Hari ini setahun..... yang lalu, dan berulang di hari ini. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, di hari ini Kau berikan suatu nikmat yang Maha Besar untuk kami sekeluarga, abah khususnya. Alhamdulillah tepat di hari ini 11 May, genap 63th usia abah. Terima kasih ya Allah, ga putus kata syukur keluar dari mulut kami semua, senang sekali rasanya kami semua bisa melihat abah sehat sedia kala sama seperti tahun lalu, hanya kondisi fisik abah yang berubah sekarang.
Genap 6bulan kurang 2 hari, yuap.. 13 Nov lalu Abah menjalani operasi colon. Sungguh operasi besar untuk abah yang ga pernah kami duga sebelumnya. Seperti pernah aku tulis, kami semua ga menduga bahwa sakit yang di derita abah sangat serius, dan kami kecolongan karena kurang peka. Namun semua mendung itu sudah berlalu, berganti dengan kondisi abah yang kian hari kian membaik. Trima kasih ya Allah, sungguh ini karunia yang besar untuk kami sekeluarga.
Ga percaya rasanya, jika 6 bulan lalu kami khawatir melihat kondisi abah pasca operasi. Khawatir, takut, cemas semua campur jadi satu. Cobaan yang berat ini berlalu, abah sungguh sabar dan kuat, keikhlasan abah menerima semua ini sangat membanggakan kami.
Meski di awal, kami sempat ga menerima, sulit rasanya mempercayai jika ini nyata terjadi dan menimpa abah. Dukungan dan doa teman2 di MP juga membuatku tegar. Thank you all of you, dear… luv u…
Setelah operasi besar tsb, akhirnya untuk pembuangan kotoran abah ditutup dan selanjutnya dibuat pembuangan kotoran baru (Stoma) di perut sebelah kiri abah. Keputusan ini diambil mengingat besar nya tumor yang ada di usus abah letaknya hanya 5cm dari anus. Maka tidak ada pilihan jika setelah operasi pembuangan tumor tsb, sekaligus mengangkat pula anus abah. Sungguh bukan hal mudah untuk menerima kenyataan ini sebelumnya. Untuk beberpa waktu kami memberi tau abah bahwa stoma ini sementara saja, semua atas pertimbangan melihat kesiapan abah menerima kenyataan ini. Butuh proses yang panjang sampai akhirnya abah pasrah dan menerima kondisi inilah yang terbaik untuk abah karena inilah yang terbaik u/ kesehatan abah. Mendatangkan ustad untuk memotivasi dan menyiram rohani abah dengan sentuhan kalbu, mendatangkan Om yang kebetulah mantri kesehatan, membawa orang yang mempunyai penyakit serupa dengan abah dan juga menggunakan stoma pasca operasi.
Alhamdulillah, semua hal itu sudah lewat, kini abah sudah bisa tersenyum lepas, dan tidak lagi menganggap stoma adalah sesuatu beban dan satu kekurangan. Meski begitu bukan berarti abah ga sensitive, kadang2 sensitive itu masih muncul, karena stoma permanent ini mengharuskan abah bolak balik ke kamar mandi dan berhati-hati agar kantung tampungan kotoran tsb tidak penuh dan mengganti dengan yang baru sebelum keburu penuh.
(perlengkapan kantong stoma abah)

Awal mula keluar dari RS, abah pakai perawat untuk membantu penggantian kantung stoma dan mengurusi abah, seperti sudah diatur, 2 minggu menjelang pension Uti, perawat abah mengundurkan diri karena mau ke kerja di Jepang, selanjutnya Uti lah yang mengurus Abah, perlu waktu yang ga sebentar pula untuk mengajari abah bisa mengganti kantung stoma itu sendiri sampai akhirnya sekarang abah suh mahir mengganti sendiri. Paling Uti mengecek sesekali. Yang kerap rutin kami lakukan juga adalah mengecek kadar gula abah karena menjelang operasi baru diketahui jika abah menderita diabet, maka melalui seorangs epupu yang perawat kami titip alat pengecek gula digital yang lengkap u/ mengecek kolesterol, asam urat juga. Selebihnya mengatur pola makan abah, minum juice beet + wortel + tomat + apel, masih rutin setiap hari kami buat u/ abah. Menakar jumlah porsi makanan abah, dan alhamdulillah abah juga rutin olahraga dan jalan pagi pasca sholat Subuh.
(kurang lebih gambaran menggunakan stoma spt ini : )

sumber gmb : dari sini
Dulu awal pakai kantung stoma, abah sempet ga PD untuk sholat, “Masa sholat ngantungin kotoran di perut.” Begitu dalih abah, namun setelah kami beri pengertian panjang lepar abah menerima dan mengerti, bahwa tidak 1 manusiapun di bumi yang menginginkan hal ini, namun semua sudah diatur Allah.
Sekarang abah sudah rutin sholat dhuha – mengaji, bahkan tahajud malam pun abah lakukan. Alhamdulillah… BB abah pun seiring berjalannya waktu kian bertambah, dulu saat keluar dari RS BB abah hanya 44kg, sekarang sudah 53kg dalam 6 bulan. Sungguh kenaikan yang significant…
Tapi tetep aja namanya orang tua, kadang kalo kebosenan abah lagi muncul, abah akan ngumpet2 ngambil makanan yang abah sukai lebih dari porsi yang sudah kami berikan. Kalo kepergok maka spontan abah akan jawab, “Ahh.. gpp Mba, kan sekali- Cuma dikit ini..” Hmmm…..
Ultah abah kali ini, abah ga mau apa2, doain biar abah sehat, bisa mendampingi anak dan cucu2 abah. Bis kesampaian mengantar cucu2nya sekolah dan menjemputnya. Sederhana bukan cita2 abah??
Tadi saat aku telpon ke rumah dan menanyakan hadiah apa yang abah inginkan, “Beliin aja kantong stoma dan buffer nya untuk abah.”
Ahhh… abah membuat aku terharu, kantong stoma dan buffer memang akan selamanya menjadi teman setia abah kemanapun abah pergi. Memang mengeluarkan biaya extra namun demi kebaikan dan kesehatan abah, Insya Allah selama kami semua masih mau dan terus berusaha, rejeki itu pasti ada. Amien…
Foto abah sekarang

foto 6bl lalu pasca operasi - BB abah 43kg

Significant bukan? Alhamdulillah... Trima kasih ya Allah....
*********************
dedicated for abah tersayang... May 11, 2010