Showing posts with label asi. Show all posts
Showing posts with label asi. Show all posts

Tuesday, February 21, 2012

[Re-post] Pengalaman Jadi Ibu "perah"


Tergugah "lagi" oleh postingan teteh disini bikin aku teringat ke masa2 lalu perjuangan yang sama yang aku "tempuh" selama menjadi "ibu perah" yang ga mudah dan banyak rintangan karena saat itu aku seorang WM yang juga punya tugas traveling ke luar kota.

Semua story mulai dari kejar tayang stock ASIP, "pamer" foto tentang stock ASIP, sampe proses weaning si Kaka pernah aku posting, detail bisa diintip disini.

Satu pengalaman yang berharga, dan Insya Allah jadi kebanggaan Jibran nantinya, gimana dulu Bundanya melewati semuanya yang ga mudah, apalagi kalo ingat saat aku kerja dulu di teamku hanya aku satu2nya wanita. Kebayang ga sih... berargumen dengan para pria yang udah bapak2 tentang ASI, hehe...

Satu postingan yang pernah aku kirim ke milis asiforbaby aku repost disini, semoga bisa memberi manfaat...

---------------------------------------------------------

Blog EntryJun 8, '09 10:15 AM
for everyone


Postingan ini yang kukirim ke milis asiforbaby...

 

From: Hasan, Disnawiyanti
Sent: Monday, June 08, 2009 9:23 AM
To: 'asiforbaby@yahoogroups.com'
Subject: [asiforbaby] Alhamdulillah Jibran sudah S3 ASI....


Dear Moms,

Alhamdulillah… itulah satu kata yang mewakili perasaanku saat ini. Bagaimana tidak, akhirnya 7 Juni 09 lalu, genap 2th usia Jibran, genap pula 2th Jibran mimi ASI. Senang dan bangganya aku. Pun dengan ayahnya dan Jibran tentunya. Ternyata tidak sia-sia usahaku selama ini, selama 2th bisa memberikan Jibran ASI, kenyataan itu membuktikan, meski aku seorang Ibu bekerja, bukan suatu halangan bisa memberikan ASI, Insya Allah selama ada kemauan dan niat yang kuat serta usaha yang kuat juga dukungan dari semua, segala aral dan rintangan bisa aku hadapi demi keyakinan dan semangatku bisa memberikan ASI kepada Jibran anakku. Alhamdulillah Jibran tumbuh sehat dan cerdas berkat ASI.

Melalui kesempatan ini pula aku haturkan rasa terimakasih yang mendalam untuk tabloid Nakita yang memperkenalkan aku dengan milis tercinta ini (asiforbaby), milis yang telah membuka mata hatiku tentang penting dan dahsyatnya.. (wow..) manfaat ASI. Terima kasih ya bu Moderator …


Trima kasih pula untuk suamiku, ayah dari Jibran yang senantiasa mendukung aku selama ini, terlebih siap berperan ganda menjadi ayah sekaligus Ibu di saat aku tidak ada di sisi Jibran karena tugas kantor yang mengharuskan aku keluar kota selama beberapa hari bahkan 1minggu lebih dalam 2th terakhir ini. Trimakasih untuk teman2 di milis asiforbaby yang senantiasa mau berbagi tips dan share di milis tercinta ini. Pastinya yang terpenting adalah trimakasih kepadamu Ya Allah, yang telah memberikan karunia yang besar atas lahirnya Jibran sehingga aku dapat  membesarkan Jibran di usia 2th pertamanya bersama ASI. Alhamdulillah….


Jibran terlahir melalui Caesar karena aku mengalami plasenta previa, sesaat setelah Jibran lahir, ASIku belum keluar, namun meski begitu aku tidak mau Jibran diberi sufor, alhamdulillah di hari kedua ASI ku keluar, lancar meski belum berlebih. Lanjut terus selama 3bulan ASI karena aku masih dirumah menikmati cuti melahirkan.


Hari pertama masuk kerja, aku “hanya” mempunyai stok ASI 7botol @ 60ml, aku mencoba yakin bahwa Jibran cukup dengan 7botol ASIP di hari pertamaku kerja. Mencoba mulai memerah di hari pertama dan sempet sedih karena “hanya” bisa bawa pulang 4botol @ 60ml, akhirnya mengejar ketinggalan tsb di malam hari memerah ASI kembali dengan system menabung sebelah (istilahku), jadi PD kiri u/ Jibran sementara PD kanan u/ diperah. Alhamdulillah berhasil menutupi kekeurangannya. Berjalannya waktu volume ASI yang aku hasilkan semakin bertambah dan bertambah sampai2 freezer kulkas tidak muat. Akhirnya aku info ke milis  aku siap mendonorkan ASI ku yang berlebih, dan Faiz adalah saudara “sepersusuan” Jibran yang sempat menikmati ASI dariku, bahkan artikel tentang donor ASI ini pernah diliput di Halal Transtv dimana Faiz danMba Rya (mama Faiz) menjadi narasumber.


Enam bulan pertama berlalu bersama ASI dan berikutnya MPASI masih dengan ASI sebagai bahan campurannya. Pernah Jibran kutinggal bersama 8liter ASIP di rumah karena aku harus keluar kota selama 8hari, Alhamdulillah..sukses…. Pengalaman pertama yang berharga itu kujadikan pelajaran untuk berikutnya, dan bukan sesuatu yang “mengkhawatirkan” jika aku “terpaksa” meninggalkan Jibran di rumah karena adanya tugas kantor ke luar kota. Seminggu pernah, 2 hari atau 3 hari apalagi. Minimal 1 bulan sekali aku pasti keluarkota.
















   

   stok ASI saat usia Jibran 20M6D,


Akhirnya sukses dan lulus untuk setahun pertama Jibran bersama ASI, lanjut di bulan ke 13, lanjut di bulan 14 dan seterusnya hingga hari ini genap 24 bulan.

Setelah 24bulan bersama ASI,  saat ini aku sedang in process “weaning” yang ternyata belum sukses, aku ingin seperti teman2 yang juga sukses weaning  w/ love. Saat ini Jibran masih ketergantungan mimi ASI, Insya Allah pelan tapi pasti Jibran bisa segera kusapih.


Terima kasih sekali lagi untuk semua nya… semua cerita lengkap Jibran aku memorikan dalam blog à www.littlejibran.multiply.com

Untuk semua yang sudah menyempatkan baca postingan ini, makasih yaa..


Salam sukses ASI..

//dizna

Bunda nya Jibran

--------------------------------------closed


Tuesday, June 29, 2010

[Share] asip 3 hari basi? hah??

"Bu dizna, chief di kitchen saya tanya, kok asi yang dititip ga diambil-ambil? Btw katanya asi itu kalo udah 3 hr ga bisa dipake lg, jadi mohon infonya ya. Thx"

Whaaatttt??? asi basi? Itulah petikan sms yang dikirim oleh Ibu N**,PIC di swiss bel tempat kami menginap selama meeting berlangsung, berasa gregetan, duhhh... padahal si Ibu ini masih punya baby 8 bulan, tapi kok ga paham tentang asi ya??

"Hi Bu N** just for info, asip dalam keadaan beku bisa bertahan 3-6 bulan bu, jadi asi perah yg kami titip kemarin di keep aja dulu dan baru akan diambil saat kami c/out nt.Thx"

Itu balasan yang kukirim ke Ibu N**. Awalnya gregetan tapi kemudian mencoba "sok" bijak, mungkin aja Bu N ini ga mengerti tentang ilmu asi, meskiiiii aku tau doi dah punya anak 3 bahkan yang terkecil still 8 bulan.

Dan tadi pagi saat aku b'fast ketemu Bu N** yg lagi control, ga berapa lama blio menghampiri ke mejaku, dan " Hi Bu, slamat pagi, baru b’fast nih? Btw aku mau nanya, beneran Bu, asi nya bisa tahan 3 bulan? Kok bisa? Emang ga basi?" tanyanya. “Bener Bu, bahkan bisa >3bulan.” Jawabku. “Anaknya gpp tuh minum asi perah yang udah lama kaya gitu?” tanyanya lagi. “Ga pa2 jeng, penasaran yaa… ntar abis meeting aku kirimi artikel2nya biar dikau jadi tau manfaat dan hebatnya asi, okayyy….”

Akhirnya obrolan terputus karena doi harus control ke tempat lain dan aku juga kudu segera masuk ruangan.

Hihihi… maap… asi yg kumaksud disini bukan asi ku, tapi asi temenku yg jadi peserta dan still menyusui. Temenku ini hebat loh dengan 3 anak laki2 semua,  dan meski doi  orang sales yang sering kelapangan, namun semua anaknya lulus asix, dan saat ini anaknya yg terkecil baru 3 bulan, krn acara ini pula “terpaksa” ditinggal nginap udh 3 hari ini. Dan selama menginap doi teteuupp perah asi, tau berapa asi yg udah didapatnya selama 3 hari ini, hebattt… 2700ml asi dan asi perah tsb saat ini dititip di kitchen hotel.Prosedur u/ menitip di hotel bukan gampang, sebaliknya banyak prosedur yg harus kami lalui, mulai dari surat pernyataan by email, sosialisai apa dan bagaimana kami yg akan bertg jwb atas kondisi asi yg kami titp, bahkan sampai surat pernyataan dari hotel yg kami harus tandatangani yg isinya hotel tdk bertanggung jawab jika asi yg dititip tercemar. Dan ribetnya lagi sosialisai ini mesti kami sounding ke beberapa orang, meski di awal kami sudah info melalui lead mereka. Gpp, kami anggap sekalian berbagi dan menginformasikan u/ mereka yg ga tau bahwa asi itu punya banyak keajaiban dan kehebatan.

Aku jadi ingat kala beberapa waktu lalu aku masih menyusui Jibran dan kudu pergi2an ke luar kota krn kerjaan, acapkali aku harus tarik ulur ke bagian hotel tentang penitipan asi. Beberapa kali harus meyakinkan bagian kitchen bahwa asi yang kutitip akan aman, belum lagi di bandara kadang kalo pas sensor ketauan bawa cairan bakal ditanya2 dan segudang “keribetan” yang alhamdulillah aku nikmati dang a memupuskan semangatku u/ tetep menjadi “Ibu Perah” dan memberi asi u/ si Kaka. Banyak keheranan dari orang2 yang ngeliat aku mani ribeeeuuttt pisan bawa2 perlengkapan perah, mulai dari plastic, botol susu, spons dan cairan pencuci botol, sampe bolak balik masak air di teko demi men-sterilkan botol asi, semua aku lalui dengan bangga, jadi sekarang aku dah hafal dengans egala keribetan dan prosedur hotel acapkali menerima tamu yang masih menyusui dan minta izin u/ menitip asip di kitchen mereka. Calm down aja, ikuti prosedur, itung2 berbagi ilmu, inilah seninya jadi Ibu perah bukan, EGP…. Yg penting anakku sehat… hehehe….

*******************  Tuh kan… begitu lancar, hasrat menulis otomatis ga bisa dibendung, langsung aja ngalir dan nulis… hahaha…….

 

Thursday, October 15, 2009

Side Effect Menyapih, manfaat & hikmahnya…

Wuihhhhh… cepatnya hari berlalu, ga terasa udah 9 hari aja aku "free" menyusui si Kaka. Penyesuaiannya ternyata ga sesulit yang aku kira. Alhamdulillah dimudahkan semua jalannya oleh Allah. Makin yakin deh sama prinsip si ayah nih, bahwa semua yang diniati dengan sungguh2 Insya Allah hasilnya akan baik. Siiippp setuju deh sama ayah J

 

“Menikmati” hari-hari pertama penyapihan memang “berat”, iyalah bagaimana ga berat 28bulan sebelumnya kan aku full menyusui si Kaka Ibang ini tanpa sentuhan “sufor” , bonding yang terbentuk selama kurun waktu 28bulan pastinya deket banget, dan aku sangat menikmatinya demikan juga Jibran pastinya. Ketika tiba2 masa2 tsb harus berakhir, pastinya ada yang hilang layaknya orang yang putus cinta aja. Sedih pastinya tapi sedih aja ga cukup, kenyataannya suka atau tidak pada akhirnya masa itu akan tiba dan harus dihadapi. Toh masa ini sudah ditoleransi 4 bulan dari waktu yang disarankan yaitu 2th.  Harusnya 4 bulan toleransi sudah cukup bagi aku dan Jibran memperpanjang proses “bercinta” ini.

 

Hingga akhirnya sedikit “pemaksaan” dari ayah, akhirnya aku tersadar bahwa bukan alasan lagi bagi aku untuk menundanya lebih lama lagi. Hari berjalan terus dan Jibran pun tumbuh semakin besar. 2 tahun cukup itu acuan ayah ditambah pegangan kami sebagai umat moslem yakni Al-Qur’an.

 

Maka ketika tiba masa tsb, penyesuaian lah yang berat. Bismillah itu kuncinya, karena sekali lagi niat aja ga cukup tanpa dibarengi dengan prakteknya. Yakin dan yakin, bahwa proses ini harus dilalui. Lagi2 berdoa dan terus berdoa, mohon diberi kemudahan untuk melalui semua ini.

Melewati hari pertama masih berasa berat, hari kedua masih berat namun mulai bisa menerima kondisi bahwa ini benar2 proses yang harus dihadapi, hari ke 3 mulai sedikit terbiasa, selanjutnya hari ke 4 makin ringan begitu seterusnya hari ke 5 berlalu, hari ke 6, dan, alhamdulillah ga terasa sekarang sudah hari ke 9. LULUS…. 9 hari sampai dengan hari ini tepatnya Kaka benar2 sudah tidak mimi lagi. Wuihhh… benar2 progress yang harus disyukuri. Wajar rasanya jika aku sebagai ibunya merasa bangga dengan usaha Jibran dalam melewati ini semua. Benar2 “weaning with love”. Sedih sih wajar tapi kan ga boleh lama2, kenyataanya cukup di 3 hari pertama aja tuh ada tangisan di hari berikutnya lancar… seperti jalan tol, hehehe. Iyalah orang putus cinta aja perlu waktu untuk melewati kesedihannya apalagi ini bonding ibu dan anak, ketemu masih tiap hari tapi saat tiba waktunya meski ketemu tiap hari sudah tidak bisa bercinta lagi.

 

Berikutnya setelah LULUS” melewati masa2 “sulit” sekarang aku dan Jibran sedang menikmati kebahagiaan atas hasil dari usaha kami “berdua plus ayah”. Buat yang masih menyusui pastinya tiap malam masih beberapakali terjaga sekedar bangun sebentar untuk menyusui si kecil, pastinya beberapakali juga si kecil terbangin dan terjaga, kadang2 nangis sebentar atau mencoba membangunkan kita untuk minta jatah mimi. Nahh.. sekarang aku sudah tidak lagi terjaga dan bangun malam2 untuk melaksanakan tugas tsb.  Kok bisa?? Iyalah… kan si Kaka sekarang sudah menjadi “anak2” bisa bobo blasss… sampai pagi tanpa terbangun. Awal2 proses penyapihan aja Jibran masih terbangun minta mimi air putih, sekarang sudah ngga lagi tuh, bener2 seperti layaknya orang dewasa, Jibran bisa bobo pules sampai pagi. Dan bonusnya ga ngompol juga, Horeeee…… kalo perkara tidak pakai pampers malam hari sih udah sejak lama pas usia Jibran 2th, meski waktu itu masih beberapa kali Jibran ngompol, tapi sekarang wuihhhhh dengan bangganya aku bisa bilang Jibran hebat. Ga ngompol lagi, asyikkk…… Salah satu nya berkat konsisten dan ketelatenan ayah juga yang membiasakan Jibran u/ pipis dulu sebelum bobo. Tuh kan…. Banyak hikmahnya??

 

Trus..trus.. bonus lainnya apa donk? Nahh… ini bagian Bunda, karena sejak Jibran ga mimi lagi, trus Jibran bisa tidur pulas tanpa terjaga, tanpa ngompol, pastinya aku juga ikutan tidur pulas sampe pagi donk. Enak benerr…. Dulu nih jamannya aku masih nyusuin Jibran, manalah bisa aku tidur pulas sampe pagi tanpa “gangguan”. Paling2 aku bener2 bisa tidur pulas sampe pagi pas kebetulan aku ada tugas kantor yang mengharuskan aku nginap di hotel. Hihihi….. sementara aku nginap di hotel kan Jibran aku tinggal di rumah. Namun itu juga ga bisa pulas tidur karena aku tetap harus bangun malam untuk memerah ASI, kalo maksa tidur tanpa perah ASI, wuihhh… yang ada PD bengkak, sakit pastinya.

Sekarang, wah aku bisa dengan senangnya menikmati masa2 ini. Waktunya tidur artinya waktu aku dan Jibran terbuai kealam mimpi masing2. Paling2 panggilan alam yang memaksa aku bangun sekedar mau pipis tapi itu juga jarang kok aku pipis malam. Atau bangunan wajib dari ayah. Hehehe.. kalo itu sih kebutuhan berdua ya… J

 

Jadi hikmahnya hanya itu? Weiitss… ya tentu tidak. Sekarang aku benar2 melihat Jibran dalam wujud anak or batita, bukan bayi lagi. Otomatis aku memperlakukan Jibran juga harus berubah. Ga terasa ya.. Jibran sang bayi imut sekarang sudah tumbuh menjadi batita. Alhamdulillah.

Nahhh… yang berikutnya ini, hikmah untuk aku dan Jibran dan ayah pastinya. Hebattt…. Semenjak disapih pola makan Jibran makin “menggila”. Sehari Jibran benar2 makan 3x dengan porsi yang aduhai, misalnya aja, pagi, disediakan bubur ayam 1 mangkuk ludes, 2 jam berikutnya udah minta cemilan, sekedar biscuit atau kue yang emang selalu aku sediain dan selalu ada di kulkas. Selang 2 jam kemudian nagih lagi minta makan buah, entah mangga, jeruk, anggur atau markisa pokoknya apa aja yang ada di kulkas. Jibran sudah bisa buka kulkas sendiri dan dia sudah bisa milih apa yang dia mau.

Menjelang makan siang biasanya dia minta ice cream atau UHT, trus berikutnya makan siang. Begitu terus…. Percaya atau tidak, kenyataannya kebiasan ini muncul setelah Jibran disapih. Malam tadi kejadian, ceritanya ayah pulang larut, Jibran udah bobo, begitu aku siapkan makan malam untuk ayah dan kedengeran koltak klotek di dapur Jibran tiba2 terbangun dan.. “Nda.. kaka mau mamam..”

Whattss, mimpikah Jibran, masih dalam keadaan mata setengah terpejam Jibran minta mamam? Akhirnya aku ambilkan makan di piring dan.. ludes di makannya. Selesai makan trus minum air putih, tau2 Jibran balik lagi kearah kamar dan tertidur. Diajak sikat gigi udah ga mempan karena Jibran dah terlanjur tertidur. Aku dan ayah sama2 heran, geleng2 kepala dibuatnya liat tingkahnya, ini sih bener2 udah anak2.

 

Hikmah lainnya, nah balik lagi nih buat Bundanya. Sekarang aku udah bisa balik lagi pake baju2ku yang dulu tanpa memikirkan harus ada kancing depan, atau baju2 yang memudahkan aku untuk menyusui Jibran. Boong banget kalo dulu aku ga ada perasaan risih manakala harus menyusui Jibran yang sudah besar di tempat umum atau saat acara keluarga. Alhamdulillah meski kehamilan dulu aku naik 23kg namun begitu menyusui semua balik normal ke 48 dan flat hingga sekarang. So modis mah tetep jalan, hehehe…..

 

Oya PD bengkak yang sakit karena proses menyapih, itu terjadi di 3 hari pertama, wajaarr banget dan emang harus gitu adanya kan, meski sakit ya dinikmati aja, kan bagian dari proses, dan alhamdulillah karena emang udah niat, sekarang PD aku bener2 udah normal ga ada sakit, ga bengkak lagi. Tuh kan... indahnya weaning with love, benar2 happy ending tanpa ada 1 pihak yang tersakiti.

 

Bonus lainnya, yukkk mariii… aku sama si ayah makin yakin nih untuk segera memberi Jibran adik. Program bikin anak udah makin diseriusin dengan mulai bikin jadwal ke obgyn. Sabtu ini udah daftar mau visit ke Hermina bertemu dr Didi. Program dan rencana u/ dapat perempuan sih maunya, yaa.. cita2 dan berharap boleh donk, sisanya pasrah dan terus berusaha, apapun hasilnya biar Allah yang menentukan.

Nah Ibu2 MPers tercintah, sekarang dah yakin donk dengan slogan 2th cukup. Meski awalnya berat, itu kan bagian dari proses yang emang harus dilalui. Toh kalo diniati dengan sungguh2 diiringi dengan doa, ketakutan2 itu ga ada, justru jalan dipermudah yang diberikan Allah kepada kita. Alhamdulillah…

 

Anak itu gimana orangtua, kalo kita sebagai orangtuanya ga yakin si anak mampu maka bagaimana si anak bisa mampu? Iya kan….??

 

Yukk…. Buat para moms yang masih ragu2, maju mundur, dan ga yakin bisa menyapih, ini salah satu bukti nyata yang aku alami. Who wants to be my follower?? J

 

Salam weaning with love…

Sunday, October 11, 2009

Significant progress in 5 days

Dear Kaka Jibran

Sedang apa kaka di rumah? Sesaat jari2 Bunda menekan keyboard ini, Bunda kebayang-bayang wajak Kaka, kangen rasanya, padahal weekend lalu kita baru bercengkrama ya Ka? Andai aja sekarang hari libur, pastinya Bunda sedang sama2 Kaka di rumah menghabiskan waktu berdua. I miss u dear..

 

Kaka hebat, sekarang udah masuk hari ke 6 proses weaning kaka. Sejak tempo hari Bunda  posting tentang niat Bunda untuk “menyapih” kaka, Bunda bener2 mantapkan niat dan bersungguh-sungguh bahwa kali ini harus berhasil. Kaka ingat ga padahal sejak awal Juni lalu Bunda sudah niat untuk menyegerakan menyapih, ternyata awalnya tidak semudah yang Bunda bayangkan, terlalu berat rasanya Bunda melepaskan bonding dan masa2 “bercinta” dengan kaka, hingga akhirnya tertunda-tunda hingga lewat 4 bulan.

 

Andai aja kemarin ayah ga negur Bunda dan ngasih “SP 3” ke Bunda, mungkin hari ini kita masih aja bisa “bercinta” ya Ka…

Tapi yang ayah bilang benar Ka, bahwa sekarang atau nanti sama saja, semuanya pasti akan ada waktunya untuk berakhir. Jadi maafin Bunda ya Ka, bukan karena Bunda ga sayang sama Kaka tapi semua demi kebaikan Kaka, ga mungkin kan ayah menegur Bunda kalo tidak ada alasannya?

Acuan yang dijadikan alasan ayah benar banget Ka, di Al-Qur’an sudah diatur bahwa “sempurnakan menyusui hingga 2tahun”, nah.. karena itu pula bukan alasan Bunda untuk menunda-nya.

Suatu hari nanti Kaka pasti mengerti kenapa semua ini harus diakhiri..

 

Kaka Ibang sayang, terima kasih untuk kerjasamanya, Kaka benar2 anak jempolan, Bunda bangga sama Kaka, bagaimana tidak, masuk hari ke 6 hari ini, progress Kaka benar2 luar biasa. Secepat itu Kaka benar2 sudah tidak “mimi” sama Bunda, sama sekali… Bunda ga nyangka kalo waktunya bisa secepat ini. Bunda kira Kaka akan sulit melepaskan kebiasaan mimi itu dari Bunda, namun sebaliknya Kaka justru lebih dewasa dari yang Bunda kira, Kaka justru lebih siap daripada Bunda, maafin Bunda jika sebelumnya under estimate ke Kaka, bukan maksud Bunda…

 

7 Oktober 2009 (malam)

Tepat di usia Kaka 28 bulan, Bunda sungguh2 bahwa proses menyapih itu harus benar2 dilakukan, ga ada toleransi lagi dari ayah, dan Bunda sudah janji sama ayah, meski sejujurnya dalam hati Bunda masih ragu, namun dukungan teman2 Bunda di MP melegakan dan bikin Bunda kuta dan yakin bahwa inilah saatnya..

Malam itu pulang kantor  mampir ke supermarket, Bunda beli robot power ranger, karena belakangan Kaka lagi favorit banget sama tokoh Power Ranger. Sayangnya begitu Bunda sampe rumah Kaka sudah tidur maaf ya Ka, tadi di jalan macet banget jadi bunda kemalaman sampe rumah , akhirnya Bunda taruh robot itu di sebelah Kaka, sungguh Ka Bunda deg2an menanti Kaka terbangun dan minta mimi seperti biasa. Benar saja tepat setengah 12 malam Kaka terjaga dan mencari Bunda, “mimi Nda, kaka mau mimi” setengah terpejam Kaka mencari-cari bunda, mendekat kearah dada Bunda dan mulai membuka baju Bunda. Hmm… inilah saatnya, “bismillahirohmanirrohiim..” doa Bunda dalam hati.

“Kaka haus mau mimi?”

“Iya Nda, mimi..”

“Kaka bobo lagi ya, mimi Bunda habis… .kaka mimi air putih aja ya”

“Ga mau.. kaka mau mimi nda.. ga mau mimi tih..”

“Iya tapi mimi bunda habis, miminya air putih aja ya sayang.”

“Ga mauuuuuu..” kaka mulai teriak dan akhirnya menangis, seraya tangan kecil kaka masih berusaha narik dan membuka baju Bunda.

Deggg… Bunda mulai ga tega, ga tega liat tangisan dan rengekan Kaka, tapi kembali Bunda ingat inilah saatnya, suka atau tidak inilah waktunya.

“Ka.. jangan nangis ya, liat deh Bunda punya apa, nih.. Bunda punya robot power ranger loh.”

Bunda mencoba mengalihkan situasi, namun Kaka masih nangis, Bunda kembali membujuk ternyata ga semudah itu, Kaka tetap nangis minta mimi. Hiksss… bunda makin ga tega.

Akhirnya Kaka kembali tertidur setelah bunda gendong,  setelah beberapa kali dibujuk kaka mau mimi air putih. Alhamdulillah..

Meski merasa lega, Bunda merasa sedihhh banget liat wajah polos Kaka yang tertidur karena kecapean. Maafin Bunda Ka, sungguh situasi ini yang Bunda takuti.

Malam itu beberapakali Kaka terjaga, namun Bunda keukeuh.. mencoba mengalihkan situasi, sepertinya drastis banget memang namun inilah pilihan Bunda.

Keesokan paginya saat Kaka terbangun, Bunda sedang belanja ke tukang sayur, ajaib.. Kaka tidak menangis dan mencari Bunda, sebaliknya Kaka malah kegirangan begitu bangun dan melihat ada robot power ranger di sebelah Kaka. Selanjutnya Kaka sibuk bermain… Ya Allah.. trimakasih…..

 

Feedback dari Bude, seharian itu Kaka pintar dan tidak rewel, sebaliknya Kaka malah doyan makan, dan minta nambah. Hebat….

 

8 Oktober 2009

Ini malam kedua ya Ka, Kaka masih inget ga? Malam itu Kaka bangun 3 kali. Bangun pertama kali Kaka minta mimi ke Bunda, kembali Bunda alihkan dan tawarkan mimi air putih, namun Kaka kembali nangis dan lebih keras dari malam kemarin. Berkali-kali dibujuk namun ga mempan. Kaka nangis sesengukan, dalam tangis kaka bilang, “Nda, kaka mau mimi..” Ya Allah, akhirnya Bunda ga tahan dan ikutan nangis, bener2 ga tega rasanya, Ayah mencoba membujuk dan ngegendong, namun Kaka nolak dan tambah nangis, akhirnya setelah Bunda gendong dan Bunda ayun, Kaka tertidur. Alhamdulillah…

Ga sadar Bunda ikutan nangis, “Bund… ini bagian dari proses, ayah yakin Jibran pasti bisa melewati semua ini, kalo Bunda yakin Jibran juga pasti bisa.” Nasehat ayah.

Terbukti saat Kaka terjaga kedua dan ketiga kalinya Kaka hanya nangis sebentar , Bunda sodorkan mimi putih dicangkir, Kaka ga nolak dan meminumnya,dan kemudian setelah di gendong, kaka kembali tertidur. Alhamdulillah..

 

Kaka hebat, kembali feedback dari Bude, hari itu kaka maem banyak, dan mimi UHT 2 box, makan ice cream juga dan makan buah anggur banyak, markisa dan jeruk juga

 

9 Oktober 2009

Malam itu Kaka tertidur lebih malam, pk setengah 12 Kaka baru bobo. Kaka bobo tanpa rengekan minta mimi. Bunda keloni Kaka, setelah berdoa, tiba2  Kaka minta Bunda nyanyi, “Nda, nyanyi duyu..” Akhirnya lagu kesukaan Kaka bunda nyanyiin, surprise.. kaka ikutan nyanyi juga, walau hanya kalimat ekornya saja suara Kaka keluar.

“Allahuma sholi wa salim ‘ala.. sayyidina wala Muhammad….”  Bolak balik Bunda nyanyi, sampai akhirnya kaka tertidur dalam pelukan Bunda.

Bunda tatap wajah polos Kaka dalam tidur, ga sadar air mata ini meleleh lagi (hikss Bunda jadi mellow ), Bunda masih ga percaya, malam ini Kaka bobo tanpa rengekan, Kaka bobo hanya minta Bunda nyanyi. Berasa ada yang hilang. Meski secercah kemudian rasa bangga itu muncul. Semudah inikah Bunda bisa melewati proses menyapih Kaka Ibang? Secepat inikah Kaka mengerti?

Ya Allah, trimakasih, kau beri kemudahan untuk proses weaning ini. Berkali2 kuucap syukur, dan berkali2 kucium wajah dan kening Jibran. Alhamdulillah..

 

Kembali feedback dari Bude, siang itu nafsu makan Kaka kembali “menggila”. Semua makanan dilahap. Cake coklat yang Bunda sediakan habis dimakan Kaka. Belum lagi kaka nambah minta makan. Menjelang magrib Kaka kembali minta makan padahal sore jam 5 Kaka sudah makan. Inikah “side effect” dari proses menyapih? Entahlah…

 

10 Oktober 2009

Malam itu adalah penyempurna dari malam2 sebelumnya. Kaka sudah ga nyari dan minta mimi Bunda lagi. Sungguh Bunda masih ga yakin dan sulit percaya, apa iya semudah ini Jibran bisa melewati proses menyapih? Entahlah….. Malam itu Kaka bangun 2 kali dan “Nda, mimi tih..”
Hah? Kaka terbangun dan langsung minta mimi putih? Kaka hebat…

Paginya Kaka terbangun dengan ceria tanpa tangisan tanpa rengekan, Bunda seperti tidak mengenali Kaka. Kaka begitu jauh lebih dewasa dari 3 hari sbelumnya. Bukankah sebelumnya Kaka pasti nangis begitu bangun dan pasti nyari Bunda dan minta mimi? Namun pagi itu Kaka “yang baru” yang Bunda lihat.

 

Kaka tau ga sih, weekend kemarin Bunda deg2an banget, karena khawatir karena ada Bunda di rumah Kaka bakalan rewel minta mimi, makanya pagi2 Bunda ajak Kaka ke Permata Puri dan kita berenang bareng ade Kyo dan Mama Tika. Abis berenang kita ke junction makan di pizza hut. Semua coba Bunda alihkan dengan berkegiatan di luar rumah dengan harapan agar Kaka lupa.

Sampe di rumah ternyata Kaka masih belum cape dan ngajak main lagi sama Bunda, jadilah kita main robot2an power ranger, dan Kaka ternyata bener2 udah “tidak nagih” mimi, alhamdulillah….

 

Mama Tika mancing nanya, “Ka Ibang, mau mimi Bunda ga?”

“Ga mau..mimi Bunda abis.”

“Abis, masa sih Ka?”

“Iya, mimi bunda abis, ya Nda?” Jawaban Kaka diarahkan ke Bunda seolah minta dukungan.

“Iya sayang mimi Bunda abis… kan sekarang kaka miminya air putih ya Ka.”
“Iya, mimi tih aja..”

 

11 Oktober 2009

Tadi malam Kaka sakau, Kaka terjaga dalam keadaan nangis dan teriak2 minta mimi. Bunda kaget, kenapa Kaka tiba2 ingat lagi minta mimi? Kaka tarik baju Bunda, kaka mencoba buka paksa kancing baju Bunda.

“Kaka mau mimi Nda, mimiiiiiiii……………” teriak Kaka.

Bunda kewalahan, Bunda coba bujuk dan ingatkan Kaka, “Ka.. kan kemarin kaka udah pinter ga mimi, mimi Bunda kan abis, kaka mimi putih aja ya?”

“Ga mauuu….”

Ayah mencoba bujuk dan menggendong Kaka, tapi lagi2 Kaka menolak.

Akhirnya Bunda biarkan Kaka menangis, kemudian tiba, “Nda, endong aja..kaka mau endong”

Malam tadi akhirnya Kaka tertidur setelah Bunda gendong dan ayun. Manja Kaka lagi muncul, Kaka ga mau diletakkan di tempat tidur, setiap Bunda mencoba meletakkan Kaka ke tempat tidur Kaka terbangun. Akhirnya malam tadi Bunda tidur dalam keadaan duduk sambil bersandar dibantal dan posisi Kaka dalam pelukan dan pangkuan Bunda.

Bunda jadi teringat masa 2th lalu, posisi seperti ini adalah posisi favorit Kaka, rasanya baru kemarin Bunda menggendong Jibran baby yang imut, sekarang bayi nan imut ini sudah berubah menjadi anak2

 

Kaka Ibang sayang, tulisan Bunda ini adalah perasaan Bunda sesungguhnya. Bunda berharap semua memori ini bisa Kaka baca suatu hari nanti. Sungguh Bunda bangga dan terharu dengan usaha Kaka melewati semua ini. Mungkin Kaka ga pernah tau, bahwa kesiapan Kaka yang memotivasi Bunda untuk yakin dan percaya. Kalo aja “SP3” dari ayah ga muncul mungkin Bunda masih tenggelam asyik dan membiarkan Kaka terus “nempel” sama Bunda. Trimakasih ya Ka, Kaka bisa melewati proses ini dengan keikhlasan. Kaka tidak tersakiti dan merasa Bunda paksa kan? Mungkin tadi malam Kaka mimpi mimi ya sama Bunda, sehingga Kaka terbangun dan nagih ke Bunda?

 

Kaka tau ga, PD bunda sekarang sudah ga bengkak lagi, sudah ga sakit lagi, padahal Jumat lalu PD Bunda bengkak bukan main sampe Bunda ga tahan. Akhirnya saat mandi Bunda coba perah, Bunda massage, sakittt banget rasanya, karena 3 hari Bunda drastis ga mimi-in Kaka. PD Bunda berasa penuh banget, dan saat Bunda perah, ternyata ASI yang keluar masih banyak. Sayangg rasanya liat ASI terbuang. Namun Bunda ga ada cara lain.

Tapi gpp kok Kak, meski kemarin sakit sekarang PD Bunda sudah kembali “normal” Sepertinya PD ini mengerti jika sekarang Kaka sudah ga butuh ASI lagi dari Bunda.

 

Sengaja semua tentang proses ini Bunda posting disini. Bunda ingin berbagi dengan teman2 Bunda. Pengalaman Bunda menyapih Kaka adalah pengalaman berharga untuk Bunda.

 

Trimakasih karena Kaka benar2 cooperative dan pengertian sekali. Semua ini hasil kerjasama kita bertiga ya Ka, Ayah yang senantiasa mensupport Bunda, Kaka seorang anak yang pengertian, kalian berdua adalah orang-orang yang sangat special untuk Bunda.


Alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan untuk Bunda melewati semuanya.

Terus bersukur ya Ka, atas semua karunia ini, seperti pesan Ayah, “semua yang dilakukan dengan niat baik dn sungguh2, Insya Allah hasilnya akan baik.

======================================================================

12, 2009- catatan bunda 'bout little Jibran

 

Tuesday, October 6, 2009

Ternyata Aku (yang belum) Siap…

Rasanya baru bulan lalu tgl 7 aku lalui, sekarang angka sakti itu alhamdulillah masih kutemui di hari ini. Yeapp.. today Oct 7, 2009, tepat 28bulan usia Jibran. Alhamdulillah makin hari ke hari progress Jibran makin bagus. Semoga  begitu seterusnya.. amien…

 

Di ulang bulan Jibran kali ini, masih ada 1 PR yang mengganjal aku, proses weaning Jibran belum sukses. Bukan hal mudah melepaskan kebiasaan mimi ASI Jibran, terbukti hingga kini Jibran still ASI, meski mimi ASI hanya aku berikan malam hari, dan disaat aku libur sesekali Jibran masih minta mimi ASI.

 

Aku menikmati proses ini, dan tanpa sadar keasyikan hingga lupa dengan niatku untuk segera menyapih Jibran, hingga akhirnya tadi malam teguran keras dari ayah. Rupanya selama ini ayah diam bukan nya tidak memperhatikan, dan aku yang tidak menyadarinya dan akhirnya masih keasyikan menyusui Jibran dan niat menyapih terabaikan.

Ayah       : “Bund, kenapa Jibran masih mimi, kapan mau disapih?”

 

Bunda    : “ Iya Yah ini kan lagi proses, ga mungkin instant Yah, kasian Jibran.”

 

Ayah       : “ Besok Jibran 28bulan Bund, mau sampe kapan Jibran terus mimi ASI,

kalo niat Bunda menyapih ga diiringi dengan implementasinya.

 Udah 4 bulan lewat tapi aku liat frekuensi mimi Jibran ga berkurang,

 tiap malam buktinya Jibran masih 2 bahkan 3 kali minta mimi,

dan Bunda terus aja meladeninya, belum lagi kalo week end

Jibran masih mimi.

Rupanya sebulan kemarin Bunda di rumah malah bikin

Jibran makin ketergantungan mimi sama Bunda.

Sebenernya Bunda bener2 mau menyapih Jibran ga sih

atau hanya di mulut aja?”

 

Bunda    : (deg..langsung berasa kesentil…)

“Iya Yah, sabar donk, semua kan ga bisa tiba2 harus berproses.”

 (lagi2 kata2 proses menjadi senjataku)

 

Ayah       : “Ini udah kesekian kalinya aku ngingetin Bunda Yah,

yang pasti kalo dari diri Bunda sendiri belum ada

                kesiapan, bagaimana proses menyapih itu bisa terlaksana.

Niat aja ga cukup Bund jika tidak dibarengi dengan

praktek dan kesungguhan.

                Apapun dalih Bunda saat ini, tetap bagi ku itu hanya alasan,

di Al-Qur’an kan udah jelas dalilnya menyusui s/d 2th setelah itu disapih.

                Terus kenapa sekarang ditunda-tunda?

Mungkin karena ini juga Bunda belum kunjung hamil,

                Biar gimana kalo Bunda masih menyusui kan hormone prolaktin nya

masih aktif bekerja. Sekarang terserah Bunda.”

 

Bunda    : “ Iya Yah…” (Ga tau harus ngomong apalagi)

Kalo sampe ayah keluar kata terserah artinya ayah sudah marah.

 

Hmm.. kalo emang mau jujur, bener banget ucapan ayah, sesungguhnya aku yang belum siap untuk menyapih Jibran. Aku yang belum rela melepaskan ritual “bercinta” dengan Jibran. AKu yang belum mau kehilangan moment2 indah itu, meski 2th lewat sudah aku menikmatinya .

 

Bulan August lalu sebenrnya proses menyapih itu hampir berhasil, terbukti frekuensi mimi Jibran udah jauh berkurang, dan kala itu aku emang bener2 niat untuk  menyegerakan menyapih Jibran. Namun disaat Jibran sakit demam dan kena roseola, saat itu Jibran bener2 ga mau makan, yang dia mau hanya mimi ASI. Terus terang aku kasian, dan akhirnya meluluskan keinginan Jibran tsb. Ternyata aku seperti orang jatuh cinta, begitu Jibran kembali mimi ASI dan frekuensinya semakin sering, aku bener2 menikmati semuanya, aku seperti seperti orang yang lagi melepas kangen, demikian juga Jibran, dia kembali aktif dan minta dan minta mimi lagi.

 

Sebulan aku cuti di rumah makin membebaskan aku untuk selalu memberikan ASI, kapan pun dia mau, meski aku puasa, produksi ASI ku tetep banyak. Prinsip ASI benar adanya semakin banyak demand semakin banyak pula ASI yang kuhasilkan. Jika beberapa waktu sebelumnya aku jarang merasakan LDR kemarin LDR itu begitu gampangnya muncul.

 

Sampai akhirnya teguran keras dari ayah tadi malam kuterima. Sekali lagi aku keliru, rupanya selama ini ayah bukannya tidak memperhatikan keasyikanku masih juga menyusui Jibran. Bukan suatu yang salah menurut ayah, namun kurangnya kesungguhan dari aku u/ mengurangi frekuensi mimi ASI pada Jibran.

 

Sebenarnya Jibran ini tergolong anak penurut dan cooperative, terbukti waktu bulan August aku pelan2 mulai mencoba menyapihnya, aku tidak butuh waktu lama sampai akhirnya prose situ hampir berhasil. Semua kekeliruan ada pada diriku. AKu yang kurang sungguh2. Entah ya.. rasanya berat banget untuk melepaskan masa2 itu. Hmm.. terkesan hiperbolis ya, tapi inilah yang aku rasain.

 

Tepat 28 bulan usia Jibran hari ini, Insya Allah niat dan kesungguhan untuk segera menyapihnya. Mudah2an ga perlu pakai sakau dan kangen lagi. Kesadaran bahwa semua itu harus berakhir karena memang waktunya bisa aku pahami. Insya Allah….

 

===================================================================

Note : mudah2an ayah baca postinganku, dan ga kesel lagi sama aku….

Sunday, June 7, 2009

Alhamdulillah Jibran sudah S3 ASI....

Postingan ini yang kukirim ke milis asiforbaby...

 

From: Hasan, Disnawiyanti
Sent: Monday, June 08, 2009 9:23 AM
To: 'asiforbaby@yahoogroups.com'
Subject: [asiforbaby] Alhamdulillah Jibran sudah S3 ASI....

Dear Moms,

Alhamdulillah… itulah satu kata yang mewakili perasaanku saat ini. Bagaimana tidak, akhirnya 7 Juni 09 lalu, genap 2th usia Jibran, genap pula 2th Jibran mimi ASI. Senang dan bangganya aku. Pun dengan ayahnya dan Jibran tentunya. Ternyata tidak sia-sia usahaku selama ini, selama 2th bisa memberikan Jibran ASI, kenyataan itu membuktikan, meski aku seorang Ibu bekerja, bukan suatu halangan bisa memberikan ASI, Insya Allah selama ada kemauan dan niat yang kuat serta usaha yang kuat juga dukungan dari semua, segala aral dan rintangan bisa aku hadapi demi keyakinan dan semangatku bisa memberikan ASI kepada Jibran anakku. Alhamdulillah Jibran tumbuh sehat dan cerdas berkat ASI.

Melalui kesempatan ini pula aku haturkan rasa terimakasih yang mendalam untuk tabloid Nakita yang memperkenalkan aku dengan milis tercinta ini (asiforbaby), milis yang telah membuka mata hatiku tentang penting dan dahsyatnya.. (wow..) manfaat ASI. Terima kasih ya bu Moderator …

Trima kasih pula untuk suamiku, ayah dari Jibran yang senantiasa mendukung aku selama ini, terlebih siap berperan ganda menjadi ayah sekaligus Ibu di saat aku tidak ada di sisi Jibran karena tugas kantor yang mengharuskan aku keluar kota selama beberapa hari bahkan 1minggu lebih dalam 2th terakhir ini. Trimakasih untuk teman2 di milis asiforbaby yang senantiasa mau berbagi tips dan share di milis tercinta ini. Pastinya yang terpenting adalah trimakasih kepadamu Ya Allah, yang telah memberikan karunia yang besar atas lahirnya Jibran sehingga aku dapat  membesarkan Jibran di usia 2th pertamanya bersama ASI. Alhamdulillah….

Jibran terlahir melalui Caesar karena aku mengalami plasenta previa, sesaat setelah Jibran lahir, ASIku belum keluar, namun meski begitu aku tidak mau Jibran diberi sufor, alhamdulillah di hari kedua ASI ku keluar, lancar meski belum berlebih. Lanjut terus selama 3bulan ASI karena aku masih dirumah menikmati cuti melahirkan.

Hari pertama masuk kerja, aku “hanya” mempunyai stok ASI 7botol @ 60ml, aku mencoba yakin bahwa Jibran cukup dengan 7botol ASIP di hari pertamaku kerja. Mencoba mulai memerah di hari pertama dan sempet sedih karena “hanya” bisa bawa pulang 4botol @ 60ml, akhirnya mengejar ketinggalan tsb di malam hari memerah ASI kembali dengan system menabung sebelah (istilahku), jadi PD kiri u/ Jibran sementara PD kanan u/ diperah. Alhamdulillah berhasil menutupi kekeurangannya. Berjalannya waktu volume ASI yang aku hasilkan semakin bertambah dan bertambah sampai2 freezer kulkas tidak muat. Akhirnya aku info ke milis  aku siap mendonorkan ASI ku yang berlebih, dan Faiz adalah saudara “sepersusuan” Jibran yang sempat menikmati ASI dariku, bahkan artikel tentang donor ASI ini pernah diliput di Halal Transtv dimana Faiz danMba Rya (mama Faiz) menjadi narasumber.

Enam bulan pertama berlalu bersama ASI dan berikutnya MPASI masih dengan ASI sebagai bahan campurannya. Pernah Jibran kutinggal bersama 8liter ASIP di rumah karena aku harus keluar kota selama 8hari, Alhamdulillah..sukses…. Pengalaman pertama yang berharga itu kujadikan pelajaran untuk berikutnya, dan bukan sesuatu yang “mengkhawatirkan” jika aku “terpaksa” meninggalkan Jibran di rumah karena adanya tugas kantor ke luar kota. Seminggu pernah, 2 hari atau 3 hari apalagi. Minimal 1 bulan sekali aku pasti keluarkota.

Akhirnya sukses dan lulus untuk setahun pertama Jibran bersama ASI, lanjut di bulan ke 13, lanjut di bulan 14 dan seterusnya hingga hari ini genap 24 bulan.

Setelah 24bulan bersama ASI,  saat ini aku sedang in process “weaning” yang ternyata belum sukses, aku ingin seperti teman2 yang juga sukses weaning  w/ love. Saat ini Jibran masih ketergantungan mimi ASI, Insya Allah pelan tapi pasti Jibran bisa segera kusapih.

Terima kasih sekali lagi untuk semua nya… semua cerita lengkap Jibran aku memorikan dalam blog à www.littlejibran.multiply.com

Untuk semua yang sudah menyempatkan baca postingan ini, makasih yaa.. J

Salam sukses ASI..

//dizna

Bunda nya Jibran