Jadi kemarin aku chat sama Jeng Winda lumayan lama, pasca closing awal bulan emang lumayan luang waktunya, situasi serupa dan idem sama Jeng Winda, ya sut deh ngobrol ngalor ngidul, sampe akhirnya pada satu topic tentang anak, intinya duo Bundo ini sama2 menceritakan tentang jagoan kita masing2 ya si Kaka alias Ibang dan si chubby alias Devan, seruuuuu…pastinya…. Karena sama2 punya anak cowok, sama2 seumuran, dan sama2 lagi masa2nya sang jagoan mulai berexplore….
Naahhh... kemudian kita sama2 membahas alias kupas tuntas tentang Buku –nya Melly Kiong yang judulnya “Siapa bilang Ibu Bekerja tidak bisa mendidik anak dengan baik” Buku itu emang keren banget, pengalaman2 praktis Melly Kiong dalam mendidik anak dikemukakan lewat racikan yang sangat sederhana, jernih dan mengalir apa adanya… bener2 buku yang layak dibaca oleh Ibu2 yang kebetulan sibuk sebagai working mom tetapi masih memiliki kepedulian untuk sukses dalam mendidik anak2nya dirumah.
Tips2 yang disajiin Melly Kiong dalam bukunya patut di contoh karena memberikan pelajaran yang bermanfaat untuk kita sebagai working mom, aku salah satunya yang terpacu untuk mempraktekannya ke Jibran.
Contoh sederhana misalnya tentang reward, sekecil apapun usaha anak yang bersifat baik dan membanggakan, selayaknya dapat/diberi erward. Reward yang diberikan ga melulu hadiah macam mainan atau makanan atau jalan2, namun melalui bentuk benda seperti sticker yang bertuliskan kata2 motivasi disertai gambar yang lucu2. Kurang lebihnya Jeng Winda dan aku udah mempraktekannka kepada anak kami masing2 yakni Jibran atau Devan.
Bentuk stickernya bermacam2, seperti yang aku punya sticker karakter gambar macam2 hewan ada kuda, sapi, gajah, burung, ayam dan banyak lagi, dimana masing2 sticker bertuliskan kata2 seperti : “Bagus”, “Hebat”, “Pintar”, “Semangat”
Penampakannya seperti ini :

Untuk sticker2 hewan ini aku berikan ke Kaka sebagai reward untuk satu tindakan positif dari dia, seperti , ketika Jibran selesai makan bisa meletakan sendiri piring dan sendoknya ke dapur, untuk itu aku akan berikan 1 sticker untuk kaka, “Wuaaa… anak Bunda hebat ya, gitu donk abis makan taruh piringnya di dapur. Karena Kaka udah pinter nih ya Bunda kasih sticker reward untuk Kaka..” Mengenai jenis gambar stickernya, aku sengaja membebaskan jibran untuk memilihnya sendiri, dan biasanya setelah dapat sticker, lalu sticker tsb akan ditempelkan ke Lemari Jibran oleh Jibran sendiri.
Makin banyak dia melakukan tindakan positif, makin banyak jumlah sticker yang dia dapat, dan yang berhak untuk memberikan sticker ini hanya aku dan ayah aja, jadi misalnya siang hari Jibran melakukan tindakan positif, maka Uwa akan memberitaukan aku saat aku telpon, dan sticker ini akan aku berikan ke Jibran setelah aku sampe rumah.
Reaksi Jibran hmm…. Seneng pastinya, exciting dan dia makin semangat, apalagi kalo jumlah stickernya tambah banyak, dia akan “pamer” ke ayah, tante Tika, Uti ato siapapun yang ada di rumah.
Ada juga sticker berkarakter yang berupa gambar “smiley”
dan “marah”


Nah untuk sticker ini penggunaannya beda, jadi kalo Jibran lagi cengeng, mellow atao lagi ngambek, biasanya aku ato ayah akan kasih sticker berlogo marah, warna stickernya merah, “ya…. Kaka nangis nih, kalo kaka nangis kan jadi keliatan jelek, kaya sticker ini nih…” Diantara nangisnya si Kaka mandangin sticker merah itu, naahhh… kalo hatinya lagi bolong biasanya sih sticker merah itu mujarab bisa bikin tangisnya Jibran berhenti, tapi kalo lagi tantrum ya ga manjur, Jibran ga peduli teteup aja nangis, hehehe… bisa dimaklumi namanya juga anak2. Biasanya untuk sticker marah ini akan aku tempeli di tangan Jibran.
Kaya kejadian tadi pagi yang masih fresh, ga ada angin ga ada hujan, tau2 Jibran mewek kenceng banget, ga ngebolehin aku mandi dan berangkat kerja. Laah... tumbenan nih Kaka, ya udah deh akhirnya aku kasih dia sticker merah itu.

Sebaliknya jika setelah nangis trus Kaka berubah jadi ceria lagi, segera aku berikan sticker biru dengan gambar senyum, seperti ekjadian tadi pagi, “Tuh kan.. kalo Kaka pinter ga nangis lagi, Kaka cakep deh kaya sticker ini..” seraya menunjukan sticker biru kearahnya, dannn.. reaksinya dia akan senyum2 sendiri tanda GR, hahaha…… J

Intinya reward untuk anak itu perlu dan ga selalu harus berupa hadiah, melalui reward2 sederhana seperti ini, terbukti sang anak cukup termotivasi untuk menjdai dan melakukan hal2 baik. Hmm… ini salah satu benang merah dan manfaat yang aku ambil dari Buku tsb. Sederhana tapi memiliki manfaat yang besar…
note : sticker2 ini aku beli di TM Bookstore - Detos