Showing posts with label informasi. Show all posts
Showing posts with label informasi. Show all posts

Wednesday, October 14, 2009

I lup u pull...

Meski banyak kejadian yang ga enak tentang tempatku tinggal, meski banyak teroris disini, meski banyak orang pilih jalan ke LN, meski banyak yang ga bangga tinggal disini, weeiitsss.... tapi aku sebangai WNI, tetep cintah dan bangga tinggal di Indonesia, nih buktinya... Indonesia ga kalah bagusnya kok sama negara2 tetangga. Mau bukti.... yukkk mariii... perhatikan baik2 pic berikut ini.... :

PARIS?? No.. ini lapangan banteng

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Midnight at Hongkong? NO it is THAMRIN

 

 

 

 

 

 

Pedestrian in US? NO...ini di Makassar

 

 

 

 

 

 

 

Shangai? No.. ini di MANGGA 2

 

 

 

 

 

 

 

Seperti Bandara Eropa ya, ini bandara sultan hasanudin loh..

 

 

 

 

 

 

 

Tebak ini New Zaeland kah? NO.. ini Pulau Komodo

 

 

 

 

 

 

Serasa di Monaco ya, jangan salah ini Bunaken..

 

 

 

 

 

Kalo ini serasa di Afrika, padahal ini di Gunung Kidul

 

 

 

 

 

 

 

Bukan kota di Gaza loh, ini asli pemandangan di Medan

 

 

 

 

 

 

 

Wow... Manhattan banget ya...

 

 

 

 

 

 

Jangan berharap ketemu Spiderman disini karena ini bukan NY ini gedung Artha Graha..

 

 

 

 

 

 

 

Mirip di Singapura ga sih, padahal ini Gramedia di Surabaya loh...

 

 

 

 

 

 

 

Yuk ke perkampungan swiss, eitss.. ini di Semarang loh....

 

 

 

 

 

 

Bener ini Suramadu, btw serasa mau nyebrang ke negara bagian di US ya..

 

 

 

 

 

 

Gimana?? sekarang makin cinta donk sama Indonesaaahh.. yukkk sama2 teriak I Lup U Pull...... haha...

======================================================

October 16, 09 catatan Bunda yang emang cinta Indonesahh...

Monday, July 6, 2009

[share] Ibu, mendongenglah untukku...

Sudah beberapa hari belakangan ini Jibran punya hobby baru menjelang tidur, yaitu minta di dongengkan. Hmm… mungkin buat sebagian orang fase mendongeng kepada anak di usia 2th adalah telat, namun kenyataannya justru di usia Jibran 2th, Jibran baru antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Bunda nya. Dongeng yang dimaksud disini adalah benar2 dongeng atau mungkin tepatnya menceritakan kembali intisari cerita dari sebuah buku. Jibran ga tertarik jika Bunda nya sekedar membacakan buku cerita yang ada gambarnya, sebaliknya dia malah lebih tertarik jika Bunda bercerita tanpa buku, karena disitulah Jibran akan benar2 konsen dan menatap mata Bunda yang begitu semangatnya bercerita. Cerita yang Bunda bawakan adalah dari kejadian sehari-hari yang nyata dialami Jibran. Misalnya, Jibran lagi hobby liat ayam dan anjing, piaraan tetangga dekat Rumah, maka tentang ayam dan anjinglah Bunda akan bercerita.

Seperti tadi malam, kembali Jibran minta Bunda mendongeng, “cita ya bund.. cita..” (maksudnya cerita dulu Bund, cerita). Jadilah tadi malam Bunda menceritakan (lagi) tentang ayam dan anjing. Upsstttt.. ga bosan2nya nih Jibran denger cerita karangan Bunda tentang ayam dan anjing yang bersahabat dan suka main bersama di pekarangan Rumah. Karena memang seperti itulah yang Jibran liat sehari-hari.

Bagiku mendongeng adalah lebih kepada menjalin kedekatan antara Jibran dan Bunda nya. Bagaimana tidak setelah seharian diluar rumah karena bekerja, kangen ini terobati begitu melihat ekpresi Jibran yang antusias melihat Bunda bercerita. Dan manfaat dongeng bagiku adalah membangun imajinasi Jibran untuk nilai-nilai postif dari sebuah inti cerita yang aku sampaikan melalui dongeng.

 

Hmmm…. berikut semua tentang manfaat dongeng  dari segi Islam, yang aku ambil dari  : http://qathrunnadacom.multiply.com/journal/item/1

 

IBU, MENDONGENGLAH UNTUKKU …

 

Suatu malam di satu rumah, terdengar rengekan bocah kecil pada ibunya. ”Bu, malam ini dongengkan cerita ya Bu.” Sang Ibu menjawab, ”Ibu capek.” ”Satu aja Bu, sebentar aja,pinta si anak dengan wajah memelas. ”Dibilang Ibu capek, ya capek. Lagian Ibu itu gak pintar mendongeng,” jawab Ibu dengan nada yang mulai meninggi. Si anak pun terdiam, memendam rasa kecewa yang dibawa hingga dalam tidurnya.

Dialog di atas mungkin bukan suatu hal yang asing diantara kita. Atau bahkan mungkin sering menghiasi malam-malam kita, pertengkaran kecil Ibu dengan si buah hati yang merengek minta dongeng. Padahal si kecil tidak pernah mempermasalahkan dongeng itu dibacakan ibunya dari sebuah buku atau cerita hasil imajinasi ibunya.

Banyak diantara para ibu merasa kurang ’nyaman’ mendongengi buah hatinya dengan beberapa alasan, bisa capek, malas, tidak bisa cerita, tidak punya bahan cerita, tidak punya pengalaman mendongeng, suaranya tidak bagus dan masih banyak alasan lain untuk menolak permintaan si kecil yang sangat sederhana.

Jika kita tahu betapa berharga dan pentingnya satu cerita di satu penggalan malam bagi buah hati kita, tentunya berbagai rangkaian alasan takkan keluar dari lisan kita.

Membangun Karakter Anak Dengan Dongeng

Masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur untuk melakukan pembinaan keilmuan dan pemikiran. Pada masa ini daya tangkap dan daya serap otak mereka berada pada kemampuan maksimal; dada mereka lebih longgar dan lebih hapal terhadap apa yang mereka dengar.

Siapa yang mempelajari al-Quran ketika masih muda, maka al-Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Siapa yang mempelajarinya ketika dewasa, sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya, maka ia mendapatkan pahala dua kali.“ (HR al-Baihaqi, ad-Dailami, dan al-Hakim).

Terlebih lagi dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut :

<!--[if !supportLists]--> 1.

<!--[endif]-->Usia dini (lahir -6 tahun) merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukn bagi anak di masa depan, disebut juga masa keemasan (golden age).

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->hasil penelitian di bidang Neorologi (Osbon, White, Bloom) menunjukkan bahwa perkembangan intelektual usia sejak lahir – 4 tahun mencapai 50%; usia 4 tahun – 8 tahun mencapai 80% dan usia 8 tahun – 18 tahun mencapai 100%

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Stimulasi otak menunjukkan bahwa pertumbuhan otak anak ditentukan bagaimana cara orang tua mengasuh, memberi asupan makanan dan memberikan stimulasi psikososial (jarang disentuh atau diajak bermain), serta lingkungan yang miskin untuk bisa dieksplorasi anak.

Salah satu kegiatan menstimulus (merangsang) kecerdasan buah hati adalah dengan mendongeng. Mendongeng adalah suatu aktivitas bercerita suatu kisah entah khayal atau nyata yang biasanya diceritakan pada masa kanak-kanak. Dan biasanya cerita dongeng itu masih teringat oleh kita hingga dewasa karena di sana kita masih kecil dan minat mendengar dongeng kuat sekali alias kemampuan belajar tentang sesuatu di luar kita cukup besar.

”Belajar di waktu muda seperti menulis di atas batu sedangkan belajar di waktu tua seperti menulis di permukaan air.“


Kisah mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jiwa, maka seorang pendidik dan orang tua selayaknya memperbanyak kisah-kisah yang bermanfaat dan itu banyak sekali terdapat dalam Al-Quran Al Karim dan sunnah-sunnah yang suci diantaranya, Kisah Ashabul Kahfi (penghuni gua), bertujuan untuk membentuk generasi yang beriman kepada Alloh, cinta kepada tauhid dan membenci kepada kemusyrikan. Kisah Isa alahi wasallam, bertujuan untuk menjelaskan bahwa beliau adalah hamba Allah dan bukan anak Allah sebagaimana anggapan kaum Nashrani, Kisah Yusuf alahi sallam, diantara tujuannya adalah untuk memperingatkan agar jangan sampai terjadi pergaulan campur aduk antara laki-laki dan perempuan, sebab akan membawa akibat yang sangat jelek, Kisah Yunus alahi wasallam, bertujuan untuk menekankan agar selalu ber-isti’anah (meminta pertolongan) hanya kepada Allah saja, lebih-lebih ketika ditimpa musibah.


Kisah orang-orang yang terperangkap dalam gua yaitu kisah yang diceritakan oleh Nabi sallallahu”alaihi wa sallam untuk mengajarkan kepada para sahabatnya tentang bertawassul kepada Alloh dengan amal-amal sholeh seperti ridho kepada orang tua, memenuhi hak-hak pemiliknya, dan meninggalkan zina karena takut karena Alloh. Dan sunnah nabawiyah penuh dengan kisah-kisah yang bermanfaaat.

Peran Dongeng Digantikan Televisi

Saat ini, peran dongeng sudah tergantikan oleh media televisi. Kebiasaan mendongeng para orangtua sekarang banyak ditinggalkan, dan anak hanya diputarkan televisi untuk menonton film-film animasi, bahkan sinetron. Ini sangat berbahaya, apalagi tidak didampingi orangtua. Anak memang berimajinasi, tapi menjadi sangat berbahaya kalau imajinasinya itu negatif karena menirukan tokoh kartun yang sangat berbeda dengan karakter manusia.

Sekarang coba kita renungkan bagaimanakah kalau kisah seperti Teletubies yang tokoh-tokohnya tidak jelas karakter wanita- prianya juga pembimbingnya bukan bapak ibu tapi dewa matahari(si bayi) dan si penyedot debu … Sinchan dengan gaya tololnya dan kesukaan pada hal ”ngeres”/porno apalagi bapaknya dan ibunya yang kejam….Power Rangers, Ksatria Baja Hitam, dan semacamnya yang menggambarkan bahwa segala permasalahan hanya bisa dipecahkan dengan kekerasan/perkelahian. Doraemon dan tokoh-tokohnya yang pemalas (si Nobita), kejam (si Giant), licik dan sombong (si Tsuneo), penolong bak Dewa Serba Bisa (si Doraemon)..Tom & Jery, Donal Bebek dan semacamnya dikisahkan pada anak-anak..yang penuh adegan kekerasan dan penipuan untuk menghancurkan musuh di ajarkan pada anak didik kita. BAGAIMANAKAH NASIB GENERASI PENGGEMAR KISAH-KISAH INI !!!.



Setiap Ibu HARUS Bisa Mendongeng

Coba kalau kita bertanya kepada para ibu secara acak, siapakah yang menginginkan anaknya menjadi anak nakal, liar, dan kurang ajar ? Jawabannya, pasti, TIDAK ADA ! Siapapun orang tuanya, bahkan maling sekalipun tidak akan berdoa anaknya kelak menjadi maling seperti dirinya. Artinya, semua orang tua senantiasa mempunyai harapan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Pertanyaannya, kapan saat yang tepat bagi Ibu untuk menyampaikan harapan-harapan yang baik bagi si anak ? Betul. Saat buah hati kita menjelang tidur. Konon saat-saat menjelang tidur adalah saat yang efektif untuk menanamkan sesuatu ke alam bawah sadar anak. Sesuatu yang ditanamkan ke alam bawah sadar, secara berulang-ulang dan terus menerus, bisa sangat signifikan pengaruhnya. Itulah yang dikatakan sebagai teori hypnotherapy. Terlebih dengan suara lembut ibu, serta usapan jemarinya di kepala menumbuhkan ketenangan pada buah hati.

Nah Ibu, tunggu apa lagi ? Segera tanamkan nilai-nilai yang mulia bagi anak-anak kita, jika kita menginginkan mereka menjadi anak-anak sholeh, anak-anak hebat yang berdiri di barisan terdepan berjuang membela agama Allah. (aa)

Thursday, April 16, 2009

Pilih-pilih mainan edukatif agar si kecil tekun

Artikel ini aku dapat dari http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=07323&rubrik=batita, dan aku coba share kepada teman-teman... smg bermanfaat..

PILIH MAINAN EDUKATIF AGAR SI KECIL TEKUN

Disebut mainan edukatif karena dapat merangsang daya pikir anak. Termasuk di antaranya meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana membedakan mainan jenis ini dari mainan lainnya? Simaklah jawaban-jawaban tentang mainan edukatif yang disampaikan Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain.

APA YANG MASUK KATEGORI MAINAN EDUKATIF?

* Diperuntukkan bagi anak balita

Yakni mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.

* Multifungsi

Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan sehingga stimulasi yang didapat anak juga lebih beragam.

* Melatih problem solving

Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh.

* Melatih konsep-konsep dasar

Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus.

* Melatih ketelitian dan ketekunan

Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekadar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya.

* Merangsang kreativitas

Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak terbiasa untuk menghasilkan karya, lewat permainan rancang bangun misalnya, kelak dia akan lebih berinovasi untuk menciptakan suatu karya, tidak hanya mengekor saja.

APA SAJA MANFAATNYA?

* Melatih kemampuan motorik

Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.

* Melatih konsentrasi

Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya -- ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.

* Mengenalkan konsep sebab akibat

Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.

* Melatih bahasa dan wawasan

Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.

* Mengenalkan warna dan bentuk

Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.

KAPAN ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERMAINAN EDUKATIF?

Meski memiliki manfaat melimpah, bukan berarti anak bisa dijejali dengan mainan edukatif terus-menerus. Mainan edukatif hanya salah satu faktor pendukung perkembangan otak anak agar lebih maksimal. Jadi tak perlu memaksa atau memorsir anak untuk melakukan permainan edukatif setiap saat.

Selain mainan edukatif, anak juga perlu dikenalkan dengan mainan pada umumnya, seperti boneka, mobil-mobilan, dan mainan-mainan yang tidak untuk dibongkar pasang lainnya. Walau tidak termasuk mainan edukatif, tapi mainan-mainan seperti itu tetap dapat menyumbangkan manfaat edukasi pada si kecil. Dengan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Tidak selalu mengarah pada konsep-konsep dasar.

Misalnya begini, saat si kecil asyik bermain boneka, sebenarnya ia dilatih untuk melakukan interaksi dengan orang lain melalui boneka tersebut. Bagaimana dia harus "memperlakukan" si boneka dengan kasih sayang; disuapi, ditimang, disusui, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar si kecil juga tetap dapat terstimulasi secara tak langsung saat ia memakaikan baju pada bonekanya. Anak juga dapat mengenal warna serta peran sosial sebagai ibu, kakak, dan sebagainya.

KAPAN MAINAN EDUKATIF MULAI DIKENALKAN?

Tentu sedini mungkin. Sejak usia batita, sodori anak dengan berbagai jenis permainan baik dengan mainan edukatif ataupun bukan. Sekadar mengingatkan saja, perkembangan otak anak di usia ini masuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si kecil sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Karena itulah, stimulasi amat diperlukan. Semakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya semakin banyak terhubung.

Anak yang sudah akrab dengan mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Ia lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, serta tekun. Sementara yang tidak, biasanya akan lebih tertinggal dalam masalah intelektual. Anak-anak yang tidak diperkenalkan dengan mainan edukatif akan lebih sulit untuk belajar mengenai bentuk dan warna.

Mereka juga tidak terbiasa untuk duduk tenang serta tekun. Hal ini dapat membuat anak menjadi sulit diarahkan untuk berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan nantinya. "Banyak kasus yang saya tangani, anak-anak yang sering bermain fisik dan terlalu sering menonton teve, di usia sekolahnya kurang bisa berkonsentrasi, kurang telaten, tidak tekun, dan mudah menyerah, karena mereka tidak terbiasa untuk duduk tenang dan tekun."

BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN MANFAATNYA?

Sebelum menyodorkan satu mainan edukatif pada si kecil, contohkan dahulu bagaimana cara memainkannya. Asal tahu saja, mainan edukatif berbeda dari mainan pada umumnya yang lebih mudah dipahami anak. Mobil-mobilan, contohnya, hanya tinggal digeser-geser, didorong atau ditarik, mungkin si kecil sudah bisa asyik memainkannya. Namun, pada mainan edukatif dibutuhkan cara tertentu untuk bisa mendapatkan asyiknya. Pasel misalnya harus disusun dan disesuaikan keping-kepingnya. Untuk itulah perlu ada arahan dari orang dewasa. Demikian pula dengan permainan palu yang kelihatannya simpel bagi orang dewasa tapi belum tentu bagi si kecil. Perlu penjelasan lebih dulu mengenai cara memalu untuk memasang "paku" dan mencopotnya kembali.

Beberapa anak mungkin saja dapat bermain tanpa perlu pengarahan terlebih dulu. Tapi jangan lupa, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang cepat memahami kesalahannya dan cepat menganalisa, tetapi ada juga yang biasa-bisa saja, bahkan lambat. Bila si kecil termasuk lambat dan tidak mendapat pengarahan, maka bisa-bisa mainan edukatif tersebut hanya akan dibuangnya karena dianggap tidak menarik.

Satu hal penting, saat mengarahkan anak, jangan mengharuskan ia melakukan persis sama seperti yang sudah kita contohkan. Berikan kebebasan padanya untuk melakukan sesuai dengan keinginannya. Contoh, saat kita membangun rumah-rumahan dari mainan balok, biarkan ia membuat mobil-mobilan dari mainan yang sama.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 1 TAHUN:

· Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda (seperti gelas plastik air mineral), sangat cocok bagi anak satu tahunan.

· Setelah itu si kecil bisa ditawari mainan single puzzle, yaitu mainan yang pada penutupnya diberi lubang-lubang berbentuk geometris, seperti segitiga, segiempat dan lingkaran. Lalu si kecil diminta memasukkan benda-benda yang sesuai pada lubangnya. Namun, kita belum bisa menuntutnya untuk memasukkan setiap bentuk sampai selesai, melainkan harus satu per satu. Berikan ia bentuk segitiga dulu lalu arahkan tangannya untuk memasukkan ke lubang yang berbentuk sama dengan arah yang tepat, misalnya.

Ajak si kecil untuk melakukan tuang-menuang air dari wadah yang lebih kecil ke wadah yang lebih besar. Dengan begitu anak tahu bahwa air dari wadah yang lebih kecil bisa tertampung dalam wadah yang lebih besar. Permainan serupa dengan menunjukkan bahwa benda yang lebih kecil bisa masuk ke dalam wadah yang lebih besar juga bisa dilakukan.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2 TAHUN:

Pasel berbentuk rumah-rumahan, buah atau binatang dengan 2-3 pecahan. Untuk menyusun pasel tersebut tentu dibutuhkan keterampilan sehingga anak akan dirangsang untuk mengembangkan kemampuannya.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2,5-3 TAHUN:

· Bila sebelumnya pasel yang diberikan hanya terdiri atas beberapa keping saja, kini tingkatkan dengan pasel yang memiliki lebih banyak keping.

· Permainan rancang bangun juga sudah bisa diberikan untuk merangsang koordinasi motoriknya. Anak sudah bisa membuat susunan bangunan ke atas sambil mengimajinasikan bentuk apa yang sedang dibuatnya meskipun masih belum terbentuk jelas. Ketika anak mampu bermain rancang bangun, pujilah apa yang sudah dihasilkannya. Meskipun bentuknya hanya berupa susunan balok yang tidak beraturan, kita tetap harus memberikan apresiasi agar anak merasa dihargai. Hindari sikap mencemooh yang akan memerosotkan motivasinya dalam berkreasi.

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBELI?

Membeli mainan edukatif memang perlu selektif. Kita harus menyesuaikan dengan usia anak dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut panduannya:

MAINAN ANAK 1 TAHUN:

Di usia batita awal anak belum memiliki kemampuan motorik yang baik. Jadi kemampuan dasar inilah yang perlu dilatih. Namun permainan untuknya haruslah sederhana dan tidak terlalu menyita waktu. Selalu dampingi si kecil saat bermain.

MAINAN ANAK 2 TAHUN:

Derajat kesulitan mainan edukatif untuk anak usia dua tahun sudah harus lebih tinggi ketimbang anak satu tahun. Bila sebelumnya yang diberikan adalah single puzzle, maka di usia ini anak bisa diajak bermain pasel dengan bentuk yang lebih kompleks.

MAINAN ANAK 2,5 ­ 3 TAHUN:

Permainan edukatif yang kita berikan harus lebih tinggi lagi tingkat kerumitannya. Di usia ini anak perlu belajar mengorganisasi bagian-bagian yang terpisah menjadi satu kembali, anak juga dituntut untuk mulai belajar tekun menggunakan berbagai kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.

APAKAH HARGA MAINAN EDUKATIF PASTI TERJANGKAU?

Tentu saja. Mainan edukatif tak mesti didapat dengan harga selangit. Kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekeliling rumah sebagai sarana permainan edukatif. Misalnya, gelas plastik bisa digunakan si kecil untuk ditumpuk-tumpuk. Ini merupakan permainan yang mengasyikkan baginya. Gelas-gelas plastik tersebut juga bisa dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar, seperti dus bekas. Aktivitas mandi juga bisa dimanfaatkan sebagai permainan edukatif. Biarkan si kecil memasukkan air ke dalam ember dengan menggunakan ciduk. Semua itu akan melatih berbagai kemampuan dasar anak.

Irfan Hasuki. Foto: Iman/nakita

 

ps : ini masih jadi PR buatku, karena saat ini Jibran masih lebih suka mainan mobil dibandingkan mainan edukatif seperti ini....