computer umapamnya, atau  setiap sore pulang kuliah, atau dihari minggu dan hari libur dia bekerja keras untuk bertani atau beternak, atau keterapilan lainnya. Setelah bekerja keras itulah kemudahan tersebut akan lahir sebagai hasil dari kerja kerasnya tersebut.

 

Kedua: Optimis (penuh pengharapan).

“Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS.94:-8). Setelah bekerja keras hendaklah diiringi dengan jiwa yang optimis penuh pengharapan kepada Allah dengan banyak berdoa menggantungkan harapan kepada-Nya. Karena bagaimanapun usaha seseorang tanpa izin dan taufiq Allah  usaha itu tidak akan ada hasilnya, karena yang menentukan hasil itu adalah Yang Maha Kuasa. Kita hanya berusaha, dan berharap agar Allah memberkati usaha kita sehingga mendatangkan hasil sesuai dengan harapan kita.

 

Demikianlah, apabila kesulitan itu dihadapi dengan berfikir positif dan bekerja  keras dan diiringi dengan jiwa yang optimis penuh pengharapan, maka setiap kesulitan yang kita hadapi akhirnya akan melahirkan kemudahan yang kita harapkan.

 

Life is hard, but it's still fun.

Monday, October 11, 2010

[Share] Quotes - Gerakan Matikan BB di Depan Anak

Aku dan adik sayang mama
Tapi maaf ma.

Mengapa saat adik menangis kehausan,
Mama masih asyik BerBBM
Mengapa saat aku tidak bisa mengerjakan PR
Mama selalu bilang coba dulu pikir sendiri, sambil mata melotot ke BB
Mengapa saat aku tidak bisa memasang tali sepatu. Mama selalu menyuruh mbak untuk membantunya, sambil tangan mama lincah menyentuh BB

Aku dan adik sayang mama
Tetapi, maaf ma

Mengapa saat mama minta tolong ambilkan pampers untuk adik. Mama selalu bilang ambil sendiri, sambil tertawa di depan layar BB

Mengapa mama sekarang jarang sekali menyanyikan lagu saat membobokkan adik. Tapi mama asyik terus pegang BB
Mengapa mama sekarang jarang sekali baca cerita saat sebelum tidur. Tapi mama selalu pegang BB saat membobokkan aku

 Aku dan adik sayang Papa Mama

Tapi, maaf  ma
Aku dan adik jadi benci BB, padahal mama menyayanginya
Karena sejak ada BB, mama jarang cium aku
Karena bila pegang BB, mama kalau ditanya PR selalu marah-marah
Karena bila ada bunyi BB, mama selalu melepaskan gendongan adik
Karena sejak ada BB, mama hanya bisa tertawa dengan BB.
Aku dan adik sayang Papa Mama
Tapi, maaf ma
Aku pernah ajak adik berdoa, semoga BB mama selalu low bat.
Aku pernah ajak adik berdoa, mudah-mudah wajahku berubah jadi BB. Biar mama selalu pandangi aku terus

Aku pernah Ajak adik berdoa, supaya BB mama ketinggalan di kantor. Biar Aku dan adik bisa bersenang-senang seperti dulu lagi

Aku pernah ajak adik berdoa, supaya semua orang di rumah ini tidak beli BB kayak mama. Agar kalau mama mengacuhkan aku, aku bisa main dengan mereka

Mama
Maafin aku dan adik

Dr Widodo Judarwanto SpA
Save Our Children
http://saveourchildren.wordpress.com

(Gerakan Matikan BB di Depan Anak)

Monday, October 4, 2010

[Bunda] Bad Mood melanda…..

Jadi mellow, jadi ngeluh… jadi guilty feeling

Kamu kenapa sih nak, tiba2 membuat mood bunda jadi ga enak, membuat bunda jadi guilty feeling ......

Pagi tadi hanya mau minta dimandiin oleh Bunda, tapi karena Bunda kesiangan permintaanmu ga Bunda turuti.....

duhhh... harusnya tadi bunda mandiin kamu dulu ya Nak, apalagi sejak tadi malam kamu mulai sumeng....

 

Barusan dapat laporan dari Uwa, kalo kamu ngambek ga mau mandi, ngambek ga mau sekolah terus nangis manggil2 Bunda…

Duhhh nak……. Laporan yang bunda terima membuat Bunda langsung jadi guilty feeling…… dan mellow…

Bunda ga suka keadaan ini….

 

Belum lagi saat ini ayah di rumah, ga masuk karena sakit….

Gara2 hal “sepele” kepleset saat main sama Kaka… dan sekarang ayah jadi cedera dan memar di tulang ekor…

Duhhh…. Lengkap sudah rasa salah ini….

 

Ditambah besok Bunda harus trip ke Bandung sampe Sabtu karena kerjaan kantor

4 hari Bunda ninggalin kamu……

Saat kamu lagi ga fit, saat ayah juga lagi sakit….

Kebayang pikiran Bunda yang bercabang….

 

Bolak balik line ext bunyi….

Bolak balik si boss telepon nanyain untuk acara besok……

Duhhh nakkkk……….

 

Kalo udah gini hanya 1

Bunda pingin pulangggggggg……..

Tapi apa bisa?????

 

Sunday, October 3, 2010

Pisang Keju Caramel fr Mama Bita


Description:
Ceritanya nyontek dari menu toddler punya neng cantik (http://alikastore.multiply.com/) (nuhun pisan ya neng u/ ide resepnya...)
resep aslinya sih disitu ditulis dari mama bita… (Pisang panggang caramel)
Nah Sabtu week end kemarin itu kami panen pisang, bingung pisang mau diapain, bagi2 tetangga udah, bagi ke Uti udah, bikin pisang goreng udah, dikukus udah, akhirnya keingetan resep ini maka dibuatlah untuk ayah, dan alhamdulillah ayah doyan, pertama bikin pake resep yang bener2 sama sesuai aturan, tapi komentar ayah kemanisan, maka di resep berikutnya aku buat dengan mengurangi takaran gula pasirnya karena ayah ga terlalu suka manis, dan sesuai request kejunya minta banyak. Sipp….


Ingredients:
Bahan:
2 buah pisang ambon/kepok belah papan (aku pake pisang kapok)
1 sdm margarine (aku pake blue band)
2 sdm gula pasir (aku pake 1 sdm aja karena ga suka manis)
Meises secukupnya (aku skip alias ga pake)
Keju parut sesuai selera
SKM putih secukupnya (harusnya sih biar berwarna pake SKM coklat ya.. tapi di rumah adanya SKM putih )

Directions:
Panaskan margarin/mentega hingga cair, masukkan gula pasir masak hingga cair dan berwarna coklat keemasan. Masukan pisang aduk rata, angkat. Saat masih panas taburkan meises dan keju parut.

Seperti aku tulis diatas, meises aku skip, gantinya taburan keju diperbanyak dan aku tambahkan SKM putih….
Rasanya.. hmmm… enak… manis dari caramel berbaur dengan gurihnya keju… yummyyy….

Mie Goreng sayur bakso “cinta”


Description:
Hihi… baca judulnya lebay banget ya? Btw pasti ada cerita kenapa ini dinamain mie goreng cinta, bukan bermaksud lebay lohhh…
Jadi ceritanya, week end hari minggu kemarin, di rumah tuh kedatengan krucil 2K (kyo-Kei), Uti dan Mama Tika dan adik2 iparku, semua kumpul di rumah Jajar, rameee… banget.
Bingung mau bikin sarapan apa untuk anak2, jadilah aku buat Mie Goreng ini untuk sarapan anak2, trus kenapa dibuat Mie goreng Cinta, hahaha…. Itu sih karena bakso yang aku pake berbentuk love aka hati aka symbol cinta, itu loh bakso berbentuk hati yang kaya di film Cinta Bertasbih… 


Ingredients:

Bahan2 :
1 bungkus Mie Telor di rebus kemudian di tiriskan (aku pake mie telor cap 2 ayam)
(kalau aku setelah mie di rebus dan tiriskan, tambahkan 1 sdm minyak goreng biar ga lengket, kemudian tambahkan kecap manis, aduk2 rata mie, sampai semua kecap tercampur rata, jadi saat pemasakan tidak perlu pakai kecap lagi)
3 butir telur (di orak arik/dadar kasar)
1 ikat sawi (di iris)
1 cup toge
4 batang wortel (diiris korek api)
10 bh baso sapi (dibelah 2 kemudian diiris tipis)
3 bh sosis sapi (iris tipis serong)
Daun bawang seledri secukupnya (iris halus)
1 butir bawang bombay iris halus
Kecap manis secukupnya
Saos sambel secukupnya (jika ingin pedas)
Bawang goreng untuk taburan

Bumbu dihaluskan :
4 siung bawang putih
5 siung bawang merah
2 bh kemiri
Garam & Lada secukupnya (sesuai selera)

Directions:
Tumis bawang bombay yang sudah diiris sampai layu, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, tumis hingga harum, tambahkan air sedikit, masukkan wortel, aduk2 sebentar sampai wortel layu, kemudian masukkan irisan bakso dan sosis, aduk2 lagi sebentar, kemudian masukkan mie yang sudah diberi kecap tadi, masukkan telur orak-arik, aduk2 sampai rata, kemudian masukkan sawi, toge dan daun bawang/seledri, aduk sampai semua sayuran dan mie tercampur rata. Matikan kompor dan siap disajikan.

Jika ingin membuat yang versi pedas, setelah mie goreng matang kompor jangan dimatikan dulu , angkat sebagian dan sisihkan di bowl or piring untuk anak2, dan sisanya kemudian ditambahkan saos sambal botolan ke dalam mie, aduk rata sampai semua saos tercampur rata (kepedasan disesuaikan selera ya..), baru matikan kompor.
Sajikan mie ditambahkan dengan taburan bawang goreng… siap diajikan dehhh… rasanya… hmmm.. mak nyusss…….

*ssttt…. Ini menu yang biasa aku jadikan alternative kalo si kaka mulai males makan sayur….ya.. cukup bisa diandalkan deh.. karena si kaka akan ngabisin porsi mie yang disajiikn emaknya… alhamdulillah…..